Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Berkebun dan panen


__ADS_3

Putri memeriksa kuda yang sudah dibersihkan dan melihat temen temennya yang sudah mulai akur dan tenang membersihkan ternak ternak yang ada, Putri jalan ke depan kandang dan melihat wali kelas sedang ngobrol santai sama tukang kebunnya Ilham.


" Maaf bu mengganggu, saya mau kasih tahu ternak sudah semuanya dibersihkan." Ucap Putri ramah


" Yah sudah, kalian cuci tangan dan gabung sama temen temen kalian di kebun strawberry." Perintah wali kelas melihat Putri


" Baik bu, nanti saya kasih tahu Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. Permisi." Lanjut Putri ramah


Putri kembali masuk kedalam kandang ternak dan kasih tahu temen temennya sekarang ke kebun strawberry, Amanda yang badannya sudah lelah dan lengket rasanya malas sekali harus berkebun juga.


" Hayo Man, jangan bikin wali kelas kita marah" Ucap Putri enggak tega melihat sahabatnya kelelahan


" Lemah sekali sih kamu Man, membersihkan ternak segini saja sudah lemes" Ledek Vivi melihat Amanda


" Berisik, saya enggak butuh komentar apapun dari kamu yah." Bentak Amanda kesel


" Sudah yuk Vi, Margaretha, dan Putri. Kita tinggalin bocah lebay ini. Kita berkebun saja." Protes Dela, Dela menyimpan rumput pada tempatnya lagi


Vivi dan Margaretha tanpa komentar apapun langsung ke luar kandang ternak di susul Dela dan Putri, Amanda yang merasa di tinggal langsung jalan cepat untuk menyusulnya


Dilain sisi, Ilham melihat kamarnya Putri, Ilham melihat lihat isi kamar dan posisi cctv.


" Andai cctv itu bisa di ganti ke Vidio, pasti lebih menyenangkan." Ucap Ilham yang fikirannya sudah kemana kemana


Ilham langsung ngecek kamar mandinya Putri, dan langsung jalan balik ke kamarnya sebelum fikirannya negatifnya menguasai dirinya.


Dilain sisi, Putri sangat bahagia sekali melihat buah strawberry ada di seluruh perkebunan strawberry lagi berbuah membuat perkebunan dipenuhi buah kecil warna pink.


" Dari buah yang kalian petik, bebas mau kalian makan atau dijadikan jus, kalo jus di dapur ada blender kalian bisa bikin sendiri." Ucap Wali kelas


" Baik bu" Teriak murid murid antusias, Putri dan temen temennya dengan semangat bahagia memetik buah strawberry sesuai keinginannya. beruntungnya perkebunan Milik Ilham sangat luas

__ADS_1


Putri melihat orang yang mirip karyawannya Ilham, Putri langsung menghampirinya dan saat Putri mau mendekatinya sudah menghilang seolah menghindar dari Putri


" Kamu nyari apa Put?" Tanya Amanda penasaran, Amanda melihat Putri lari dari tempatnya.


" Tadi seperti melihat karyawannya om Ilham deh, saya panggil dan kejar justru semakin mempercepat langkahnya" Ucap Putri bingung, Putri melihat kanan dan kiri orang yang tadi dikejarnya sudah enggak ada.


" Enggak mungkin Put, ngapain juga om Ilham nyuruh orang ikutin kamu diam diam, sekalian saja ia Arini yang kesini." Lanjut Amanda enggak yakin


" Apa mungkin salah orang yah, yah sudah kembali yuk kwatir Bu guru cari kita." Lanjut Putri pasrah


Amanda dan Putri melanjutkan memetik buah strawberry, sambil jalan ke temen temennya yang sudah kumpul semuanya.


" Kalian dari mana?" Tanya wali kelas bingung


" Dari jalan jalan Bu, oh yah Bu, nanti malam bikin api unggun yuk." Ajak Putri melihat wali kelasnya.


" Ide yang bagus, yah sudah kalian cari daun atau ranting untuk membuat api unggun, dan nanti di temani sama orang orang yang ada disini, supaya kalian enggak hilang." Lanjut Wali kelas setuju sama idenya Putri


" Noraknya astaga" Protesnya Amanda kesel melihat tingkahnya Margaretha


" Biarin sirik saja huh" Protes Margaretha cuek


" Sudah jangan berantem lagi, hayo kembali ke villa kalian mandi dan kita akan barengan makan strawberry nya yah." Lanjut wali kelas, wali kelas merasa heran sama Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. selalu saja berantem


Dilain sisi, Ilham cuman bisa nahan keselnya sama David, David membawa teman kencannya ke rumah Ilham, David dengan cuek masuk kedalam kamarnya bareng temen kencannya begitu saja.


" Astaga, kalo bukan temen sudah saya usir dia dari sini. astaga." Protes Ilham kesel melihat tingkah asistennya.


Ilham masuk lagi kedalam kamar nya dan memantau kegiatannya Putri, Ilham merasa bahagia setiap kali memantau kegiatannya Putri entah dimana pun Putri berada.


" Semakin lama semakin gemesin anak itu, ah waktu terasa lambat sekali berjalannya. enggak sabar nunggu Putri lulus SMU dan masuk kuliah" Ucap Ilham senyum licik, Ilham sudah membayangkan kehidupan berumah tangga bareng Putri. dan bisa lebih berarti untuk hidupnya Putri

__ADS_1


Dilain sisi, David merasa Puas pagi pagi di temani sama teman ranjangnya, David merapihkan pakaiannya dan memberikan uang tunai ke temen ranjangnya.


" Ambilah dan pergi dari sini, kalo saya butuh langsung datang yah." Perintah David, David memperhatikan perempuan didepannya yang sibuk makeup


" Beres om, tinggal telefon saja kapan pun butuhnya." Ucap temen nya David dengan manja, David yang melihatnya merasa gemesin sekali.


" Astaga perempuan ini, cepat lah makeup nya sebelum saya makan kamu lagi." Goda David dengan terkekeh


" Boleh saja sampai puas yang mana mau nya, kanan atau kiri ganteng." Goda temennya David dengan senyum manisnya.


" Godain lagi, buruan lah, saya ada urusan sama Ilham." Protes David kesel


" Ini juga sudah selesai kok, yah sudah kalo butuh lagi telefon saja yah kapan pun dan dimana pun oke." Lanjut temennya David langsung mencium pipi nya David


David yang gemes langsung m3r3m45 gunung kembarnya dengan pelan, membuat temen ranjangnya mende sah Menik matinya sambil meluk David, dan mencium bibirnya David dengan mesra.


" Kamu bener bener, nguji kesabaran saya yah." Protes David kesel


" Nguji apa sih ganteng, baru setengah jam disuruh pulang yah saya mau pulang dan berpamitan sama kamu." Ucap temennya David dengan manja


" Dasar yah, sudah sana pergi sebelum di on bisa bisa bahaya buat saya." Bentak David kesel, kesel karena enggak bisa soalnya Ilham ngajak pergi


" cup cup, sudah mau tegang, yah sudah saya pamit dulu." Lanjut temennya David manja


David membiarkan temennya keluar begitu saja dari kamarnya, David yang sudah ada janji sama Ilham langsung masuk keruang kerjanya Ilham.


" Enak yah di rumah orang" Ledek Ilham lempar pulpen kearah David


" Sorry bro, yah sudah jadi enggak ke kantor?" Tanya David, David ambil pulpen yang tadi di lempar Ilham


" Jadilah, harusnya sudah setengah jalan kita." Protes Ilham, Ilham merapihkan berkas berkas yang dibutuhkan.

__ADS_1


" Makannya jangan cuman nunggu lah, ikut saja hahahaha." Ledek David ketawa puas, semenjak Ilham semakin menargetkan Putri jadi istrinya membuat Ilham sudah berubah enggak lagi mencari wanita untuk menemani nya sepanjang malam.


__ADS_2