
Putri yang kesel kejadian kemarin berusaha untuk bersikap biasa saja didepan Bagas, beda sama Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. yang hobi ngerumpi dan membahas cowok parasit. Bagas yang tahu dilihatin sama Dela dan yang lain langsung datang ke bangkunya Dela.
" Ada masalah apa kalian melihat seperti itu ke saya?" Tanya Bagas yang enggak suka jadi bahan gosip temen temennya
" Enggak ada masalah sih, cuman kesel saja sama kamu yang tega ninggalin Putri sendirian di mall cuman karena enggak dipinjamkan uang untuk beli barang barang futsal" Sindir Vivi yang anti sama cowok sederhana tapi tega manfaatkan kebaikan orang lain
" Putri kamu cerita sama mereka?' Tanya Bagas kesal kearah Putri
" Enggak cerita, tapi enggak sengaja ketemu sama kita mau jalan jalan ke mall, kita tanya ngapain di mall sendirian yah dia cerita dong, sama kita yang akhirnya kita nonton bareng dan bayar sendiri sendiri. kasihan kan temen kita ditinggalin karena enggak pinjemin uang, tega sekali jadi cowok." Penjelasan Dela, yang berhasil mendapatkan perhatian temen temen sekelas
" Barang barang futsal? memangnya Bagas main futsal?" Tanya salah satu temen Putri yang nimbrung
" Datang kelapangan saja enggak, pake mau beli barang barang futsal buat apa?' Sindir temennya Putri yang biasa olahraga futsal
" Paling buat dijual lah, mana pernah Bagas olahraga bareng kita." Sindir anak futsal
__ADS_1
" Sial, jadi bahan Bullyan karena Putri, bener bener perempuan ini." Batin Bagas kesel, karena niat jahatnya sama Putri ketahuan sama temen temen sekelas, Bagas kembali ke kursinya tanpa melanjutkan obrolan tadi
" Dasar cowok parasit, enggak sebodoh itu memanfaatkan perempuan yang punya kelebihan harta. kasihan jadi malu sendiri deh hahahaha." Ledek Amanda ketawa puas, Bagas melihat Amanda dengan tatapan marah tanpa menjawab sama sekali
" Sudah sudah temen temen, jangan berlebihan ledekin temen sendiri, apa lagi rame seperti ini kan." Ucap Putri merasa enggak enak sama Bagas, tapi itu lah hukuman sosial buat orang yang ketahuan jahat.
Dilain sisi, Ilham membaca email yang dikirim sama Putri, desain Villa yang diminta sama Ilham, Ilham langsung cari tanah untuk membangun villa untuk Putri sesuai desain yang Putri buat sendiri.
" Imajinasinya bagus juga, baiklah dikasih saja, biar semakin semangat bekerjanya." Ucap Ilham suka hasil desain yang dibuat sama Putri.
" Baca email dari Putri, tolong Carikan tanah yah di daerah Bogor atau Bandung, saya mau membangun villa buat Putri dari hasil desain bikinan Putri sendiri." Ucap Ilham yang kasih lihat laptopnya
" Oke bos, gampang soal itu, buruan siap siap soalnya kita mau rapat." Lanjut David yang melihat hasil gambarnya Putri di laptopnya Ilham
Ilham menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk rapat, sedangkan David mulai mencari tanah yang dijual daerah puncak, David mendapatkan ide dari proyek yang dibuat sama Putri.
__ADS_1
Dilain sisi, Putri, Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. mengerjakan tugas sekolahnya di dalam kelas, Putri lagi malas makan di kantin karena sudah bawa banyak makanan bikinan Arini yang sengaja membuat bekel untuk Putri dan temen temennya.
" Serius sekali Put main hanphone nya sampai enggak mau ngobrol" Ledek Margaretha yang melihat Putri sibuk sendiri sama handphone nya
" Proyek yang dikasih Daddy berhasil temen temen" Ucap Putri bahagia akhirnya bakal punya villa bikinan sendiri
" Proyek apa? kok kita enggak dikasih tahu?' Tanya Dela yang ketinggalan info
" Kata Daddy, saya mau dikasih Villa cuman villa nya bikinan sendiri, kalo bagus dibangun villa sesuai buatan saya, dan Alhamdulillah Daddy bilang desain nya bagus dan harganya juga murah, jadi bisa dibangun begitu." Lanjut Putri bahagia dan bangga akhirnya punya villa hasil kerja kerasnya disela sela kesibukan nya.
" Wah keren sekali dan enaknya yah, punya ayah seperti om Ilham, mau bangunan tinggal gambar dan dicarikan tanah tinggal dibangun. saya iri sekali Put." Ucap Vivi merasa iri, betapa beruntungnya Putri mendapatkan ayah angkat yang bisa mewujudkan apapun yang Putri inginkan
" Jangan iri seperti itu, kamu bisa kok bikin villa atau rumah sendiri, banyak nabung untuk bisa mewujudkan nya Vi, setiap orang kan hokinya beda beda." Lanjut Putri merasa enggak enak cerita apa yang mau dikasih sama Ilham
"Iyah Put, saya juga punya impian punya rumah sendiri, mau nabung Put." Lanjut Vivi optimis mampu membangun rumah impiannya.
__ADS_1