Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Selamat jalan bapak


__ADS_3

Bunda nya Amanda menatap suaminya yang lagi tidur tenang selamanya, cuman bisa menatap kasihan, dan berusaha enggak peduli.


" Sekarang kamu sudah tenang dan lega, anak saya sudah enggak ada di dunia ini hah." Bentak nenek nya Amanda


" Maaf Bu, saya saja enggak kalo dia mau ke rumah, bahkan mobil yang disewanya mengalami kecelakaan Bu. jadi ini bukan salah saya." Bentak bunda nya Amanda enggak terima disalahkan atas meninggal anaknya


" Coba kamu enggak belagu nolak anak saya, jadi enggak seperti ini. apa kamu enggak fikirkan perasaannya Amanda saat tahu bapak nya meninggal dunia pas mau ke rumah hah." Bentak nenek nya Amanda menatap kesal mantan menantunya


" Kita lihat saja apa reaksi Amanda, anda jangan asumsi sendiri seperti ini. sudah diam saja, doain saja anak ibu sekarang, Amanda sudah dijalan pulang kesini, kita akan makam kan dia setelah Amanda datang." Lanjut Bunda nya Amanda, langsung pergi dari pada berdebat disaat duka seperti ini.


Dilain sisi, Ilham yang tahu ayah nya Amanda kecelakaan dan meninggal dunia, dengan sengaja ngajak Putri, David, Vivi, Margaretha, dan Dela. ke rumahnya Amanda.


" Om, kenapa semua nya ke rumah saya?" Tanya Amanda bingung, karena Ilham enggak cerita apapun

__ADS_1


" Sekali kali kita anter semuanya enggak masalahkan? Putri juga pasti seneng seneng saja anterin temennya sampai rumah." Ucap Ilham berusaha tenang dan enggak kasih tahu Amanda sama sekali.


" Bener Manda, biar sekali kali kita anter kamu, Vivi, Margaretha, dan Dela. pulang ke rumah langsung" Ucap Putri


" Terimakasih yah" Lanjut Amanda, nahan sedih entah kenapa merasa sedih hari ini.


Mobilnya Ilham tiba didepan rumahnya Amanda, yang sudah penuh dengan tetangga yang sudah datang dan ada bendera kuning, Amanda langsung lari masuk kedalam rumah. Amanda melihat bunda nya yang lagi ngobrol santai sama tetangga nya.


" Bapak kamu kecelakaan dan meninggal dunia saat dijalan mau kesini, kalo kalian enggak bikin ribet anak saya enggak akan meninggal seperti ini." Bentak nenek nya Amanda penuh amarah


" Loh nek, kecelakaan bapak kan bukan kesalahan Amanda dan bunda, lagi berduka justru menyalahkan yang bukan kesalahan kita." Ucap Amanda kesal sekali


" Sudah sudah, hayo kita makam kan supaya jasadnya segera dikebumikan." Ucap Ilham berusaha mengakhiri perdebatan Amanda sama neneknya

__ADS_1


" Silahkan" Ucap bunda nya Amanda


Warga mulai membawa jasad ayah nya Amanda, Amanda sejujurnya sedih saat tahu bapak yang selama ini dirindukan meninggal Dunia tapi enggak mau menyalahkan dan menyimpan kebencian terus menerus.


Ilham dan David membantu warga untuk membawa jenazah bapak nya Amanda ke pemakaman umum, sedangkan Vivi, Putri, Margaretha, dan Dela. menemani Amanda di rumah.


"Man" Ucap Putri yang faham akan kesedihan Amanda, karena Putri juga merasakan hal yang sama ditinggal kan sama orang tuanya.


" Saya baik baik saja guys, mungkin ini jalan terbaik mungkin, takdir orang kan enggak akan tahu kapan meninggalkan dunia ini. saya biasa saja, beda kalo bunda yang meninggal saya enggak sanggup hidup sendirian tanpa bunda. jadi kalian jangan kwartir yah, dan terimakasih atas kepedulian kalian sama saya." Ucap Amanda berusaha cuek, sebenci bencinya Amanda tetep saja sedih kehilangan orang tua yang dirindukannya.


" Saya percaya kok Man, harus semangat menjalankan kehidupan tanpa sosok ayah yang selamanya dirindukan. harus ikhlas dan sabar." Lanjut Putri yang tahu bagaimana ditinggal orang tua selamanya.


Dela, Vivi, Margaretha, dan Putri. bersamaan meluk Amanda yang lagi berduka kehilangan ayah yang selama ini meninggalkannya demi ego nya, saat berjuang demi rencana nya justru Allah memanggilnya dengan cara kecelakaan dan meninggal dunia.

__ADS_1


__ADS_2