Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Semangat belajar untuk naik kelas


__ADS_3

Ilham meneliti setiap gambar yang dibuat Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. Ilham membahas perkembangan sekolahnya Putri dan temen temennya ditengah tengah kesibukan membuat desain terior.


" Alhamdulillah lancar om, Minggu depan kita sudah ulangan untuk kenaikan kelas om." Ucap Putri bahagia, karena sebentar lagi akan melepas panggilan adik kelas.


" Alhamdulillah lancar, om enggak ingin karena pekerjaan nilainya turun drastis yah. Semangat belajar untuk naik kelasnya dan lebih fokus belajar ingat membuat desain ini setelah belajar yah." Ucap Ilham tegas, Ilham enggak ingin disalahkan karena dirinya prestasi Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. turun dengan drastis


" Beres om, itu sih pasti yah, saya juga enggak mau kehilangan pekerjaan ini om. karena bekerja saat masih sekolah itu enggak mudah dan sulit di dapatkan om" Ucap Dela, Dela pernah melihat Kaka nya dulu saat SMU mau melamar pekerjaan sambil sekolah selalu di tolak.


" Om pegang janji kalian yah" Lanjut Ilham senyum tulus


" Beres om" Lanjut Putri optimis


" Bagaimana desain apaterment kita?" Tanya Amanda antusias

__ADS_1


" Untuk halaman parkir dan dekorasi untuk tamannya bagus bagus, pertahankan kwalitas kalian yah, sekarang bikin selanjutnya tapi ingat setelah belajar yah, om akan melihat kalian belajar langsung juga." Tegas Ilham menatap Putri anak asuhnya dengan senyum manisnya


" Saya enggak akan mengecewakan om, tanpa om hidup saya mungkin sengsara sekarang, hidup tanpa keluarga satu pun" BatIn Putri dengan lirih, Putri merasa bersyukur masih ada Ilham dengan suka rela memberikan tempat tinggal dan kehidupan jauh lebih baik.


" Yah sudah kalian lanjutin belajarnya yah, saya mau pergi sama David dulu." Lanjut Ilham, Ilham enggak pernah membahas soal proyek proyek yang sudah dikerjakan sama Putri, Dela, Vivi, Margaretha, dan Amanda. supaya Putri enggak memikirkan rapat dan kunjungan kerja memantau proyek pembangunan sama sekali


" Oke bos" Lanjut Putri, Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha bersamaan.


" Gemesnya mereka" Batin Ilham geleng geleng kepalanya


Dilain sisi, David jalan jalan santai sama dua perempuan bayarannya, David berasa keren bisa jalan di dampingi sama dua perempuan sekaligus ditempat umum.


' Sayang, katanya mau pergi sama Ilham? enggak jadi?" Tanya temen ranjangnya David

__ADS_1


' Belum di telefon sama Ilham, dia masih sibuk sama pacar kecilnya biar lah." Ucap David santai, David enggak membayangkan Putri jadi istrinya Ilham


" Dasar Ilham, nyari yang masih bocil kenapa enggak kita kita saja sih, sama sama fresh juga" Ucap temen ranjangnya David


"Apa fresh?, hahahaha coba sana ambil kaca pembesar. wajah dan badan kalian sudah penuh luka dibilang freesh hahahaha." Ledek David ketawa puas


" Sial, Iyah masih fresh kalo tidur sendirian di kontrakan tapi kalo diluar yah enggak" Lanjut temen ranjangnya David


" Dasar cewek gila, tapi kalian memang luar biasa sih, kalo anyem sudah saya buang kalian. hahahaha" Ledek David ketawa puas, Tangannya David enggak bisa diam kemana mana membuat dua wanita disampingnya nahan geli akibat tangannya David


Dilain sisi, Putri ngajak temen temennya berenang di halaman belakang rumahnya Ilham, Ilham melihat Putri dan temen temennya menikmati fasilitas yang dimiliki Ilham


" Mereka selalu begitu pak, mereka makannya betah nginep disini." Ucap Arini, Arini berdiri disampingnya Ilham

__ADS_1


" Enggak masalah Arini, asal Putri bahagia itu lebih penting untuk kita." Ucap Ilham senyum bahagia, Ilham enggak mempermasalahkan temen temen nya Putri banyak yang main asal bikin Putri bahagia


" Bener pak" Lanjut Arini, Arini melihat perkembangan Putri dari awal dijagain sampai sekarang selalu bahagia di kelilingi sama temen temen yang selalu berantem tapi bisa akur


__ADS_2