
Amanda ngajak Putri belajar pelajaran yang tadi dibahas sama guru, sedangkan Dela berusaha bantuin Putri untuk menjelaskan pelajaran yang paling disukai sama Putri
" Au, kepala saya sakit sekali." Ucap Putri yang pegang kepalanya
" Ini Putri diminum dulu obatnya" Ucap Amanda panik, dan langsung ambil obat yang sudah disusun sama Arini di meja
' Terimakasih Amanda" Lanjut Putri lirih, dan langsung minum obat yang dikasih Amanda barusan
" Kamu kenapa sakit kepala Putri?" Tanya Margaretha penasaran
" Entah lah Margaretha, yah sudah kita lanjut belajarnya." Lanjut Putri yang berusaha menahan rasa sakit di kepala, karena merasa tidak enak kalo temen temennya pulang karena Putri merasa sakit kepala
" Apa Putri mulai mengingat sesuai yah, berjuang lah Putri untuk sembuh, jangan mau dimanfaatkan lagi sama Amanda seperti dulu." Batin Dela penuh harap
Dilain sisi, David kasih ATM untuk keperluan Putri selama di apartemen, walaupun diam diam David memasang m-banking di handphone nya memantau pengeluaran yang dilakukan sama Arini.
" Saya akan dengan bijaksana mengatur keuangan untuk kebutuhan Putri pak, terimakasih sudah memberikan kepercayaan untuk saya pegang ATM ini." Ucap Arini berusaha tenang diberikan kepercayaan untuk mengatur keuangan sesuai kebutuhan Putri
" Sama sama Arini, saya dan Ilham tidak bisa sering kesini, tapi kamu harus ingat jadwal Putri untuk periksa kondisinya lagi, dan kalo membutuhkan biaya tambahan bilang saja tinggal saya transfer, kamu gajian juga akan saya transfer di ATM itu, saya percaya sama kamu Arini." Ucap David optimis Arini tidak mengecewakan nya selama bekerja
" Terimakasih sekali lagi pak David, insyaallah saya bisa menjaga dengan baik amanah ini pak." Lanjut Arini, yang tidak ingin mengecewakan atasannya yang sudah memberikan banyak kepercayaan sama Arini
Dilain sisi, Putri mengambil mainan monopoli dan congklak, yang dibelikan sama Ilham saat perjalanan menuju apatermen tadi.
" Astaga Putri, masih saja mainan seperti ini." Batin Vivi sambil geleng geleng kepala
" Amanda, waktu itu kamu kan minta saya beli ini dan saya nabung loh buat beli ini pakai uang jajan saya." Ucap Putri terus terang
" Amanda kamu minta Putri beli mainan ini?" Tanya Dela melirik Amanda kesel
" Iyah waktu itu, sudah lah jangan dibahas, hayo main saja." Ucap Amanda kesal, dan heran kenapa mainan congklak dan monopoli masih ada.
" Yah sudah yuk temen temen main bareng" Lanjut Putri sejujur merasa canggung main sama Dela, Margaretha, dan Vivi. merasa baru pertama kali main bareng
" Dasar Amanda, pasti selalu memanfaatkan Putri dimasa lalu, untungnya sekarang sudah tidak semudah itu." Batin Dela kesal karena Amanda temen yang tidak baik untuk Putri
Dilain sisi, Ilham memantau kegiatannya Putri dari cctv yang diam diam dipasang sama Ilham, Ilham sengaja mengawasi kegiatan Putri karena Putri tanggung jawabnya Ilham sekarang.
" Syukur lah, disaat sakit seperti ini ada Dela dan temen temennya yang selalu ada untuk Putri,jadi tenang menjauh seperti ini." Ucap Ilham senyum lega karena tidak salah memilih temen untuk Putri
Dilain sisi, David dan Arini masak untuk Putri dan temen temennya makan malam bareng, David melihat Arini senyum bahagia mulai merasakan kagum melihat Arini. cantik, rajin, dan baik.
__ADS_1
" Anak anak pulang jam berapa?" Tanya Arini saat menyusun makanan diatas meja makan
" Setelah makan saja, mereka saya antar pulang ke rumah masing masing." Ucap David ambil piring dan susun diatas meja makan
" Oh setelah makan, terus mulai nginepnya kapan?" Tanya Arini penasaran
" Mulai besok, mereka sudah nginep disini bergantian, syukurnya kita sudah mendapatkan ijin dari orang tua mereka untuk menemani Putri selama di apartemen." Lanjut David mencuci buah sebagai makanan penutup setelah makan malam.
Dilain sisi, Dela melihat lihat koleksi foto fotonya Putri, yang sengaja Arini Pasang didinding kamarnya Putri, Dela merasa heran tidak ada satu pun foto Amanda bareng Putri.
" Man" Ucap Dela manggil Amanda yang lagi asik main handphone
" Apaan sih Del?" Tanya Amanda tidak suka ngobrol sama Dela
" Sini lah, saya mau tanya sama kamu." Lanjut Dela kesel
Amanda dengan malas jalan kearahnya Dela
" Kenapa tidak ada foto kamu sama sekali bareng Putri?" Tanya Dela penasaran
" Berteman tidak harus saling foto foto kan." Lanjut Amanda kesal, selama ini Amanda memang malas foto foto sama Putri, berteman sama Putri karena kepintaran Putri dalam pelajaran, dan selalu memanfaatkan Putri untuk beli mainan, Putri salah satu temen yang pendiam dan tidak pernah berteman sama siapapun selain Amanda
" Halah, saya saja banyak kok foto sama Vivi dan Margaretha, di setiap momentum. dasarnya berteman sama Putri tidak tulus yah begini banyak alasan." Ledek Dela sambil senyum sinis
Dilain sisi, David yang mendengar keinginan Putri untuk sekolah jadi bingung, karena Ilham masih belum mengijinkan Putri untuk pergi sekolah.
" Hayo lah om, pulang bosan di apartemen terus, Putri juga sudah banyak ketinggalan pelajaran om, bisa bisa bapak dan emak marah sama Putri karena bolos sekolah." Ucap Putri memelas menatap David
" Baik lah Putri, tapi kamu harus pakai kursi roda, dan kemana pun kegiatan di sekolah. harus mau dibantu sama Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. dan pulangnya diantar sama supir ya, bagaimana mau?" Tanya David terpaksa dari pada pusing mendengar kan rengekan Putri
" Tapi om, Putri tidak terbiasa merepotkan siapapun om, jadi boleh kan Putri sekolah lagi?" Tanya Putri harap harap cemas
" Dua hari lagi yah baru boleh kembali ke sekolah." Lanjut David lupa tanya ke kepala sekolah bahas kondisinya Putri sama pihak sekolah
" Yah sudah om, Putri kembali ke kamar lagi." Lanjut Putri pasrah dan takut melawan David
" Astaga, terlalu banyak pekerjaan sampai lupa bahas sama kepala sekolah dan guru gurunya Putri, lagian Ilham juga tidak bahas hal ini juga" Batin David sambil melihat cctv yang terpasang di setiap sudut apartemen
***********************&********************&
Ilham siap siap ke sekolahnya Putri, bahas kondisinya Putri dan menyesuaikan pelajaran yang wajib Putri pelajari.
__ADS_1
" Bro, temani ke sekolah nya Putri yah, setelah itu kita bareng ke kantor." Ucap Ilham merapihkan berkas berkas
" Males ah Ham, saya ingin secepatnya ke kantor, pertemuan begitu tidak sebentar bro. terimakasih yah sudah diijinkan kegiatan panas saya semalam sama cewek bayaran saya." Ucap David
" Dasar kamu tuh, yah sudah saya sendirian deh, jangan sering sering melakukan itu di rumah saya, karena saya risih Vid." Protes Ilham sama sekali tidak suka sama sekali sama hobi buruknya David
Dilain sisi, Amanda siap siap berangkat sekolah, semenjak bapak nya meninggal dunia, Amanda jauh lebih perhatian ke bunda nya dan tidak sekasar dan seenaknya lagi sama orang tua.
" Bunda, sini Amanda bantu siapin sarapannya yah" Ucap Amanda yang langsung ambil piring di lemari
" Tidak usah Manda, kamu lanjutkan saja siap siap berangkat sekolahnya, ini juga sudah mau selesai kok masaknya." Ucap Bunda nya Amanda langsung ambil piring yang dipegang Amanda
" Tapi bunda, mau bantuin bunda tahu, soal berangkat sekolah kan sekarang sudah ada motor jadi tidak akan kesiangan bunda berangkat sekolah nya." Lanjut Amanda merasa sedih dilarang bantuin bunda nya
" Iyah bunda tahu, tidak masalah sayang, sudah sana lanjutkan saja siap siapnya awas ada yang ketinggalan buku dan alat tulisnya" Lanjut bunda bangga dan terharu sama perubahan sikap dan ucapannya Amanda
" Yah sudah bunda, Amanda ke kamar dulu kalo begitu." Lanjut Amanda pasrah dan langsung jalan ke kamarnya
Dilain sisi, Margaretha ngecek kondisi motornya, sebelum berangkat sekolah, bunda nya Margaretha membawakan bekel makan siang Margaretha.
" Apa motornya siap berangkat?" Tanya bunda Margaretha melihat anaknya sibuk sama motornya
" Sudah dong bunda, semuanya aman bunda, yah sudah Margaretha berangkat ke sekolah dulu yah" Ucap Margaretha langsung ambil bekel yang dipegang bunda nya dan ditaro kedalam tasnya
Dilain sisi, Dela dan Vivi sarapan bareng di rumah nya Vivi, sesekali Dela ngecek tugas sekolah yang sudah dikerjakannya.
" Walaupun Putri amnesia, tidak mengurangi kecerdasan Putri yah Vi" Ucap Dela bangga sama Putri
" Iyah, luar biasa sih, kita belum tentu seperti Putri yang memang dasarnya cerdas sih Del. tugas sekolah saja Putri yang mengerjakannya punya kita dan yang lain kan kemarin. walaupun kita bisa mengerjakan tapi Putri memaksa justru hasilnya sempurna bener semua." Puji Vivi yang kagum sama Putri yang kemampuan kecerdasannya tidak berkurang karena kondisinya.
Dilain sisi, Ilham membicarakan kondisinya Putri yang mengalami sakit amnesia, ditemani sama dokter ketemu sama guru dan kepala sekolahnya Putri.
" Menurut saya, Putri tetep belajar tapi di apartemen saja, supaya tidak menganggu konsentrasi temen temennya Putri untuk pelajaran yang sekarang sedang berjalan, dan supaya Putri tidak merasa bingung dengan apa yang sedang dipelajari dan yang Putri ingat. karena dengan mengijinkan Putri ke sekolah itu artinya memaksa Putri untuk mengingat, karena akan bahaya untuk kondisinya Putri sakit kepala yang berlebihan bahkan bisa sampai pingsan jika Putri tidak kuat dengan rasa sakitnya." Penjelasan Dokter panjang kali lebar
" Boleh saja, lalu hari apa saja guru guru diijinkan untuk ngajarin Putri selama sakit?" Tanya Ilham yang merasa lega karena Putri tetep belajar
" Hari Sabtu dan Minggu saja pak, tapi saya saran kan temen temen deketnya, jangan bahas pelajaran apapun didepan Putri, supaya Putri tidak bingung. nanti saya akan ikut ke apartemen untuk kegiatan belajarnya Putri, kami anggap Putri tetep masuk sekolah walaupun mengulang yang dibahas sama guru guru sesuai mata pelajaran." Ucap kepala sekolah yang memberikan solusi terbaik untuk Putri
" Boleh juga pak, nanti saya bilang ke Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. untuk tidak membahas pelajaran apapun sama Putri. terimakasih atas ijinnya bapak bapak dan ibu ibu guru semuanya." Lanjut Ilham lega karena akhirnya mendapatkan solusi untuk masalah sekolah nya Putri
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1