
Andrei sengaja meninggalkan Riana dan Dhika yang sudah siuman itu di ruang rawat inap.
Berada di depan ruang rawat inap di temani segelas kopi yang baru saja di belinya di cafetaria ujung selasar Rumah Sakit.
Andrei mendudukkan tubuh nya di lantai depan ruang rawat inap Dhika, menyeruput kopi hitam yang berada tepat di telapak tangan kanan nya dan menyenderkan tubuh lelah nya di tembok depan ruang tunggu rawat inap.
Lalu lalang para pengunjung Rumah Sakit tak jua membuat pria itu bangkit dari duduk nya.
Tubuh nya terasa lelah sejak 2 hari yang lalu. Kala keponakan nya itu pulang sekolah sambil menangis karena tidak bertemu dengan Riana hari itu di sekolah, di lanjutkan dengan demam yang semakin tinggi.
Hingga pada tengah malam tadi Andrei terpaksa membawa Dhika ke IGD Rumah Sakit Ibu dan Anak karena tubuh Dhika yang panas tinggi juga mengigau, bahkan Dhika sempat kejang sesaat setelah tiba di ruang IGD hingga membuat Andrei pun panik.
Andrei menghela nafas nya lalu mencoba memejamkan kedua kelopak mata nya. Sungguh Dia butuh istirahat dan juga tidur untuk mengembalikan stamina nya yang sangat lelah.
" Ehm .. ". Andrei mengerjapkan kedua kelopak mata nya, dan kemudian mengangkat kepala nya saat terdengar suara lembut berdeham di hadapannya.
" Dhika sudah tidur, Saya pamit pulang dulu ". Andrei mengangguk pelan namun masih engan beranjak dari posisi duduk juga tatapan nya yang tengah menatap gadis manis itu dengan tatapan sendu.
Kedua tatapan itu bertemu dan saling mengunci dengan seolah saling bertanya tentang kabar mereka masing masing selama ini.
" Apa nanti Anda akan pergi lagi? ". Pertanyaan itu keluar dari mulut Andrei kala Riana hendak beranjak.
Pria itu memaksakan tubuh lelah nya untuk bangkit dari duduk nya.
" Bisakah tolong berada di dekat Dhika hingga Dhika sembuh? ". Pinta Andrei.
__ADS_1
Riana menghela nafas pelan.
" Saya pulang dulu, mau ambil baju ganti Pak ". Ucap Riana.
" Mau Saya antar? ". Tanya Andrei.
" Kalau Bapak mengantar Saya, siapa yang akan menjaga Dhika? ". Ucapan Riana membuat Andrei menggaruk tengkuk belakang nya.
" Saya pamit dulu Pak. Assalamu'alaikum ". Andrei mengangguk pelan.
" Waalaikumsalam ". Andrei menatap kepergian Riana sebelum akhir nya masuk kembali kedalam ruang rawat inap Dhika.
🌹🌹🌹🌹
" Udah kenyang Bunda ". Rengekan kecil Dhika membuat Andrei mengerjapkan kedua kelopak mata nya yang entah sudah berapa lama tertutup.
" Sekali lagi ". Terdengar suara Riana memelas.
" Nah, pinter ". Puji Riana.
Andrei mendudukkan tubuh nya di sisi bangkar, lalu menyibak tirai yang setahu nya tadi sengaja di buka nya saat akan merebahkan tubuh nya, agar ketika Dhika terbangun dia bisa mendengar suara Dhika.
Namun yang terjadi justru Dia terlelap tidur, bahkan tidak mengetahui kalau Riana sudah tiba lagi di ruang rawat Dhika.
" Cuci muka dulu ". Ucap Riana saat Andrei menyibakan tirai pembatas.
__ADS_1
Andrei mengangguk pelan melangkah menuju kamar mandi yang berada di dalam ruang rawat Dhika.
" Mau makan sekarang atau nanti? ". Tanya Riana saat Andrei yang sudah selesai mencuci wajah nya itu menghampiri bangkar Dhika.
" Nanti saja, Saya belum beli makanan nya ". Ucap Andrei lalu mendudukkan tubuh nya di sisi kiri Dhika.
Andrei tersenyum kepada Dhika saat punggung telapak tangan kanan nya sudah tidak terasa panas lagi saat mendarat di kening nya Dhika.
" Alhamdulillah, udah nggak panas lagi ". Andrei mengusap surai Dhika dengan lembut.
" Udah dong Om. Kan Bunda udah datang ". Ucap Dhika ynag hanya di senyumi Riana.
" Kalau begitu, Om tinggal sama Bunda dulu ya ". Ucap Andrei.
" Om mau kemana? ". Dhika menahan lengan kanan Andrei seolah melarang sang Om kesayangan untuk pergi meninggalkan nya.
" Om mau beli makan dulu ". Jawab Andrei.
" Nggak usah. Itu Bunda udah bawa in makanan buat Om ". Ucap Dhika menunjuk ke arah sebuah kotak makan yang berada di nakas samping bangkar Dhika.
" Kamu masak sendiri Ri? ". Riana menganggukkan kepala nya pelan.
" Alhamdulillah. Makasih ya. Maaf jadi ngerepotin Kamu terus ". Lanjut ucap Andrei yang lalu meraih kotak makan dan langsung membuka kotak makan dari Riana.
Kedua bola mata nya menampakkan sorot mata bahagia saat mendapati menu favorit nya menjadi isian kotak bekal yang Riana bawa.
__ADS_1
" Kamu itu benar benar calon istri idaman Ri ". Ucap Andrei yang langsung membuat rona wajah Riana seketika berubah.