Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Bagas lagi Bagas lagi


__ADS_3

Bagas yang tahu Putri sakit merasa tidak tega mendengarnya, saat jam istirahat kuliah Bagas ijin pulang yang sebenarnya untuk jenguk Putri yang lagi sakit.


" Putri ada di kamarnya, hayo ikut sama om antarkan." Ucap Ilham menahan rasa cemburunya


" Astaga, Bagas lagi Bagas lagi memberikan perhatiannya ke Putri." Batin Ilham kesal dan cemburu.


" Baik om terimakasih" Ucap Bagas ramah


Bagas ikutin Ilham jalan ke kamarnya Putri, Bagas dan Ilham sama sama hening membuat suasana menjadi sunyi dan canggung keduanya sibuk sama fikiran masing masing.


Dilain sisi, Arini memberikan obat penurun panas untuk Putri, Arini mendengar suara pintu diketuk langsung membukakan pintu kamar.


" Silahkan masuk" Ucap Arini ramah, Arini melihat Ilham merasa kasihan harus menahan rasa cemburu demi Putri bisa deket sama temen laki laki.


" Kalo begitu om tinggal dulu yah, kalian ngobrol di temani sama Arini." Ucap Ilham melihat Arini.


" Baik pak" Ucap Arini yang faham maksud Ilham


" Putri bagaimana kondisi kamu, apa sudah lebih baik?" Tanya Bagas cemas, Bagas simpan bawaannya keatas meja samping kasur.


" Alhamdulillah Bagas, sedikit lagi sembuh mungkin besok sudah bisa kembali ke kampus." Ucap Putri senyum ramah, sejujurnya merasa bahagia sekali mendapatkan perhatian dari temen sekolah.


" Syukur lah, banyak istirahat yah supaya kembali sehat dan beraktifitas kembali." Lanjut Bagas merasa lega mendengar kondisinya Putri sudah enakan.


" Iyah pasti Bagas, terimakasih sudah repot repot datang kesini." Lanjut Putri merasa tersanjung sama kebaikannya dan perhatiannya Bagas.


Dilain sisi, Arini melihat Ilham melamun di teras rumah, Arini tahu kalo Ilham merasa cemburu melihat Bagas datang untuk jenguk Putri.

__ADS_1


" Ilham tumben ada didepan?" Tanya Arini basa basi


" Lagi pengen saja Arini, kok kamu keluar dari kamarnya Putri? saya tidak mau membiasakan Putri didalam kamar bareng temen laki laki?" Tanya Dan protes Ilham, Ilham ingin maksimal menjaga Putri selain dirinya mencintai Putri


" Maaf kan saya pak, baik lah saya kembali ke kamarnya Putri, tadinya saya mau beli cemilan di warung depan." Lanjut Arini merasa tidak mendapatkan teguran dari Ilham


" Oh yang biasa Putri beli? baik lah saya yang akan belinya? kembali lah ke kamarnya Putri sekarang?" Tanya Ilham yang mendapatkan anggukan dari Arini


Dilain sisi, Bagas banyak cerita ke Putri, membuat Putri ketawa mendengar cerita lucunya Bagas, Putri melihat Arini kembali langsung menceritakan apa saja yang diobrolkan sama Bagas.


" Terimakasih yah Bagas, Sudah nungguin Putri tadi saya ke bawah." Ucap Arini yang membenarkan posisi duduknya Putri


" Sama sama ka, yah sudah saya pulang kalo begitu ka Arini. semoga cepat sembuh yah Putri." Ucap Bagas langsung merapihkan buku kuliahnya.


" Terimakasih yah Bagas, sudah datang ke sini dan terimakasih sudah mau belajar bareng." Lanjut Putri langsung senyum melihat Bagas


" Hati hati dijalan Bagas, terimakasih sudah mau menjenguk Putri." Ucap Ilham yang berusaha nahan rasa kesal dan cemburunya.


" Sama sama om, kalo begitu saya pamit pulang dulu." Ucap Bagas ramah, Bagas Salim ke Ilham dan langsung pergi.


Dilain sisi, Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. siap siap keluar kelas, Amanda bener bener merasa ngantuk sekali akhirnya kuliah hari ini selesai.


" Badan saya rasanya pegel sekali, hayo buruan pulang guys." Ucap Amanda merapihkan buku bukunya.


" Sama saja Amanda, eh yah kita jadi nginep di rumah nya Putri?" Tanya Margaretha, yang seneng nginep dirumahnya Putri dibuatkan racikan jamu sama Arini.


" Jadi dong, supirnya om Ilham sudah datang katanya." Ucap Dela jalan duluan dan di susul sama temen temennya.

__ADS_1


Dilain sisi, Putri minta ART di rumahnya merapihkan kamar tamu, karena temen temennya mau nginep di rumah.


" Daddy, Putri tidur bareng temen temen yah?" Tanya Putri ingin sekali tidur di kamar tamu


" Jangan dong sayang, Putri kan lagi sakit, naanti saja yah setelah sembuh boleh kok tidur sekamar sama mereka lagi." Ucap Ilham yang tahu Putri pasti bergadang bareng temen temennya.


" Yah deh Putri nurut, apa mereka sudah sampai sini?" Tanya Putri pasrah, tidak berani menatap matanya Ilham.


" Masih dijalan Putri, mungkin sebentar lagi sampai, sabar yah nak. sekarang Daddy ke luar dulu yah, kalo ada apa apa telefon ke handphone nya ka Arini atau Daddy yah." Lanjut Ilham memakai kan selimut untuk Putri. Ilham langsung keluar dari kamarnya Putri


" Andaikan Daddy tidak ada perasaan apapun, segala perhatian Daddy pasti bikin Putri bahagia, mendapatkan perhatian dari orang tua sambung seperti Daddy." Batin Putri melihat Ilham keluar dari kamarnya.


Dilain sisi, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. langsung masuk kedalam rumahnya Putri, Amanda dan yang lain sengaja simpan beberapa baju santai, baju kerja, dan baju untuk kuliah.


" Eh ada kalian, baju kalian sudah bersih dikamar kalian yah." Ucap Arini, Arini sengaja membersihkan baju Amanda dan yang lain.


" Terimakasih ka Arini, kita ke kamarnya Putri yah ka." Ucap Dela ramah, sejujurnya tidak enak jika bajunya dibersihkan sama Arini.


" Santai saja, sudah sana ke kamar, supaya kalian bisa cepat cepat istirahat pasti capek kan." Lanjut Arini melihat wajah wajah kelelahan seharian beraktifitas


" Iyah ka Arini, yah sudah permisi yah." Ucap Margaretha yang tidak sabar mau cepet cepat istirahat.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun



__ADS_1



__ADS_2