Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Kalian yang tentuin


__ADS_3

Ilham menemani Putri, Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha. beli baju untuk peresmian Mall di Bali, Ilham melihat Putri memakai baju formal senyum bahagia, membayangkan Ilham dan Putri datang ke acara resmi berdua dengan warna yang sama


" Putri dan temen temen nya bahagia sekali yah pak, belanja untuk peresmian Mega proyeknya Putri." Ucap Arini bahagia, karena Putri masih kecil sudah banyak prestasi proyeknya.


" Iyah bener, tapi wajar sih diusia mereka, banyak anak anak yang menghabiskan uang untuk jajan enggak penting, menghabiskan uang orang tua, tapi mereka justru mau mandiri dengan bekerja bikin desain interior. sebuah kebanggan yang luar biasa, jangan kan anak anak usia kita saja bangga kan, bikinan kita bikin orang lain sukses dan berkembang bisnisnya." Ucap Ilham enggak lepas senyumnya melihat Putri yang sibuk milih milih Kemeja


" Betul pak, semakin banyak yang kita buat merasa semakin bangga dan merasa berguna untuk orang lain." Lanjut Arini


Ilham ngangguk denger ucapan Arini, Ilham nyusul Putri dan temen temennya. Ilham melihat Putri, Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. sibuk milih baju sesuai selera fashion mereka


" Alhamdulillah selesai juga, habis ini mau kemana temen temen?" Tanya Putri mulai kelelahan milih baju dan sepatu


" Pulang saja kali yah, cape juga, besok berangkat ke Bali nya dari rumah kamu Putri?" Tanya Dela yang mulai kelelahan cari kemeja


" Iyah dari rumah, jet pribadi siap jam empat sore saja yah, biar kalian ada waktu siap siap. karena lusanya baru peresmian Mall." Ucap Ilham sengaja milih waktu sore hari biar Putri dan temen temennya bisa santai sedikit sebelum berangkat.

__ADS_1


" Siap bos om" Ucap Vivi sambil nyengir kuda


" Sekarang kalian mau makan disini atau dirumahnya masing masing?" Tanya Ilham mulai lapar


" Disini" Ucap Putri, Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha. barengan


" Kalian yang tentuin mau makan dimana, om ikut saja." Lanjut Ilham


" Makanan masakan Jepang Daddy, mau coba kita Daddy." Lanjut Putri malu


Dilain sisi, David keringet membasahai seluruh badannya, David bener bener menikmati olahraga sore bareng perempuan panggilannya.


" Pulang sana, sampai ketemu nanti yah, uang kamu sudah saya transfer, bukit kembar kesayangan aku." Ucap David sambil melihat bukit kembar jadi favoritnya


" Terimakasih ganteng, yah sudah saya siap siap pulang dulu yah. masih mau minum enggak?" Tanya wanita bayaran dengan sengaja memainkan bukit kembarnya

__ADS_1


" Mau lah, yah sudah sampai besok disini deh, besok pagi saya siap siap perjalanan dinas sama bos." Lanjut David tangannya sudah memainkan bukit kembar didepannya dengan pelan, David melanjutkan aksi nakalnya dengan gerakan pelan karena tenaga David sudah berkurang karena kelelahan, tapi yang didepan mata seolah menggggggodanya


Dilain sisi, Amanda melihat bunda nya nangis membuat Amanda jadi sedih dan langsung meluk ibu nya, Amanda mendengarkan cerita ibu nya kalo ayah nya lagi ngurus surat hak asuh anak.


" Enak sekali, sepuluh tahun Amanda seolah dibuang begitu saja sama bapak, dan sekarang datang ternyata untuk hak asuh anak. apa lagi bapak tahu Amanda sudah bekerja enak sekali. Amanda akan minta bantuan om David untuk membatalkan hak asuh anak, enak sekali bapak enggak ngurus dan enggak kasih nafkah tahu Amanda sukses seolah peduli sama Amanda." Ucap Amanda dengan lirih


" Bunda juga enggak mau sayang, bapak kamu sudah menelantarkan kita dan mau merebut kamu begitu saja. bunda enggak akan tinggal diam" Ucap bunda nya Amanda dengan lirih, enggak menyangka suaminya ingin memisahkan dirinya sama Amanda begitu saja


Dilain sisi, ayah nya Amanda mengatur strategis supaya permohonan hak asuh anak jatuh kepadanya, Orang tuanya membantu anaknya untuk membuat list alasan kenapa Amanda wajib diurus sama bapak nya sendiri


" Ini pasti berhasil, dimasa depan hidup kita terjamin karena pekerjaan Amanda yang seperti mesin ATM. ingat jangan membuat kecerobohan yah" Tegas nenek nya Amanda


" Tenang saja Bu, saya enggak akan bikin kesalahan demi pundi pundi rupiah Bu" Ucap ayah nya Amanda senyum licik


" Bagus, sekarang ke rumah Amanda, dan bujuk anak kamu untuk mau main kesini. rayu anak kamu supaya luluh mengerti" Tegas nenek nya Amanda enggak mau rencananya gagal total

__ADS_1


__ADS_2