
Putri dan Amanda masuk kedalam rumahnya Ilham, Putri mengajak Amanda untuk ke kamarnya. Putri menawarkan Amanda untuk mandi dan ganti baju tentunya diterima dengan baik sama Amanda. pertama kalinya Amanda mandi dikamar mandi seperti di hotel berbintang, Amanda berendam di bathtub dan merileksasikan badannya.
" Ah beruntungnya nasip kamu Put, dipungut sama om Ilham, mendapatkan fasilitas sebagus ini. rasanya ingin sekali tinggal dirumah semewah ini, kamar yang mewah, dan kamar mandi yang seperti di hotel. males pulang ke rumah kumuh lagi." Ucap Amanda sedih dan iri sama kehidupannya Putri yang berubah drastis
Amanda bilasan dan memakai baju yang disiapkan sama Putri, Amanda melihat meja sudah dipenuhi banyak makanan, laptop, dan aneka minuman segar. nonton yang menyenangkan fikir Amanda.
" Put, saya boleh tinggal disini enggak? temani kamu dan kita bisa belajar bareng kan." Ucap Amanda penuh harap
" Apa tinggal disini? Saya enggak bisa memutuskan seenaknya Amanda maaf yah, harus dibahas dulu sama ka Ilham dan bunda kamu juga." Ucap Putri kaget mendengar keinginan Amanda baarusan
" Yah deh, nanti kita bahas lagi. yah sudah hayo nonton." Lanjut Amanda pasrah
__ADS_1
Amanda duduk disampingnya Putri, Amanda senyum puas makanan yang dipesannya sesuai harapannya, Amanda bener bener enggak melewatkan makanan mewah yang selama ini cuman bisa dilihat dan sekarang sudah biasa dinikmati berkat adanya Putri yang mendadak jadi kaya raya
Dilain sisi, Ilham menemani David ke sebuah cafe langganan David, Ilham enggak mau terlalu bebas melakukan panjat pinang, Ilham akan melakukannya kalo lagi ingin dan menunggu dengan sabar waktunya tepat mengajak sasarannya melakukannya dengan santai dan bebas.
" Putri pasti lagi nonton Drakor sama parasit, bosannya di dalam mobil si David lama sekali bikin kesel saja." Protes Ilham, karena mauan saja tungguin David yang lagi bersenang senang didalam cafe.
Dilain sisi, Dela mendapatkan WhatsApp membuatnya bingung harus bagaimana, tapi Dela sudah mendapat kan uang jajan dan jaminan jajan setiap hari yang sudah pasti.
" Apa perlahan lahan berteman sama Putri yah, dia pinter dan baik lagi enggak pernah marah marah. ah enggak ada salahnya juga nambah temen main, lagian dapat tambahan uang jajan dari om dia juga. huff ingat Dela jangan terlalu memanfaatkan Putri supaya dengan mudah mendapatkan uang jajan itu" Ucap Dela memotivasi diri sendiri
Dilain sisi, Ilham mengerutkan alisnya saat mendengar keinginan Amanda, untuk tinggal dirumahnya. sejujurnya Ilham enggak masalah justru bagus untuk Putri, tapi Ilham tahu Amanda cuman memanfaatkan Putri membuatnya ragu untuk memberikan ijin.
__ADS_1
" Maaf yah Manda, Om bukannya enggak setuju, tapi kamu masih ada orang tua di rumah, enggak bisa seenaknya tinggal di rumah temen seterusnya. kalo sekedar nginep sehari masih dibolehkan. tapi kalo tinggal selamanya yah enggak semudah yang kamu inginkan, ingat kamu masih ada orang tua loh Amanda. enggak baik seperti itu." Nasihat Ilham dengan bijaksana
" Tapi om, saya bosan tinggal dirumah kumuh saya om, saya akan melakukan apapun yang penting dibolehkan tinggal disini seterusnya" Bujuk Amanda dengan memelas
" Maaf tetep enggak bisa, kalo sekedar nginep biasa boleh tapi kalo tinggal mohon maaf enggak semudah itu." Tegas Ilham langsung pergi, Ilham enggak habis pikir sama alasannya Amanda.
" Sabar yah Man, kamu boleh kok main kesini terus kok man." Bujuk Putri merasa enggak tega melihat Amanda memelas seperti tadi
" Apa harus jadi yatim piatu dulu baru dibolehkan tinggal disini " Lanjut Amanda sembarangan
" Astaga Amanda, enggak baik bicara seperti itu, mendoakan bunda meninggal." Protes Putri kaget dan kesel sama ucapan Amanda barusan.
__ADS_1
" Kamu enggak ngerti Putri, yah sudah deh saya mau pulang saja. kecewa sama kamu Put dan pelit enggak mengijinkan saya untuk tinggal di rumah ini." Lanjut Amanda pura pura marah
Amanda langsung keluar dari rumahnya Ilham dengan kesal, karena rencannya gagal total, Besok Amanda berencana pura pura minta maaf. Dann melanjutkan memanfaatkan kekayaan nya Ilham