
Walii kelas melihat murid murid perempuan antri setrika baju mereka, wali kelas kasih tahu kegiatan hari ini membuat temen temennya Putri bahagia akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga.
" Habis belanja kita kesini atau langsung pulang bu?" Tanya Putri, Putri memasukan pakaiannya kedalam Box
" Langsung pulang Putri, soalnya kan kalian besok sudah mulai sekolah, biar ada waktu istirahat." Ucap wali kelas santai
" Yah enggak asik Bu, masa belanja cuman sehari sih" Protes Amanda kesel, sejujurnya Amanda merasa lega karena uang sakunya yang enggak banyak enggak akan ketahuan sama temen temennya yang selalu julid ke dirinya.
" Kan tujuan sebenarnya pengenalan alam untuk kalian, bagaimana bisa berkebun dan berternak selama disini." Lanjut Wali kelas, memang tema itu lah yang diinginkan kepala sekolah untuk anak anak muridnya
" Yah Bu" Lanjut Amanda lirih, soalnya Bu gurunya marah
" Yah sudah anak anak, hayo naik bus sekarang, supaya kita bisa langsung pulang setelah belanja." Perintah wali kelas
" Baik Bu guru" Lanjut Putri dan temen temennya.
Putri dan temen temennya jalan masuk kedalam bus bergantian, sambil bawa barang barang pribadinya.
Dilain sisi, David melihat temen ranjangnya lagi bermesraan sama laki laki lain di restoran, membuatnya kesel walaupun David enggak mengikat hubungannya.tapi enggak suka yang jadi langganannya seenaknya ngumbar kemesraan.
" Sudah lah Vid, namanya juga perempuan liar wajar kan. jadi dimaklumi saja lah" Ucap Ilham cuek
" Kamu enggak pernah merasakan punya pelanggan yang bertahun tahun bersama tanpa hubungan sama sekali, sudah nyaman tapi masih mau kebebasan." Lanjut David frustasi
" Itu sih kamu saja yang egois, yang mau kebebasan tapi ceweknya harus setia. jangan egois bro." Protes Ilham, Ilham merasa beruntung enggak pernah mencari kebebasan demi menyalurkan nafsongnya sama sekali.
" Dasar yah bucin anak kecil, songong ngomongnya huh." Protes David kesel
" Biarin, menjaga mata dan hati tetep fokus sama gadis kecil, dari pada kamu yang galau melihat temen ranjangnya seperti ini. hahahaha" Ledek Ilham ketawa puas melihat David semakin kesel
" Menyebalkan sekali, dasar kita cari restoran yang lain saja deh." Protes David, David langsung keluar dari restoran sambil komat Kamit membuat Ilham geleng geleng kepala melihatnya.
__ADS_1
Dilain sisi, Putri, Amanda, Dela, dan temen temen lainnya. belanja sesuai keinginannya ada yang belanja baju, makanan, binatang peliharaan, dan ada yang cuman mau foto foto buat kenang kenangan.
" Belanjanya banyak juga yah Del" Ucap Amanda merasa iri melihat Dela belanja banyak.
" Yah dong, dikasih sama om Ilham selama om Ilham pergi buat jagain Putri." Batin Dela bangga
" Ah lebay, biasa saja kok Amanda, kamu sendiri beli apa?" Tanya Dela penasaran
" Saya beli satu baju saja, males belanja banyak." Lanjut Amanda dengan sombong
" Oh" Lanjut Dela singkat
Dela males ngobrol sama Amanda lebih baik gabung sama kedua sahabatnya, Dela melanjutkan belanja sebelum wali kelas suruh pulang.
Dilain sisi, Putri membeli sepatu, Putri bahagia sekali bisa menikmati belanja secara tunai seperti sekarang. wali kelas menghampiri Putri yang belanja sendirian.
" Kamu beli apa Putri?" Tanya wali kelas melihat Putri
" Sudah belanja, kamu sendiri masih mau belanja?" Tanya wali kelas
" Sudah selesai Bu, ibu mau ke bus?" Tanya Putri, Putri menyerahkan sepatu ke penjaga toko.
" Sepuluh menit lagi, temen temen kamu masih pada betah milih barang barang disini." Lanjut Wali kelas
Putri membayar belanjaannya dan ikut pergi sama wali kelas
Dilain sisi, Ilham tanda tangan kontrak kerja untuk Putri, Dela, Margaretha, dan Vivi. Setelah selesai Ilham sengaja kirim surat perjanjian kontrak ke Putri untuk dibahas sama temen temennya dan orang tuanya.
" Beres deh, seminggu lagi bilang pulang sambil nunggu hasil dari Vivi dan Margaretha selesai." Ucap Ilham enggak sabar, enggak sabar untuk melihat wajah bahagianya Putri
" Bagaimana kontraknya sesuai kan?" Tanya David tiba tiba masuk kedalam ruangannya Ilham
__ADS_1
" Bahasa yang digunakan bagus sekali David, yakin kok orang tuanya Dela, Margaretha, dan Vivi memberikan dukungan anaknya untuk melanjutkan proyek proyek pembangunan dari clint" Lanjut Ilham optimis, niat baiknya mendapatkan respon baik
" Ya dong, biar dikasih dukungan dan kepercayaan orang tua, lagian secara enggak langsung membantu mereka juga kan." lanjut David, David duduk di sofa
" Ide yang bagus" Puji Ilham, Ilham melanjutkan pekerjaannya sedangkan David memberikan berkas yang harus di tanda tangani sama Ilham
Dilain sisi, Bus yang membawa Putri dan temen temennya pekerjaan meninggalkan kota Bandung menuju Jakarta, Vivi dan Margaretha melanjutkan proyeknya yang sudah di koreksi sama Ilham, sedangkan Putri ngajarin Amanda dasar dasar membuat denah rumah
" Teliti membuatnya Manda, supaya hasilnya jadi layak di promosikan ke cclientnya om Ilham." Ucap Putri antusias, Amanda akhirnya luluh juga untuk gabung bikin proyek bareng.
" Iyah Put, saya belajar sampai mendapatkan hasil yang bagus dan layak." Ucap Amanda. semangat dan optimis
Amanda mulai membuat halaman depan rumah dulu, Amanda punya imajinasi untuk membuat desain rumah impian, sedangkan Putri melihat Amanda untuk gambar
Dilain sisi, Margaretha dan Vivi akhirnya menyelesaikan kekurangan masing masing, Margaretha dan Vivi foto hasil gambar mereka dan dikirim ke email ya Ilham
" Alhamdulillah selesai juga, semoga harga kali ini lebih murah" Ucap Vivi merasa lega
" Amin vi, optimis kita bisa sukses bareng bareng." Ucap Dela, Dela membiarkan Amanda duduk sama Putri untuk bahas Mega proyeknya ke Putri
" Si Amanda serius amat gambarnya?' Ucap Margaretha melihat Amanda
" Yah dia tergiur lah sama bonus besar, apa lagi gaya hidupnya tinggi, yah sesuai lah sama bonus dari proyek ini, apa lagi kalo sudah jadi karyawan kontrak sebagai karyawan tetep, dapat gaji dan dapat bonus juga." Ucap Dela
" Enggak bayangin deh kita satu ruangan sama Amanda, dia terlalu sombong sekali kesel saya." Protes Vivi terus terang
' Ikhlas saja, kita fokus sama diri sendiri saja' lanjut Dela, Dela membaca WhatsApp dari Putri kasih lihat kontrak kerja sementara yang sudah di tanda tangani sama Ilham
" Wih mantap bonus pertamanya, enggak sabar sabar pas kita kuliah sudah menyandang karyawan tetap dan kuliah sambil kerja keren sekali karir kita." Sambung Dela, Dela kasih lihat kontrak kerja yang dikirim sama Putri.
" Wih mantap sekali bonus awal, dan bonus selanjutnya selama kita SMU, ada bonus promosi juga. keren keren.sekali kerja di kantornya om Ilham." Lanjut Vivi bahagia, bahagia karena bisa membantu orang tua dan memenuhi kebutuhan dari pekerjaannya.
__ADS_1
" Berarti setelah kontrak kita bisa mempromosikan perusahaan dan membuat desain denah rumah, berarti kita juga harus belajar membuat bangunan lain juga hihiy" Sorak gembira Margaretha.