
Putri melihat temen temennya saling diam membuat Putri sedih melihatnya, sepanjang perjalanan ke kantor, suasana mendadak sunyi sampai tiba di dalam kantor pun Amanda, Vivi, dan Margaretha. cuman diam selama jalan menuju ruangannya.
" Nanti juga mereka akan baikan dengan sendirinya, jangan terlalu difikirkan Putri, dalam pertemanan kan sudah biasa marahan sebentar." Ucap Dela sambil merangkul bahunya Putri
" Iyah Del, saya harap sih seperti itu, kalian kan sudah biasa berantem hal hal tidak penting kan. yah sudah kita mulai kerja supaya tidak dapat teguran dari manajer kita." Ucap Putri melihat ketiga temennya fokus masing masing tanpa bicara sama sekali.
Dilain sisi, Ilham menyiapkan makanan dan buah buahan untuk Putri, dan diruangannya disediakan kompor kecil dan kotak p3k, buat Putri takut takut sakit lagi.
" Perhatian kamu karena tanggung jawab seorang ayah atau karena cinta, dan perhatian melihat Putri sakit.ini lumayan berlebihan sih walaupun terdengar serba salah." Ucap David jujur, karena David tahu kalo Ilham masih menyimpan perasaan buat Putri
" Saya tidak peduli sama penilaian orang lain, lelah juga sih David harus memikirkan penilaian orang terus menerus. yang saya tahu saya punya kewajiban mengurus anak sendiri, bagaimana pun cara saya memberikan perhatian untuk anak sendiri." Ucap Ilham terus terang
" Yah sudah lakukan apapun yang kamu anggap terbaik untuk Putri, akan selalu saya dukung dan bantu Ham." Lanjut David yang tidak ingin protes apapun yang dilakukan Ilham.
Dilain sisi, Putri ngajak rapat temen-temen nya, terkait permintaan proyek pembangunan tempat wisata. Putri melihat temen temennya masih diam berusaha profesional, Putri menggantikan manajernya yang tidak masuk kerja.
" Temen temen, saya harap kalian bisa profesional, hilangkan ego kalian yah, kita kesini untuk kerja bukan untuk berantem." Tegas Putri menatap Amanda, Vivi, dan Margaretha.
" Maaf kan kita Putri" Ucap Amanda merasa bersalah
" Iyah Put, saya akan melupakan pertengkaran tidak penting tadi sama Amanda maaf yah." Ucap Vivi menyesal tidak bisa profesional
" Iyah saya juga minta maaf yah Putri dan yang lain, kalo hari ini tidak profesional dalam bekerja. yuk lanjut rapatnya." Ucap Margaretha menyesal, dan berusaha santai
" Iyah saya maaffin kalian, yah sudah kita lanjut rapat ini yah. tidak enak sama Daddy sampai tahu kita diam Diaman karena hal sepele." Lanjut Putri santai tapi tegas
Putri melanjutkan memimpin rapat, Bahagia sekali melihat teman temennya bisa kembali ngobrol dan bahas pekerjaan seperti biasanya.
" Tidak terasa jam sebelas guys, beneran kita waktu istirahat tiga jam?" Tanya Amanda merapihkan berkas berkasnya.
" Beneran kata om Ilham terus kita ke ruangan om Ilham sekarang? padahal jam istirahat masih setengah jam lagi tahu guys?" Tanya Dela ragu dan tidak enak.
__ADS_1
" Apa tidak usah yah, kita istirahat sama seperti temen temen yang lain saja deh, tidak enak rasanya kita diprioritaskan. walaupun punya hak tapi terlihat tidak profesional sekali." Ucap Putri ragu nurutin keinginan Ilham
" Berarti tidak jadi? soalnya mau lanjut kerja, diskusinya jangan terlalu lama?" Tanya Margaretha melihat jam didinding
" Tidak jadi deh." Lanjut Putri yakin, soalnya mau bagaimana pun Putri merasa cuman anak angkat yang tidak punya hak penuh untuk seenaknya di kantor Ilham.
Putri melanjutkan pekerjaannya, Amanda yang membayangkan tidur dikamar istirahatnya Ilham pupus sudah, pasrah ikut melanjutkan pekerjaan walaupun cuman beberapa menit sebelum jam istirahat.
Dilain sisi, David jalan santai ke ruangannya Putri dan temen temennya, padahal David setuju sama Putri yang nolak tawaran istirahat lebih lama dari Ilham.
" Sudah deh, turutin saja apa mau Ilham dari pada tidak fokus kerja." Batin David pasrah
David masuk keruangannya Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. David minta Putri dan temen temennya ke ruangannya Ilham sekarang dan minta merapihkan meja mereka sekarang
" Tapi om, Putri tidak enak sama karyawan yang lain om. istirahat paling lama lagi." Protes Putri sambil merapihkan meja kerjanya
" Jangan pedulikan apa kata karyawan yang lain, lagian kamu masih sakit Putri, wajah kamu saja masih pucat seperti itu loh." Ucap David melihat wajahnya Putri
" Tidak maksa kok, kondisi Putri baik baik saja." Lanjut Putri melotot melihat Amanda. yang tidak kompak
" Yah sudah hayo keruangannya Ilham, kalian bawa buku kuliah saja buat belajar sebentar setelah itu tidur sejam lumayan rebahan." Lanjut David sejujurnya merasa iri, tapi demi tugas membuat David turutin keinginan Ilham.
" Yes akhirnya, bisa istirahat juga.". Batin Margaretha bahagia
Amanda dan yang lain yang sudah merapihkan meja kerjanya, langsung ambil tugas kuliahnya ikut David ke ruangannya Ilham. selama jalan menuju ruangannya Ilham beberapa karyawan menatap sinis Putri dan temen temennya
" Enak sekali, mentang mentang anak angkat bos, seenaknya dalam bekerja, jam segini sudah keluar dari ruangan mereka." Protes karyawan yang melihat Putri tidak bawa apapun ke ruangannya Ilham
" Temen temennya juga, ke ruangannya pak Ilham bawa buku kuliah, mereka tidak profesional sekali. jam istirahat masih lama padahal" Protes karyawan yang lain, yang tidak terima Putri dan temen temennya di manjakan sama Ilham.
David yang mendengar gosipan para karyawan, langsung mundur dan melihat karyawan yang berani berani nya gosipin Putri.
__ADS_1
" Kalian kalo tidak tahu apa apa, lebih baik diam dari pada menyebar fitnah yang tidak benar. mengerti." Bentak David kesal, bisa bisanya masih jam kerja karyawan justru bergosip
" Maafkan kami pak David" Ucap karyawan yang berani membicarakan Putri.
' Sekarang kembali ke meja kalian, perusahaan ini gaji kalian untuk bekerja bukan untuk ngobrol yang tidak penting." Bentak David kesal, David melanjutkan jalan menuju live, dan bergabung sama Putri dan temen temennya.
" Terimakasih om David, sudah membela kita semua, maafkan kita yang sudah merepotkan om David." Ucap Putri merasa tidak enak sama David
" Sudah santai saja, jangan difikirkan hal hal yang tidak penting yah." Ucap David yang faham sama apa yang difikirkan sama Putri saat ini.
Dilain sisi, Ilham ngecek lagi makanan untuk Putri dan temen temennya, air rebusan susu jahe, dan buah buahan.
" Semuanya sudah lengkap, kamar juga sudah rapih supaya Putri bisa istirahat didalam kamar bareng temen temennya, kasur juga sudah diganti jadi kasur bertingkat." Ucap Ilham menutup makanan supaya tetep hangat dan higienis.
Ilham senyum bahagia saat Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. masuk kedalam ruangannya. Ilham langsung mengajak Putri dan temen temennya untuk makan siang bareng.
" Setelah makan kalian bisa tidur dikamar istirahat om, sudah dibersihkan dan kasurnya pun bertingkat. kalian tenang saja selama kalian istirahat tidak ada yang berani masuk kedalam kamar istirahat kalian." Ucap Ilham menikmati makanan yang sudah disiapkan
" Ya ampun Daddy, masa jam kerja kita justru tidur lebih lama sih, tidak usah yah Daddy maaf." Ucap Putri merasa tidak enak.
" Maaf ditolak, Daddy tahu kalian pasti super capek dan ngantuk, supaya di kampus kalian tetep seger karena sudah istirahat." Lanjut Ilham terus terang, menunjukan rasa kepeduliannya.
" Astaga Daddy, maksa sekali. yah sudah deh." Lanjut Putri pasrah, Putri bener bener tidak enak sama karyawan yang lain. pasti merasa iri sama apa yang diberikan Ilham ke Putri.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1