
David sebelum kembali ke Jakarta menjenguk Putri di rumah sakit, bareng Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. sambil bawa buah buahan dan cemilan untuk Putri selama di rumah sakit.
" Ilham mana?" Tanya David saat melihat Arini baru keluar dari kamar mandi
' Pak Ilham, di kantin rumah sakit pak, katanya lapar." Ucap Arini yang langsung memberikan makan untuk Putri
" Loh ada Amanda juga disini?' Tanya Putri bingung, sejujurnya Putri tidak ingat apapun setelah jatuh dari kuda
" Iyah Putri, diajak sama om David, kamu bagaimana keadaannya?" Tanya Amanda berusaha tenang
" Masih pusing Man" Lanjut Putri yang terus melanjutkan sarapannya
" Banyak istirahat yah Putri, kita kesini bawa buah dan cemilan untuk kamu." Ucap Dela langsung simpan bingkisannya keatas meja
" Amanda sejak kapan kita Deket sama mereka? perasaan saya, kita tidak pernah main sama mereka sama sekali?" Tanya Putri bingung, Putri langsung pegang kepalanya terasa sakit sekali.
" Makan dulu Putri, ngobrolnya nanti dulu yah setelah makan dan minum obat." Ucap David yang langsung motong obrolan Putri dan temen temennya
" Baik om" Lanjut Putri sungkan, karena ditegur didepan temen temennya
" Astaga Putri, andaikan kamu ingat Put, perjuangan saya dan temen temen merubah sifat resenya Amanda selama ini Put." Batin Dela sedih, walaupun baru Deket tapi Dela bahagia sekali memiliki temen baru seperti Putri
' Yah sudah kita, pamit pulang ke Jakarta yah Putri, kalo sudah sembuh kita ketemu di sekolah yah." Ucap Vivi ramah
" Iyah Vi, terimakasih sudah mau datang juga." Lanjut Putri tidak berani banyak tanya tanya takut ditegur lagi.
David langsung ajak Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. nyusul Ilham ke kantin rumah sakit, sedangkan Putri melanjutkan sarapannya walaupun banyak pertanyaan Putri sudah tidak berani banyak tanya
Dilain sisi, Ilham melihat David jalan kearahnya langsung menghentikan kegiatan makan nya. dan minta Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. pesan sarapan mereka sendiri.
__ADS_1
" Apa kata dokter?" Tanya David to the poin
" Amnesia Putri bisa hitungan bulan, bisa lebih untuk proses penyembuhan tergantung kondisinya Putri sendiri. untuk masalah kondisi kakinya Putri akan melakukan serangkaian pengobatan di rumah sakit di Jakarta. sepertinya saya disini dua hari lagi kembali ke Jakarta, kalo pusingnya Putri sudah reda." Ucap Ilham terus terang
" Alhamdulillah kalo begitu, terus banyak tanya tidak Putri sama kamu dan Arini?" Tanya David yang kepo
" Pasti Vid, tapi yang selalu ditanya tentang orang tua dan adiknya saja sih, selebihnya tidak." Lanjut Ilham yang melanjutkan sarapannya
" Kondisi seperti sekarang akan sulit untuk Putri terima kenyataan, tapi yah kita rahasiakan saja sampai Putri sembuh total." Lanjut David lirih tidak bisa membayangkan hancurnya perasaan Putri saat tahu orang tuanya tidak ada
Dilain sisi, Amanda, Vivi, Margaretha, dan Dela. sarapan bareng sambil ngobrol banyak hal. Amanda merasa bahagia dan bangga yang diingat Putri cuman Amanda seorang temennya.
" Sedih sekali yah, Putri tidak ingat sama sekali kita temen deketnya Putri." Ucap Dela sedih, awal Deket sama Putri karena diminta tolong sama Ilham
" Yah biasa saja sih Del, maklumi saja namanya juga sakit Del." Ucap Amanda senyum kemenangan
" Halah lebay, sudah yuk kedepan om Ilham dan om David pasti sudah menunggu kita." Lanjut Amanda dengan cuek dan langsung jalan begitu saja
" Dasar Amanda, Kumat deh sombongnya astaga orang itu." Ucap Margaretha kesal
" Yah biarkan saja lah, toh om Ilham juga tahu kenapa kita bisa dekat sama Putri kan, biarkan Amanda bertingkah temen temen." Lajut Dela cuek
Dela, Vivi, dan Margaretha. nyusul Amanda ke depan kantin rumah sakit dan gabung sama Ilham dan David yang lagi asik ngobrol
Dilain sisi, Putri yang dasarnya rajin belajar mencari buku pelajaran, beruntung Arini tadi melihat bukunya Amanda yang sengaja ditinggal sama Amanda.
" Anak pinter, syukur lah Putri tidak banyak tanya lebih fokus belajar. dari pada banyak tanya sulit untuk dijawabnya nanti." Batin Arini memperhatikan Putri belajar
" Ka Arini, kok saya tidak ingat sama sekali yah pelajaran di sekolah sudah sampai halaman ini?" Tanya Putri bingung, karena seingat Putri halaman buku yang dipegang masih halaman sepuluh sedangkan yang sudah dibahas halaman tiga puluh dan ada coretan jawaban dari Amanda.
__ADS_1
" Entah lah Putri, yah sudah kamu istirahat saja jangan belajar terus, supaya mata kamu tidak sakit." Ucap Arini yang sengaja tidak menjawab pertanyaan Putri
Putri berusaha mengingat materi pelajaran yang sudah dipelajari, tiba tiba kepalanya terasa sakit sekali, Arini dengan sigap merebut paksa buku yang dipegang Putri dan merebahkan Putri yang menahan sakit kepala
Dilain sisi, Ilham sebelum pulang David dan temen temennya Putri, memberikan arahan untuk Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. untuk menyiapkan baju dan perlengkapan untuk pemotretan dan pengambilan Vidio untuk promosi iklan.
" Saya pulang ke Jakarta, kasih lihat hasil kerja mereka yah Vid, selama saya disini saya percayakan perusahaan sama kamu dan tolong urusin pekerjaan anak anak sesuai SOP saat mereka jadi model nanti." Ucap Ilham yang selalu percaya sama hasil kerja David yang selalu membanggakan dan memuaskan
" Tenang saja Ham, kamu fokus saja urus Putri selama disini, kalo ada apa apa telefon saja, saya selalu siap membantu kamu Ilham." Ucap David yang selalu bisa diandalkan sama Ilham dalam segala hal.
" Yah sudah, kalian hati hati dijalan yah, Vid, tolong antar mereka ke rumah masing masing yah. supaya orang tua mereka tidak was was anaknya pulang sendiri." Lanjut Ilham yang melihat Amanda, Vivi, Margaretha, dan Dela. bergantian.
" Oke bro, yah sudah kita permisi yah." Lanjut David yang masuk kedalam mobil, perlahan David melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah sakit.
Dilain sisi, Arini merapihkan buku bukunya Putri, bersyukur Putri sudah istirahat setelah diberikan obat sama dokter, Arini yang melihat Ilham masuk kedalam kamar perawatannya Putri langsung berdiri dan mempersilahkan Ilham untuk duduk disampingnya Putri.
" Bagaimana kondisinya Putri?" Tanya Ilham sambil melihat Putri yang lagi tidur karena obat bius
" Biasa saja pak, cuman tadi pas lagi belajar Putri merasa sakit kepala pak, mungkin mengingat yang lagi di baca pak, perasaan Putri yang dipelajari halaman sepuluh sedangkan dibuku Amanda sudah banyak tulisan sampai halaman tiga puluh pak, mungkin Putri berusaha mengingat kwartir salah baca." Ucap Arini terus terang, Arini tidak pernah meninggalkan Putri sedikit pun.
" Saya rasa itu wajar, tapi kamu harus terus disampingnya Putri kalo tidak penting penting sekali meninggalkan Putri, kondisi seperti ini lebih mudah sakit kepala Arini." Lanjut Ilham merasa tidak tega melihat kondisinya Putri sekarang, Ilham menyesal tidak temani Putri saat main kemarin dihalaman belakang Villa saat berkuda.
" Iyah pak Ilham, saya tidak akan meninggalkan Putri sendirian pak, saya juga menyesal tidak ikut Putri berkuda waktu itu dan akhirnya kondisi Putri seperti ini, pasti sulit untuk Putri adaptasi keadaan sekarang sama ingatan Putri pak." Lanjut Arini lirih, Arini tidak membayangkan betapa sulitnya Putri menjalankan kehidupan barunya selama amnesia
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1