Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Putri dan Margaretha ikut mantau proyek


__ADS_3

David masuk ke ruang kerjanya Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan margaretha. David memberikan kertas untuk Putri tanda tangani.


" Putri dan Margaretha, kalian ikut memantau proyek yang kalian bikin, sedangkan yang lain tetep bekerja disini." Ucap David merapihkan kertas yang sudah di tandatangani Putri


" Baik pak, saya siap siap dulu kalo begitu." Ucap Putri, yang sebelumnya sudah dikasih tahu nama panggilan untuk David dan Ilham.


" Yah sudah, saya tunggu di ruangan saya, kalo sudah selesai kalian ke sana yah." Lanjut David melihat Putri dan Margaretha.


" Baik pak David, sebentar lagi kami kesana." Ucap Margaretha, langsung merapihkan barang barang yang dibutuhkan untuk memantau proyeknya.


Dilain sisi, Ilham menatap sinis wanita yang seenaknya masuk ke ruangannya, Ilham bener bener sudah melupakan perempuan yang dulu sangat dicintainya tapi dengan tega menduakan cintanya.


" Mau apa kamu kesini? ini kantor tempat untuk kerja?" Bentak Ilham kesal, paling malas urusan pribadi dibahas di kantor.


" Ham, jangan seperti ini dong, maaf kalo saya ganggu waktu kerja kamu. tapi saya rindu sama kamu Ham maaf kan saya, yang dulu selingkuh karena kontak fisik selingkuhan saya." Ucap mantannya Ilham


" Saya tidak mau mendengarkan apapun alasan kamu, saya tidak ingin melihat kebelakang, apa lagi memberikan kesempatan kedua sama penghianat seperti kamu, lebih baik sekarang pergi dari sini, sebelum saya usir paksa." Bentak Ilham kesal, bagi Ilham menerima mantan lagi sebuah kebodohan.


" Jangan seperti ini Ham, kita bisa memulai semuanya dari awal lagi. maaf kan saya." Lanjut Mantannya Ilham memelas


" Keluar" Bentak Ilham sambil gebrak meja dengan keras


Mantannya Ilham dengan perasaan penyesalan dan sedih, karena rencana nya gagal membujuk Ilham untuk balikan lagi, padahal cuman Ilham harapannya untuk mengembalikan kemewahan yang sudah hilang. kini sirna karena Ilham menolak kehadiran dan tawarannya sama sekali males untuk balikan.


Saat mantannya Ilham keluar dari ruangannya Ilham, Putri, Margaretha, dan David. masuk kedalam ruangannya Ilham. David yang tahu perempuan yang barusan keluar cuman bisa menahan diri untuk tidak membahasnya didepan Putri.


" Kalian sudah mau berangkat? Vid biar saya saja yang mendampingi mereka, kamu yang disini saja." Ucap Ilham yang malas di kantor apa lagi setelah kejadian tadi

__ADS_1


" Dasar yah, pasti badmood nih orang." Batin David yang faham sama Ilham, yang malas urusan pribadi dibawa bawa ke kantor.


" Yah sudah, mereka pergi sama kamu, saya yang handle urusan kantor." Ucap David yang faham sama kondisinya Ilham


" Yah ampun, kenapa harus sama Daddy sih." Batin Putri malas harus memantau proyek sama Ilham.


Putri dan Margaretha jalan duluan keluar dari ruangannya Ilham, membuat Ilham langsung merapihkan meja kerjanya dan nyusul Putri dan Margaretha.


Dilain sisi, Putri sengaja sibuk main handphone selama didalam mobil, sedangkan Margaretha ngecek mata kuliah yang akan dipelajari nanti.


" Anak anak, apa kalian ngantuk?" Tanya Ilham melihat Putri dan Margaretha sibuk masing masing.


" Lumayan om, tapi kan namanya kerja tidak boleh seenaknya om." Ucap Margaretha melihat Ilham mengendari mobil


" Memangnya kenapa Daddy?" Tanya Putri melihat Ilham


" Tidak usah Daddy, nanti terbiasa tidur lagi kita. nanti kita atur jam tidur malam kita Daddy, supaya tidak ngantuk saat bekerja dan kuliah nanti." Lanjut Putri merasa tidak enak walaupun mulai ngantuk


" Iyah om, kalo kita setiap memantau proyek mendapatkan tidur, kasihan yang lainnya selalu berharap mendapatkan giliran memantau proyek untuk tidur didalam mobil.' Lanjut Margaretha setuju sama ucapan Putri


" Yah sudah kalo kalian memang tidak mau, tapi ingat yah kalo badan sudah tidak enak, wajib istirahat yah, semua karyawan di kantor juga dikasih kesempatan istirahat kalo sakit bener bener tidak bisa ditahan." Lanjut Ilham terus terang, Ilham tidak ingin menjadi atasan yang seenaknya sama karyawan.


" Beres bos Daddy" Ledek Putri terkekeh.


" Sama kamu, Daddy berasa muda Put, bersyukur sampai detik ini kagum sama anak sebaik dan bisa jaga sikap sama ucapannya.' Batin Ilham, Ilham melihat Putri yang kembali sama handphone nya.


Dilain sisi, Amanda melihat manajer pemasaran keluar dari ruangan, langsung manggil OB untuk mesen kopi. rasanya ngantuk dan lelah sekali.

__ADS_1


" Ternyata kerja dikantoran tidak semudah yang dilihat yah, cape sekali rasanya tiga jam didepan komputer dan coret coret kertas." Protes Amanda merasa badannya pegel semua.


" Yah memang seperti ini dunia kerja Man, cape dan nahan ngantuk dan cape. selama delapan jam bekerja. apapun profesinya seperti ini Man. dijalani saja Man, dari pada jadi pengangguran kan lebih keren seperti ini kita." Ucap Dela yang faham sama keluhannya Amanda


" Sama saya juga, tapi bener kata Dela, namanya pekerjaan yah harus rela berkorban Man, rela mengorbankan waktu tidur dan bersantai santai.walaupun kita sahabatnya Putri tapi tidak bisa seenaknya selama kerja." Ucap Vivi yang berusaha bisa menerima konsekuensi menahan ngantuk dan lelah.


" Sudah lebih baik sekarang kita pesen kopi, supaya tidak mengantuk lagi temen temen." Lanjut Amanda Yanga sudah pesen duluan


Vivi langsung telefon OB untuk pesan dua kopi, Vivi sambil nunggu kopi diantar, mendengarkan Vidio lagu kesukaannya.


Dilain sisi, Ilham ngajak Putri dan Margaretha keliling proyek yang sudah dibangun sama tukang tukang bangunan, Ilham menjelaskan nama nama barang yang dibutuhkan untuk pembangunan.


" Saat kuliah nanti, barang barang diruangan ini, akan masuk kedalam ruangan, kalian akan diminta membuatkan miniatur bangunan yang kalian kerja kan." Ucap Ilham pegang kayu yang ada didepannya.


" Wow keren sekali om, jadi tertarik membuat miniatur om, sebelum jadi pembangunan di perumahan elite." Ucap Margaretha tidak menyangka kalo Ilham yang menemaninya untuk memantau proyek pembangunan rumah


" Miniatur sebagai contoh yang akan kalian bangun seperti apa saja, dari tampak depan, samping, dan belakang bangun." Penjelesan Ilham


" Apa kita bisa coba bikin Daddy? biar di kampus tidak kesulitan membuatnya?" Tanya Putri antusias


" Bisa saja nak, itu sebagai media promosi untuk perusahaan." Lanjut Ilham senyum bahagia, karena Putri mau membuat miniatur bareng Ilham


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir hguys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.



__ADS_1


__ADS_2