Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Gaya enggak bisa berenang asal nyemplung


__ADS_3

Amanda jalan jalan ke belakang rumahnya Putri, Amanda yang dari kecil ingin sekali bisa menikmati wahana bermain berenang, selalu enggak kesampaian karena faktor ekonomi bunda nya yang enggak memungkinkan dan dulu sebelum bercerai pun kedua orang tuanya selalu banyak alasan untuk enggak merasakan keseruan berenang. bahkan sampai sekarang Amanda cuman bisa mendengar pengalaman temen temennya yang selalu bisa berenang sama temen temen bahkan sama kedua orang tuanya.


" Duh, pengen bisa berenang melihat kolam seluas ini, airnya jernih sekali, beruntungnya Putri tinggal dirumahnya om Ilham, yang punya kolam renang pribadi seperti ini." Batin Amanda iri, iri sama semua fasilitas yang dimiliki Ilham


Amanda baru selangkah mau masuk kolam renang, kakinya kepeleset dan langsung nyebur kedalam kolam renang, posisi Amanda posisi tenggelam Amanda yang enggak bisa berenang langsung panik dan berusaha minta tolong, enggak menunggu waktu lama, Arini lewat kolam renang langsung nolongin Amanda yang kelelep. beruntungnya Arini bisa berenang langsung menolong Amanda dan berusaha bawa Amanda ke ujung kolam renang, dan membantunya keluar dari kolam renang. Dela dan Putri yang lewat halaman belakang melihat Amanda berbaring dilantai langsung menghampirinya.


" Ka, Amanda kenapa?" Tanya Putri panik


" Sepertinya tenggelam Put, beruntungnya ka Arini lewat sini dan langsung nolongin Amanda" Cerita Arini, Arini memberikan pertolongan pertama buat Amanda


" Gaya enggak bisa berenang asal nyemplung, yah jadi begini tenggelem kan. gaya bener." Batin Dela, Dela ngeledek Amanda


Ukh


Ukh


Amanda mulai sadar, Amanda memandang Arini, Putri, dan Dela. bergantian dan langsung meluk Putri dengan ketakutan membuat Putri merasa enggak tega melihat kondisinya Amanda yang ketakutan seperti ini.


" Kita ke kamar yah, ka Arini nanti minta bibik buatkan teh hangat yah buat Amanda." Ucap Putri, Putri membantu Amanda untuk bangun


Dela enggak komentar apapun, tapi Dela memberikan handuk yang sepertinya khusus untuk berenang. memberikan handuk itu ke Amanda dan Amanda langsung membersihkan badannya.


" Iyah Putri, kalian langsung ke kamar yah, kasian kedinginan Amanda nya." Lanjut Arini menatap kasihan ke Amanda

__ADS_1


" Yah ka" Lanjut Putri


Putri nuntun Amanda untuk jalan, Dela cuman bisa diam dan ikutin jalan ke kamarnya Putri, Amanda langsung mandi air hangat dan membuat kondisi Amanda lebih enakan


" Kenapa bisa tenggelem?" Tanya Dela penasaran


" Kepeleset, tadinya mau turun pelan pelan eh ternyata kepeleset saya, untungnya langsung ditolong sama ka Arini tadi." Ucap Amanda yang sudah enakan..


" Kamu mau berenang? bukannya enggak bisa berenang kan?" Tanya Putri merasa aneh


" Iyah, tadi lagi jalan jalan lihat halaman belakang sudah berniat untuk berenang saya." Lanjut Amanda nunduk malu


" Del, bisa berenang?" Tanya Putri melihat Dela


" Mau enggak ajarin kita berenang, selama ini saya cuman bisa melihat ka Ilham dan om David berenang saja, tapi enggak bisa berenang sama sekali." Ucap Putri malu, malu ada fasilitas di rumah majikannya tapi enggak dipakai sama sekali


" Boleh, tapi ada syarat?" Tanya Dela melihat Amanda dan Putri


" Dasar matre, pasti minta imbalan kan huh" Protes Amanda kesel


" Bukan, tapi Amanda enggak boleh ganggu sama sekali saat saya dan Putri membuat desain rumah, selama tinggal disini saya ajarkan kalian. tapi yah tadi Amanda jangan ganggu apapun alasannya, karena saya ingin bisa membuat rumah, taman, sekolah, dan gedung gedung. saya mau kasih ke om ilham.bagaimana?" Tanya Dela dengan serius


" Syaratnya enggak seru, enggak usah bisa juga enggak masalah kok. lagian kita disini kan buat bersenang senang bukan untuk bikin begituan kan.males ah" Ucap Amanda kesel

__ADS_1


Putri yang gemes sama sahabatnya, akhir kasih kertas yang pernah dikasih sama Ilham waktu itu


" Kata ka Ilham, setiap ada client minta desain dan setiap desain harganya beda beda, dan apapun yang dipilih otomatis yang membuat desain itu mendapatkan bonus atas jasanya, diluar gaji pokok bulannya, bonus lebih banyak dari gaji, itu artinya pemasukan pembuatan desain seperti ini lebih banyak dan isi kantong kita pun jauh lebih banyak Amanda, kamu bisa kaya mendadak dengan mengerjakan proyek ini, harus rapih, lengkap,dan detail harganya harus sesuai bangunannya." Penjelasan Putri panjang kali lebar


" Seriusan Putri? Gila gila nominalnya besar sekali dong, kenapa kamu mau membuatnya, kan yang dikasih ka Ilham sudah banyak tanpa harus cape seperti ini?" Tanya Amanda penasaran


" Kamu sadar, kamu belanja dengan nominal besar, kamu sadar bagaimana perasaan Putri harus bilang sama om Ilham, sampai akhirnya Putri mau ngerjain Proyek ini demi sahabat yang enggak tahu diri seperti kamu." Ucap Dela terus terang


" Kamu enggak ikhlas Put?" Tanya Amanda kesel


" Maaf, bukan soal enggak ikhlas, hidup saya sudah ditampung setelah keluarga saya meninggal dan pendidikan ditanggung, masa sih saya foya foya berlebihan memakai uangnya ka Ilham, makannya saya mau mulai bekerja, saya enggak ingin bikin kamu tersinggung dan enggak melarang kamu juga, karena dulu ekonomi saya sama seperti kamu sekarang Amanda. maaf" Lanjut Putri merasa enggak enak


" Kalo enggak mau teraktir bilang saja Put, dengan kamu membuat desain itu tanpa sadar kamu menghina saya Putri, menganggap saya benalu dalam kehidupan kamu yang baru." Bentak Amanda kesel, kesel denger ucapan Putri dan Dela barusan.


" Memang benalu, Putri bener bener anggap kamu sahabat baiknya, tapi kamu enggak sadar sadar berlebihan memanfaatkan Putri. kamu lupa yang kamu bahas sama bunda kamu hah." Bentak Dela kesel, Bisa bisa nya Amanda merasa disakiti padahal Amanda ditegur karena ulahnya sendiri


" Jahat kamu Put, Bikin malu saya saja, dengan kamu membuat desain itu sama saja kamu merendahkan saya Putri sadar enggak sih. masih untung dari dulu cuman saya yang mau menerima kamu jadi temen Put, enggak memandang status sosial kamu Put, dan sekarang sudah jadi orang kaya begini cara kamu memperlakukan sahabat kamu sendiri Put." Bentak Amanda kesel, kesel karena niat jahatnya membuat Putri rela mencari uang


" Halah, belaga marah, oh karena ketahuan akal bulus kamu kan selama ini ke Putri, dan Putri sadar akan hal itu, dia rela loh cape cape demi sahabat enggak tahu diri seperti kamu Amanda." Ledek Dela semakin semangat memojokkan Amanda.


" Sudah Del, Amanda maafkan kalo niat saya salah,tapi saya ingin memanjakan sahabat saya dengan hasil sendiri tanpa merepotkan ka Ilham terus menerus, dan lebih membanggakan lagi masih kelas satu SMU sudah bekerja sebagai desain interior keren tahu. walaupun masih dibimbing sama ka Ilham dan om David." Lanjut Putri terus terang


" Niat kamu merendahkan saya Put, kamu jahat sekali Put sama saya, saya mau pulang saja dari pada semakin lama disini semakin dihina sama kamu." Rajuk Amanda, sebenarnya Amanda masih betah nginep, tapi saat mendengar alasan Putri merasa terhina apa lagi ucapan Dela semakin memanas. dari pada semakin malu lebih baik pulang

__ADS_1


__ADS_2