Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Jangan harap bisa manfaatin Putri


__ADS_3

Bagas bersikap manis didepan Putri, membahas masa masa orientasi siswa dan pelajaran sekolah, membahas hobinya Bagas. sampai Bagas kagum saat tahu Putri sudah ada pekerjaan.


" Wah hebat sekali kamu Put, sudah berstatus karyawan bareng Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha." Puji Bagas, Bagas sudah membayangkan isi dompetnya Putri


" Alhamdulillah Bagas, ayah angkat saya mau menerima saya dan temen temen, jadi karyawannya enggak nuntut hasilnya cepat selesai." Ucap Putri bangga dan bahagia


" Pasti bonusnya besar yah Put, memangnya enggak cape belajar terus lanjut bikin desain bangunan?" Tanya Bagas penasaran


" Bonus yah, Alhamdulillah buat ukuran anak sekolah, kalo cape sih yah pasti cape tapi dinikmati saja lagian hasilnya memuaskan kok, lagian jam tidur sudah ditentukan jadi enggak memaksa bergadang sih." Lanjut Putri santai.


" Oh yah kita nonton yuk bagaimana?" Tanya Bagas melihat Putri, Bagas ingin mendekati Putri lebih dari temen


" Boleh saja Bagas" Lanjut Putri dengan lugu


" Yes bisa dibayarin, setelah nonton yang lain." Batin Bagas bahagia

__ADS_1


Supir nya Putri cuman bisa mendengar obrolan Putri tanpa niat ikut nimbrung, Supirnya Putri melihat senyum miring Bagas dan faham maksudnya.


Dilain sisi, Dela yang mendapatkan telefon dari Ilham langsung ajak Amanda, Vivi, dan Margaretha. jalan jalan ke Mall, Ilham membiayai belanjaan Dela demi menggagalkan rencana jahatnya Bagas.


" Tumben ngajak kita jalan?" Tanya Amanda penasaran karena Dela baru Deket sama Amanda


" Memangnya enggak boleh, lagi pengen saja mau jalan sama kalian. masa kerja bareng, belajar bareng, tapi main enggak pernah bareng?" Tanya Dela bohong, Dela enggak mungkin bilang dibayarin sama Ilham


" Boleh saja sih, diteraktir?" Tanya Amanda yang berharap enggak mengeluarkan biaya sama sekali selama jalan


" Iyah Manda, tenang saja, kita makan sama nonton saya bayarin, kalo mau belanja tanggung sendiri." Lanjut Dela santai, Dela siap siap menyalakan motornya diikuti sama Amanda, Amanda satu motor sama Margaretha sedangkan Dela satu motor bareng Vivi.


" Wah alat futsal bagus sekali" Ucap Bagas berbinar saat melihat perlengkapan futsal


" Bagus juga barang barangnya yah." Ucap Putri melihat apa yang dilihat Bagas

__ADS_1


" Saya boleh pinjam uang kamu enggak? nanti saya ganti yah, soalnya saya enggak bawa uang." Lanjut Bagas yang melihat Putri dengan memelas


" Saya telefon Daddy dulu yah, ijin dulu boleh atau enggaknya. maaf yah" Lanjut Putri ragu memberikan pinjaman uang nominal besar ke Bagas


" Diem diem saja Putri, saya gantinya nyicil pakai uang jajan saya yah. malu saya kalo Daddy kamu tahu yah" Bujuk Bagas, Bagas pegang tangannya Putri penuh harap


" Maaf enggak bisa Bagas, itu terlalu mahal, saya enggak berani mengeluarkan uang dengan nominal besar tanpa ijin Daddy." Tegas Putri yang kurang nyaman dipaksa sama Bagas


" Yah sudah yuk lanjut nonton dan makan yah, tapi bayarin yah soalnya ketinggalan uang saya di sekolah." Lanjut Bagas bohong


" Modus sekali nih cowok, baru ajak jalan sudah modus dibayarin." Batin Putri yang faham sama keinginan Bagas


" Saya juga enggak bawa uang Bagas, terus bagaimana dong?" Tanya Putri pura pura bingung dan sedih


" Masa sih, anak angkat orang kaya enggak bawa uang sama sekali Put, saya cuman pinjem saja kok, besok saya ganti Put?" Tegas Bagas kesal sama Putri yang dianggap pelit

__ADS_1


" Memang enggak bawa uang, saya enggak minta sama Daddy, terus sekarang bagaimana dong?" Tanya Putri nahan ketawa ngeledek Bagas


" Yah sudah lah pulang saja, saya pulang sendiri lah." Lanjut Bagas kesal, Bagas langsung jalan begitu saja ninggalin Putri yang melihat Bagas tiba tiba marah karena niatnya gagal total.


__ADS_2