
Bunda nya Amanda menatap suaminya penuh amarah, bisa bisanya ganggu anaknya disekolah dan membuat anaknya malu. David yang melihat bunda nya Amanda nangis merasa enggak tega.
" Apa yang kamu inginkan? kalo mau rujuk enggak seharusnya ganggu anak di sekolah, pakai cara jatuh segala, saya bukan perempuan bodooh yang enggak tahu maksud kamu." Bentak bunda nya Amanda penuh amarah
" Habisnya saya mau ketemu anak saya, kesulitan jadi yah ketemu di sekolah saja. saya ingin memperbaiki rumah tangga kita, berikan saya kesempatan" Ucap ayah nya Amanda penuh drama
" Maaf, saya enggak mau dan semakin menolak ajakan kamu, luka selama sepuluh tahun enggak semudah itu untuk sembuh dengan kata maaf, saya dan Amanda melewati hari hari pahit berdua tanpa kamu, jadi saya semakin yakin bercerai dari kamu, jadi saya minta tolong stop jangan ganggu saya apa lagi Amanda kasihan Amanda yang sudah merasakan kehilangan sosok yang dirindukan dan jangan ganggu ketenangan Amanda lagi." Tegas Bunda nya Amanda semakin benci sama suaminya
" Maaf bukannya ikut campur, tapi hati perempuan mana yang bisa terima begitu saja disakiti selama bertahun tahun, jadi jangan ganggu ketenangan istri dan anak kamu lagi. Amanda tanggung jawab saya dan Ilham, jangan karena kehadiran anda Amanda enggak bisa bahagia, enggak fokus dalam belajar, dan enggak fokus dalam bekerja. sampai saya tahu anda masih ganggu Amanda, bodyguard saya yang akan turun tangan." Ancam David, David enggak ingin Amanda diganggu kebahagiaan nya
" Sampai kapan pun, kamu tetep istri saya, dan Amanda anak kandung saya, saya enggak akan menerima perceraian ini, saya ingin memperbaiki kesalahan saya di masa lalu, saya akan membuktikan kalo saya sungguh sungguh ingin berubah lebih baik." Tegas ayah nya Amanda enggak mau menyerah demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
" Egois, sudah yuk pak kita pergi, tinggalkan saja laki laki egois ini." Lanjut bunda nya Amanda kesal, dengan sengaja pegang tangannya David meninggalkan kamar rawat ayah nya Amanda
Dilain sisi, Bagas memperhatikan Putri yang lagi asik makan siang bareng Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. Bagas masih berusaha mendekati Putri untuk memanfaatkan kenaikan Putri.
__ADS_1
" Bagaimana caranya bisa Deket sama cewek itu yah" Ucap Bagas yang terus memperhatikan Putri
" Kamu terlalu ceroboh bro, memanfaatkan Putri dengan terang terangan coba pelan pelan tapi pasti bro, sekarang yah susah lah bro deketknny. apa lagi temen temennya cerewet semua dan siap membela Putri bro." Protes temennya Bagas
" Iyah bro, terlalu ceroboh saya terus sekarang harus bagaimana dong?" Tanya Bagas frustasi
" Bahas tentang pelajaran, minta maaf deketin pelan pelan si Putri, jangan berbuat ceroboh lagi." Lanjut temennya Bagas
" Yakin cara itu bisa? baik lah saya akan deketin Putri dan pura pura suka sama dia" Tanya Bagas langsung senyum licik
Tanpa disadari Bagas dan temennya obrolannya didengar sama Ilahm dan David, Ilham tentunya enggak akan membiarkan Putri Deket sama cowok matre seperti Bagas.
Dilain sisi, Putri diam diam membuat desain rumah, Putri ingin sekali tanah kosong bekas rumah peninggalan orang tuanya dibangun rumah lagi. Putri ingin sekali memanfaatkan tanah kosong dibangun rumah impian Putri.
" Emak dan bapak, Putri sudah bisa membangun rumah, Putri diam diam akan nabung untuk membangun rumah di tanah bekas rumah lama kita." Batin Putri optimis mampu membangun rumah dengan hasil sendiri
__ADS_1
" Putri, nanti jalan jalan yuk ke Bali, liburan ramaen disana mau enggak?" Tanya Dela ingin sekali ke Bali bareng temen temen
" Ijin dulu yah sama Daddy, paling saya ajak ka Arini buat temani selama liburan." ucap Putri, Putri enggak sabar ingin liburan di luar Jakarta
" Wih keren, yah sudah ajak ka Arini, dia orangnya seru." Lanjut Dela, beberapa kali nginep di rumahnya Putri jadi mengenal Arini asisten pribadinya Putri
" Memang mau ajak ka Arini, soalnya kata Daddy saya enggak diijinkan pergi jauh jauh sendirian, apa lagi kan kita masih SMU kan bahaya." Lanjut Putri terus terang
" Walaupun enggak seru ada pendamping tapi yah sudah lah, eh ya waktu kita ke kantornya Om Ilham ada foto Om Ilham di jet pribadi begitu, dan ada tulisan pembelian jet pribadi, coba ditanya masih ada enggak, kan enak naik pesawat sendiri." Ucap Amanda yang pernah melihat foto foto yang dipasang dikantornya Ilham
" Entah lah Man, nanti deh saya tanya sama Daddy, kalo bener kan kita jauh lebih hemat jalan jalannya kan." Lanjut Putri penasaran
" Kasih tahu kita yah, biar kita enggak usah beli tiket pesawat segala kan, uangnya buat jajan disana" Ucap Vivi ikutan penasaran, membayangkan betapa kerennya naik jet pribadi walaupun itu punya Ilham
' Beres deh temen temen" Lanjut Putri mengacungkan kedua jempolnya, Putri yang belum pernah jalan jalan jauh tentunya sangat bahagia dan penasaran rasanya naik pesawat pribadi
__ADS_1