
Ilham minta David untuk ke rumahnya Amanda, Ilham ingin masalah temennya Putri cepet selesai. supaya enggak ganggu konstrasi Amanda di sekolah maupun pekerjaan.
" Siap bos, jangan lupa bonusnya yah." Ucap David diseberang telefon
" Tenang saja, hubungi saya saat kamu ngobrol sama orang tuanya Amanda, saya mau denger jangan lupa pakai hatset." Ucap Ilham yang ingin tahu apa saja yang dibahas
" Beres bos, yah sudah saya berangkat sekarang." Lanjut David sejujurnya kesel, lagi nanggung tapi harus menjalankan tugas dadakan dari Ilham
Dilain sisi, Bunda nya Amanda menatap kesal dan muak sama suaminya, yang tega menggantung status pernikahannya dan seenaknya nikah lagi. disaat istrinya meninggal dunia dan kehilangan harta justru kembali ke rumah istri pertama dengan kondisi memprihatinkan.
" Dia siapa? apa dia calon suami kamu?" Bentak ayah nya Amanda kesal saat melihat mobilnya David
" Bukan, dia bosnya Amanda, mau ngapain dia kesini?' Tanya bunda nya Amanda penasaran
__ADS_1
" Selamat sore bapak dan ibu, apa kita bisa bicara didalam rumah?" Tanya David tanpa basa basi
" Boleh pak, silahkan masuk, kamu pulang lah saya ada tamu." Lanjut Bunda nya Amanda melihat suaminya
" Saya ingin bicara sama kalian berdua, jadi saya bantu dorongan kursi rodanya." Lanjut David membuat bunda nya Amanda bingung
" Baik, silahkan masuk." Lanjut Bunda nya Amanda mempersilahkan David masuk kedalam rumah, sambil dorong kursi roda ayah nya Amanda
David menjelaskan maksud kedatangannya ke rumahnya Amanda, bunda nya Amanda terlihat sedih dan marah sambil melihat suaminya yang keras kepala maksa minta kembali ditengah tengah keluarganya.
" Anda bener pak, enggak ada lagi yang harus dipertahankan, kalo boleh tolong urusin surat perceraian saya dan laki laki ini." Tegas Bunda nya Amanda semakin yakin berpisah, toh selama sepuluh tahun bisa hidup cuman berdua apa lagi sekarang Amanda sudah bekerja.
" Sial, apa bercerai, enggak boleh terjadi apa lagi Amanda sudah bekerja. enggak boleh dibiarkan." Batin Ayah nya Amanda kaget mendengar ucapan David
__ADS_1
" Berikan saya kesempatan kasih saya waktu untuk menebus kesalahan saya selama ini, saya menyesal sudah menelantarkan anak dan istri saya" Ucap ayah nya Amanda pura pura sedih
" Menebus kesalahan, enggak ada kata maaf buat kamu, sekarang lebih baik pergi dan ketemu saat kita proses perceraian selesai." Tegas bunda nya Amanda semakin yakin pisah
" Kalo memang itu keputusan ibu, baik lah saya akan urus surat cerainya, Amanda minta ijin nginep di rumah pak Ilham apa dibolehkan?" Tanya David minta ijin
" Anda bukannya bikin kami rujuk ini justru mendukung perceraian kami, anda suka sama istri saya hah? saya enggak akan menandatangi surat perceraian karena saya masih mencintai istri dan anak saya" Bentak ayah nya Amanda penuh amarah
" Asal Anda tahu, tanpa tanda tangan dan tanpa kehadiran anda perceraian kalian tetep berjalan, jangan egois, ingat mental anak anda kalo seperti ini terus." Tegas David kesal melihat ayah nya Amanda yang keras kepala
" Yah sudah boleh pak, sampai perceraian kami selesai Amanda boleh nginep di sana, sepertinya saya akan pindah dari sini demi kenyamanan dan keamanan Amanda." Tegas bunda nya Amanda yang merasa terganggu sama suaminya
" Terimakasih atas ijinnya, kalo butuh bantuan jangan sungkan sungkan kasih tahu saya pasti akan saya bantu. kalo begitu permisi" Lanjut David lega karena urusan keluarganya Amanda sudah bisa diselesaikan
__ADS_1
" Sial sial, harus cari cara bujuk Amanda, anak yang sekarang jadi tambang emas untuk saya." Batin ayah nya Amanda yang enggak terima harus bercerai