
Putri terpaksa ikut Ilham dan David ikut pulang, Putri rasanya ingin sekali menemani Amanda seharian di rumah selama berduka.
" Jangan sedih sedih terus yah Putri sayang, Daddy ada surprize untuk Putri supaya enggak sedih terus menerus
" Surprize apa Daddy?" Tanya Putri langsung melihat Ilham
" Mending dikasih tahu pasti hari Jum'at depan saja Ham" Ucap David, menurutnya dikasih tahu sekarang kurang seru
" Bener juga yah, yah sudah Jum'at saja yah. ayah dan om David kasih tahu Putri. janji yah jangan sedih terus sama musibahnya Amanda oke." Lanjut Ilham yang enggak ingin Putri larut dalam kesedihannya
" Yah Daddy, maaf yah." Lanjut Putri yang berusaha mengerti akan keinginan ayah angkatnya.
Dilain sisi, Amanda males menanggapi ucapan demi ucapan kasar neneknya, seolah menyalahkan Amanda dan bunda nya atas meninggal ayah nya Amanda.
__ADS_1
" Nek, percuma menyalahkan kita terus menerus, bunda dan Amanda dari awal sudah menolak kehadiran bapak. soal kecelakaan bapak itu murni kecelakaan dan bukan kesalahan kita, jadi mau sampai kapan pun nenek menyalahkan itu percuma nek." Tegas Amanda semakin kesal sama neneknya yang keras kepala
" Tapi kalo kalian enggak bertingkah, musibah ini enggak akan terjadi kan. kalian bener bener enggak berguna, dan menyesal saya sudah memberikan restu pernikahan sama perempuan enggak tahu diri seperti kamu." Bentak neneknya Amanda melihat bunda nya penuh kebencian
' Lebih baik ibu pergi dari sini, dan kita putus siraturahmi Bu, karena dari awal anak ibu pergi saya sudah melupakan anak ibu selamanya. jadi jangan pernah datang kesini lagi apapun alasannya" Tegas bunda nya Amanda penuh amarah karena selalu disalahkan
" Dasar kalian enggak tahu terimakasih" Bentak neneknya Amanda semakin kesal dan langsung meninggalkan rumahnya Amanda
" Kita harus ikhlas yah nak, walaupun selama hidupnya bapak egois enggak peduli sama kita sama sekali, tapi bapak tetep orang tua Amanda yang membutuhkan doa anak satu satu nya yah." Ucap bunda nya Amanda bijaksana
Amanda baru merasakan seperti Putri yang ditinggalkan selamanya sama ayah nya, Amanda langsung ke kamarnya untuk menenangkan diri.
Dilain sisi, Dela dengan antusias menceritakan pekerjaan baru yang ditawarkan Ilham untuk Putri dan temen temennya, Orang tuanya Dela merasa bangga anaknya pembawa hoki untuk kedua orangnya berkat bakatnya.
__ADS_1
" Bapak enggak melarang Dela jadi model untuk perusahaan sendiri, selama itu dari perusahaan enggak masalah, tapi jangan cari pekerjaan selain dari pak Ilham yah, karena membagi waktu itu enggak mudah." Ucap ayah nya Dela
" Enggak akan terjadi pak, lagian bonus yang diberikan om Ilham juga besar ngapain harus cari ditempat lain pak." Ucap Dela yang ingin bekerja sebagai desain interior lebih menyenangkan
" Bagus, yah sudah istirahat yah Del, besok kan sudah mulai sekolah." Lanjut bapak nya Dela
Dilain sisi, Putri melanjutkan mendesain rumah impiannya, Putri ingin sekali rumah impiannya di kontrakan supaya terus dirawat dan Putri bisa kapan saja ke rumah impiannya.
" Rumahnya sepertinya bagus Put" Puji Arini yang menemani Putri membuat desain rumah impiannya.
" Iyah ka, kan mau saya kontrakan setiap setahun sekali ka, pas Putri nikah bisa tinggal dirumah itu, supaya enggak kosong dan tetep terawat makannya mau di kontrakan ka." Ucap Putri jujur, Putri ingin sekali punya hasil yang membanggakan dari kerja kerasnya
" Jadi enggak sabar melihat hasilnya Putri, ide yang bagus di kontrakan Putri, yah sudah lanjut gambarnya ka Arini mau nonton Drakor yah." Lanjut Arini yang mulai membuka laptop milik Putri yang selalu dipakai untuk nonton
__ADS_1