
Bagas ke rumahnya Putri untuk minta ijin, jalan jalan sama Putri mumpung hari Sabtu libur kuliah dan libur kerja.
" Kalian pergi cuman berdua?" Tanya Ilham saat melihat Bagas didepan rumah
" Iyah om, boleh kan saya ajak Putri jalan, saya janji tidak sampai malam om jalannya. cuman makan dan nonton saja kok" Ucap Bagas ramah
" Bagaimana yah, saya tidak mau Putri naik motor karena saya kwartir kenapa kenapa selama dijalan, apa kalian mau diantar sama supir saja?" Tanya Ilham cemas akan keselamatan Putri dan penasaran apa saja yang diobrolkan Bagas dan Putri selama dijalan
" Baik lah om, saya tidak keberatan om, saya faham kecemasan om yang penting diijinkan jalan." Lanjut Bagas pasrah, dari pada rencana ngajak Putri jalan jadi gagal.
" Baik lah, tunggu sebentar yah, om panggil Putri dulu." Lanjut Ilham langsung masuk kedalam rumah.
Dilain sisi, Putri mengisi waktu luang, mengerjakan proyek yang dikasih sama Ilham kemarin, Putri melihat Ilham masuk kedalam kamarnya membuat Putri menghentikan kegiatannya.
" Ada apa Daddy?" Tanya Putri sambil melihat Ilham
" Bersiap siap lah, dibawah ada Bagas mau ajak kamu jalan jalan, diantar sama supir." Ucap Ilham kesel, karena sudah ada yang berani mendekati Putri.
" Ekspresi Daddy beda, apa Daddy cemburu yah, ya Tuhan apa yang harus saya lakukan." Batin Putri merasa tidak tega.
" Maaf Daddy, tapi Putri lagi mengerjakan proyek ini. nanti Putri bilang sendiri sama Bagas tidak bisa jalan." Ucap Putri, sejujurnya merasa serba salah, menerima ajakan Bagas tapi rasa rasa kesal Ilham terlihat dengan jelas.
" Yah sudah, terserah Putri saja. yah sudah kedepan bilang langsung sama Bagas." Lanjut Ilham langsung bahagia, karena Putri tidak jadi diajak jalan
" Tuh kan beda ekspresinya, astaga Daddy kenapa sejauh ini mencintai Putri." Batin Putri merasa heran sama Ilham
Dilain sisi, Bagas melihat Putri langsung berdiri, Bagas harus menelan salivanya saat mendengar Putri tidak bisa diajak jalan.
" Maaf yah Bagas" Ucap Putri merasa bersalah, tapi Putri tidak bisa juga membuat Ilham merasa cemburu karena harus melihat Putri jalan sama laki laki lain.
" Yah sudah tidak masalah Put, bisa lain waktu saja. semangat ngerjain tugas kantor yah. permisi" Ucap Bagas senyum ramah, walaupun tidak jadi jalan.
__ADS_1
Putri melihat Bagas pergi merasa tidak tega, tapi Putri lebih tidak tega melihat Ilham merasa cemburu, mau bagaimana pun Ilham sangat berjasa bagi kehidupan Putri saat ini. Putri berusaha menjaga perasaannya Ilham
Dilain sisi, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. merencanakan pergi ke salon, untuk rileksasi karena selama lima hari, tenaganya terkuras habis untuk bekerja dan kuliah.
" Kita tidak ngajak Putri?" Tanya Amanda saat siap siap naik motor
" Kita ketemu di mall saja, mana boleh Putri naik motor sama om Ilham kan." Ucap Dela menghela nafas kesal
" Ya dimaklumi saja, tanggung jawab ngurus anak orang kan tidak mudah, ngurus anak sendiri sama saja tidak mudah." Ucap Dela tidak mau menyalahkan Ilham terlihat berlebihan
" Iyah Del, yah sudah kita jalan duluan ke mall." Ucap Vivi langsung naik motor
" Andaikan almarhum bapak seperti om Ilham, pasti akan bahagia punya orang tua yang begitu memberikan perhatian berlebihan ke anak sendiri pasti sangat bahagia." Batin Amanda merasa iri, melihat Putri yang bener bener diberikan perlindungan sama Ilham
Dilain sisi, Putri siap siap untuk berangkat ke mall, Putri merasa lega dan bahagia akhirnya bisa jalan tanpa membuat Ilham sedih.
" Daddy, Putri mau nyusul temen temen ke mall boleh kan?" Tanya Putri berusaha tenang, walaupun gugup menghadapi Ilham semenjak tahu perasaan Ilham, membuat Putri tidak nyaman setiap ngobrol sama Ilham
" Boleh sayang, mau diantar Daddy atau sama supir?" Tanya Ilham, Ilham senyum melihat penampilan Putri terlihat sangat cantik
Dilain sisi, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. menikmati pijitan yang diberikan sama pelayan salon, membuat badan Amanda jauh lebih rileks.
" Enaknya badan ini jadinya, sepertinya setiap Sabtu kita bakal kesini deh. buat dipijit seperti ini." Ucap Amanda merasa lega, karena rasa sakit di seluruh badan terasa hilang setelah mendapatkan pijitan.
" Boleh juga, jadi jadwal rutin kita yah temen temen, berarti kita juga harus lebih semangat menjalankan proyek proyek kerja kita. supaya kita bisa ke salon setiap Sabtu tanpa pusing sama sekali memikirkan biaya ke salon." Ucap Margaretha yang suka sama hasil pijitannya
" Iyah juga, boleh deh, kapan kapan kita ajak orang tua kita ke salon supaya bisa merasakan perawatan di salon." Ucap Vivi, yang punya rencana memanjakan ibu nya
" Setuju deh, eh yah Putri sudah sampai di parkiran Mall. kita nyusul yuk sekalian makan siang bareng" Ucap Dela setelah menjawab WhatsApp dari Putri
" Apa dia tidak mau dipijit disini?" Tanya Amanda
__ADS_1
" Tidak mau katanya, yah sudah yuk kita ke restoran Jepang, yang Deket parkiran mobil.' Lanjut Dela.
Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. langsung jalan ke restoran Jepang untuk makan siang bareng Putri.
Dilain sisi, Putri melanjutkan pekerjaannya sambil nunggu temen temennya datang, Putri sengaja bawa kerjaan supaya mengisi waktu luang.
" Maaf lama Put" Ucap Amanda yang jalan masuk kedalam restoran
" Santai saja, yah sudah makan yuk, setelah makan kita belanja yuk." Ucap Putri langsung merapihkan kertas kerjaannya.
" Kamu bawa kerjaan kesini?' Tanya Vivi melihat Putri masukin beberapa kertas
" Iyah, di mobil dan tadi nungguin kalian datang, lumayan sudah banyak yang dikerjain Vi, supaya tidak jenuh juga nunggunya." Lanjut Putri
" Rajinnya, saya saja belum mengerjakan sama sekali, rencananya setelah jalan jalan baru dikerjain Put." Ucap Dela duduk di kursi.
Pelayan restoran menghampiri Putri dan temen temennya, untuk pesan makanan dan minuman.
Dilain sisi, Ilham meminta David datang ke rumah, Awalnya David nolak karena lagi nanggung. akhirnya mau juga dipaksa sama Ilham.
" Dasar jomblo akut, ada apa sih manggil saya ke rumah?" Tanya David kesal saat masuk ke ruang kerjanya Ilham
" Si Putri, tadi ada yang mau ajak jalan jalan, terus ditolak sama Putri. saya tidak rela Putri Deket sama cowok lain Vid." Ucap Ilham lirih, rasa cinta untuk Putri masih ada.
" Astaga Ham, kamu jangan terus menerus egois Ham, tidak pantas lah kalian menikah Ham, secara dalam catatan negara kamu sebagai penggantinya orang tuanya Putri, wali hakim saat Putri nikah entah sama siapa. relakan Putri Ham, kamu mau Putri harus malu menikah sama kamu dan menjadikan kamu suami, lantas siapa yang menjadi wali nikah Putri nya?" Tegas David tidak habis pikir sama Ilham, yang terus menerus mencintai Putri
" Begitu juga sekarang, biarlah Putri Deket sama siapapun, dikasih kebebasan dan kamu jangan menunjukan rasa tidak suka apa lagi cemburu kamu Ham. ingat status kamu sekarang ayah angkatnya Putri itu artinya orang tua Putri Ham." Sambung David tegas, sejujurnya tidak tega melihat Ilham frustasi sama keadaannya seperti ini.
Ilham diam dan merenung apa yang diucapkan sama David, ada benarnya ucapan David tapi perasaannya ke Putri tidak hilang sama sekali.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1