
David mengecek jadwal kunjungan kerja Ilham untuk bulan ini, David ragu memberikan jadwalnya enggak seperti biasanya David dengan santai memberikannya, Ilham kunjungan kerja melihat pembangunan beberapa proyek di tiga kota selama tiga Minggu. David dengan terpaksa ke rumahnya Ilham memberitahu agenda Ilham.
" Eh ka David, pasti mau cari ka Ilham yah." Ucap Putri, Putri duduk santai diteras rumah sambil ngemil dan melihat David turun dari mobil.
" Iyah nih, Ilham nya sebentar lagi kedepan rumah Put." Ucap David jalan santai menghampiri Putri
" Kok tahu?" Tanya Putri penasaran
" Soalnya sudah janjian kita Put" Ucap Ilham diambang pintu
" Oh pantesan tahu, dasar yah. yah sudah Putri masuk kedalam dulu yah minta ART buatkan minuman segar untuk kalian." Lanjut Putri sedikit kesel
" Enggak usah Put, duduk disini saja ngobrol sama kita." Lanjut Ilham, Ilham duduk disebelahnya Putri.
" Memangnya mau bahas apa?" Tanya Putri penasaran
" Kamu enggak masalah kan di rumah cuman ditemani Arini selama tiga Minggu?" Tanya Ilham ragu
" Enggak masalah ka, memangnya kenapa dan mau kemana memang?" Tanya Putri penasaran
" Kita ada kunjungan kerja Put, ke Bali, Madura, dan Padang. kita kwartir kamu dimanfaatkan sama Amanda lebih parah kalo enggak ada kita" Lanjut David terus terang
" Astaga karena itu saja, Insya Allah Putri bisa jaga diri kok. kalian kerja saja dengan tenang dan fokus. Putri janji selama kalian dinas keluar kota, Putri enggak akan memakai uang ka Ilham secara berlebihan bagaimana?" Tanya Putri, Putri faham rasa kwatirnya Ilham
" Yah sudah deh kalo kamu seyakin itu, soal Amanda mau nginep disini boleh kok selama ka Ilham dinas keluar kota selama tiga Minggu, tapi harus ijin orang tuanya yah." Lanjut Ilham, Ilham tahu apa yang difikirkan Putri
" Serius boleh ka? nanti Putri kasih tahu Amanda soal ini ka, dia pasti bahagia sekali ka, terimakasih banyak yah ka Ilham.'" Lanjut Putri bahagia
Putri langsung berdiri dan jalan kedalam rumah meninggalkan Ilham dan David yang melanjutkan ngobrolnya.
Dilain sisi, Amanda memperhatikan bunda nya yang lagi sibuk setrika baju, Amanda malu pekerjaan ibunya sebagai ART membuat Amanda selalu merasa kekurangan dalam hal finansial.
__ADS_1
" Kamu kenapa Man, kenapa melamun seperti itu." Tanya bunda penasaran
" Bun, ganti profesi dong Bun, malu tahu sama pekerjaan bunda dan kapan kita punya uang banyak kalo pekerjaan bunda masih seperti ini terus." Ucap Amanda kesel
" Memangnya mencari pekerjaan mudah nak? Sabar dan ikhlas Man, setelah kamu lulus SMU kamu akan tahu betapa sulitnya mencari pekerjaan nak. bisa makan dan sekolah saja sudah Alhamdulillah sayang." Bujuk bunda, sejujurnya bunda sangat sedih dengan ucapan Amanda. tapi bunda selalu berusaha sabar dan ikhlas menghadapi cobaan hidupnya
" Pekerjaan halal kan banyak Bun, Amanda enggak mau tahu bunda harus ganti pekerjaan bunda. Amanda malu Bun malu." Bentak Amanda kesal
Plak
Satu tamparan mendarat sempurna di pipinya Amanda, Amanda merasakan pipinya panas akibat tamparan dari bunda nya.
" Kamu lupa Man, Putri dulu juga sama seperti Kamu kedua orang tuanya ART di rumahnya om Ilham kan, seharusnya kamu jangan malu dan berkata kasar sama orang tua kamu." Ucap Dela, Dela enggak sengaja mendengar pembicaraan Amanda dan bunda nya, langsung masuk kedalam rumahnya.
" Oh Iyah yah, Bunda pergi dong tinggalin Amanda hidup sendirian Bun. supaya Amanda bisa ditampung hidupnya sama om Ilham, supaya enggak hidup susah terus menerus." Lanjut Amanda dengan entengnya.
" Gila harta kamu Amanda, jangan dengerin dia bunda. dia enggak bisa menerima takdir hidupnya, sabar dong jadi anak itu." Ledek Dela senyum sinis melihat Amanda
" Seriusan kamu Put?" Tanya Amanda bahagia, Amanda angkat telefoonnya Putri dan langsung bahagia mendengar ajakan Putri
" Iyah beneran Man, cuman saya enggak tahu ka Ilham kunjungan kerjanya kapan, tapi yang jelas tiga Minggu katanya kamu boleh nginep di rumah selama dia kunjungan kerja." Ucap Putri diseberang telefon
" Woah, akhirnya boleh nginep juga, yah sudah kapan berangkatnya bilang yah saya bakal ke rumah kamu Put." Lanjut Amanda bahagia.
" Om Ilham dinas keluar kota, apa nyuruh saya juga enggak yah." Batin Dela penasaran karena Dela ditugaskan bikin Amanda kesel.
" Oke tunggu kabar selanjutnya yah Man" Lanjut Putri bahagia, Putri memutuskan telefoonnya.
" Hore selama tiga Minggu nginep di rumah om Ilham, lumayan tiga Minggu makan enak dan tinggal di rumah mewah. males ketemu sama bunda yang enggak ngerti keinginan anaknya." Ucap Amanda, Amanda menatap sinis kearah bunda. dan langsung masuk kedalam kamar
" Sabar yah Bun" Ucap Dela, Dela melihat wajah bunda nya Amanda yang sedih karena ucapan anaknya
__ADS_1
" Iyah nak Dela, yah sudah bunda lanjutkan gosok baju yah." Ucap bunda nya Amanda
" Yah sudah Bun, Dela pamit pulang dulu yah.asaalamualaikum" Lanjut Dela, Dela Salim ke bunda nya Amanda
Dela melihat nomor yang masuk layar handphone nya dan langsung senyum bahagia, Dela langsung jalan keluar rumah dan menuju supermaket yang disuruhnya.
" Maaf menunggu lama" Ucap Dela, Dela jalan cepat ke supermaket yang disuruhnya.
" Yah enggak masalah, kamu mendapatkan tugas dari tuan Ilham." Ucap supir Ilham
" Pasti ada hubungannya sama om Ilham dinas ke luar kota kan." Tebak Dela bahagia
" Betul sekali" Ucap David, David turun dari mobil.
" Kita bahas didalam mobil saja." Sambung David, David pindah duduk di kursi belakang mobil
Dela langsung masuk kedalam mobil, David setelah menutup pintu mobil, langsung menyampaikan rencananya Ilham. Dela bahagia akhirnya bisa Deket sama Putri, selama ini Dela memang ingin Deket sama Putri supaya bisa belajar bareng tapi selalu dilarang sama Amanda.
" Kita akan bikin kamu ikut nginep di rumah, kamu berangkat ke sekolah lebih pagi yah. pas kita telefon seolah kamu baru datang dan mendengar obrolan kita sama Amanda. Ilham enggak tenang meninggalkan Putri tinggal bareng Amanda terlalu lama, Amanda bisa memanfaatkan Putri lebih parah." Penjelasan David terus terang
" Om tenang saja, saya enggak akan biarkan hal itu terjadi om. soal bayaran saya bagaimana?" Tanya Dela yang menanyakan janji supirnya Putri
" Ini, kamu jangan ikutan memanfaatkan Putri yah, Putri pantas ditemani dengan baik baik, ini untuk mengerjai Amanda saja. supaya dia malu sama niatnya." Tegas David menatap Dela.
" Iyah om, saya tahu itu kok. tenang saja" Lanjut Dela, Dela enggak menyangka mendapatkan tambahan uang jajan dan kesempatan untuk tinggal di rumah mewah.
" Bagus, yah sudah saya pulang dulu, besok berangkat sekolah lebih pagi yah." Perintah David
" Siap om ganteng" Lanjut Dela, Dela turun dari mobil dengan perasaan bahagia.
David melihat Dela turun dari mobil, memperhatikan Dela dan minta supir meninggalkan supermaket.
__ADS_1