
Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. belajar sebelum berangkat ke sekolah, Putri membaca ulang buku yang dipelajari semalam.
" Om yakin, kalian pasti bisa mengerjakan soal dengan baik, kalian sudah belajar selama nginep disini, harus optimis yah." Ucap Ilham senyum manis melihat Putri, Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha.
" Pasti om, kita akan berusaha semaksimal mungkin om, enggak mengecewakan orang tua kita." Ucap Dela semangat
" Iyah, soalnya semalaman bunda bawel sekali mengingatkan, soal ulangan hari ini supaya enggak sembarangan ngisi soal katanya." Ucap Amanda kesel, bunda nya selalu berisik setiap kali Amanda ulangan
" Astaga, irinya disaat ulangan seperti ini jadi rindu sama emak dan bapak, dulu mereka sama seperti ini. selalu memantau ulangan dan yang dipelajari" Batin Putri sedih, sedih sama takdir hidup yang dijalani nya
" Kamu nangis Puttri?" Tanya Ilham enggak sengaja melihat Putri hapus air matanya
" Rindu sama emak dan bapak maaf yah om" Ucap Putri Lirih, Putri tahu Ilham enggak ingin Putri larut dalam kesedihannya melarang Putri nangis didepannya.
__ADS_1
" Sabar dan Ikhlas yah, kamu bebas panggil saya apa saja mau kamu, papah boleh atau om juga boleh, karena sekarang saya adalah pengganti ke dua orang tua kamu. ingat harus tetep menjalankan kehidupan kamu masih panjang" Lanjut Ilham lirih, Ilham sejujurnya enggak suka dipanggil ayah sama Putri bagaimana pun Ilham adalah calon suaminya Putri, Ilham punya rencana untuk melamar Putri
" Maafkan kami Putri, enggak bermaksud membuat kamu sedih mengingat kedua orang tua kamu." Ucap Amanda merasa bersalah melihat Putri nangis
' Enggak masalah temen temen, maaf baru ditinggal insya Allah kedepannya jauh lebih tegar dan ikhlas, enggak mau larut dalam kesedihannya lagi. santai saja yah." Lanjut Putri, Putri melepaskan pelukannya Ilham
" Iyah Put, hidup kamu masih panjang dan harus terus bersemangat yah jangan mellow terus menerus." Ucap Vivi, Vivi enggak bisa membayangkan kehidupannya seperti Putri dan belum tentu seberuntung Putri sekarang.
" Oke, sekarang kalian berangkat sekolah, bareng saya setelah pulang sekolah Putri di jemput sama supir yah." Lanjut Ilham, Ilham senyum manis melihat Putri
Ilham melihat Putri dan temen temennya siap siap berangkat sekolah langsung tersenyum lega, Putri kembali ceria setelah mellow tadi walaupun bikin Ilham nyesek panggilan dari Putri Enggak membuat Ilham menghilangkan rencana liciknya.
Dilain sisi, David melihat jam di dinding, Betapa kagetnya David kesiangan berangkat kerja, David semalaman olahraga panas bareng kedua wanita bayarannya sampai jam tiga subuh baru selesai.
__ADS_1
" Astaga, mereka tidurnya nyenyak sekali, dasar enggak berguna" Bentak David kesel, David mendorong badan wanita bayarannya sampai jatuh ke lantai.
" Minggir, saya mau mandi." Bentak David kesel dan langsung jalan ke kamar mandi
" AW sakit David, kesiangan sendiri tapi melampiaskan kekesalannya sama kita huh." Bentak wanita bayarannya David yang jatuh
" Semua laki laki memang begitu, setelah puas melupakan yang dilakukan setelah sadar seolah enggak terjadi apa apa." Bentak wanita bayarannya David
" Cowok egois berduit" Lanjut keduanya kompak
David yang kesiangan tentunya mandi lebih cepat dari biasanya, David melihat kedua wanita bayarannya duduk manis di atas kasur langsung melemparkan beberapa kertas uang warna merah kearah mereka.
" Nanti malam lanjut lagi yah, lain kali bangun kan aku untuk pergi kerja mengerti." Ucap David kesel, David secepatnya memakai dasi
__ADS_1
" Oke ganteng, kita janji kejadian hari ini enggak akan terulang lagi." Ucap wanita bayarannya David dengan manja
David mengecek kembali isi dompet, handphone, kunci mobil, dan tas kerjanya. setelah itu jalan begitu saja meninggalkan dua wanita bayarannya tanpa berpamitan.