Pelakor Halal

Pelakor Halal
S2 Kyai Ahmad


__ADS_3

" Assalamu'alaikum ". Sapa Bunda dan Eil bersamaan saat tiba di ruang tamu.


Ruang tamu tampak luas karena sofa yang di pindahkan ke pojok, karena seperti nya tidak muat menampung tamu yang hadir di ruang tamu.


Ayah dan Dhika menggeser posisi nya guna memberikan tempat kepada Bunda dan Eil di tengah tengah mereka.


Ayah sempat melirik Dhika yang justru memandang wajah tersenyum kepada Ayah saat Eil duduk di sebelah kanan nya dan Bunda duduk di sebelah kiri Ayah.


" Modus ". Gerak bibir Ayah yang terbaca oleh Dhika dan di balas senyuman kecil Dhika.


" Ehm, jauhan A' ". Bisik Eil saat terasa Dhika merapat mendekati nya.


" Udah Sah Deksay ". Bisik Dhika seraya meraih tangan kanan Eil dan menyematkan sebuah cincin di jari manis Eil.


Eil menghadapkan wajah nya kepada Dhika yang dibalas senyuman oleh Dhika, dan dengan reflek Eil mencium punggung tangan Dhika.


Sebait do'a di gumamkan Dhika sebelum mengecup ubun ubun Eil dan kening Eil.

__ADS_1


" Pamer ". Gerutu Zaki menimpukkan selembar tisue yang sudah di bulatkan nya kepada Dhika.


" Sirik ya??? ". Zaki mencembik mendengar ucapan Dhika yang menaik turunkan alis nya kepada Zaki.


" Ehm ". Terdengar suara deham dari Ayah. Dhika pun menghentikan aksi nya menjahili Zaki.


" Bagaimana Pak Andrei? ". Pertanyaan Kiyai Ahmad membuat Bunda menatap heran kepada Ayah.


" Seperti yang Pak Kiyai dan yang lain ketahui dan lihat tadi bahwasanya Kami baru saja menikahkan Putra dan Putri Kami ". Jawab Ayah bijak, namun yang lain tampak masih meragukan ke sah an pernikahan Dhika dan Eil.


Karena setahu mereka Dhika adalah Putra dari Misya Kakak Perempuan Andrei, dan sempat terdengar kabar mereka sepersusuan.


" Mereka bukan Mahram dari nasab dan juga sepersusuan ". Jawab Ayah membuat Zaki menghela nafas kecewa.


" Lalu bagaimana hubungan Dhika dan Fatimah?. Bukan kah selama di Kairo Dhika dan Fatimah dekat? ". Tanya Kiyai Ahmad.


Fatimah tampak menundukkan kepala nya dalam dalam. Sungguh hati nya terasa sakit kala melihat pria yang di harapkan nya lebih memilih menikahi saudari angkat nya sendiri.

__ADS_1


Dan yang membuat nya malu, Dia sudah memberitahukan kepada kedua orang tua nya kalau hubungan nya dan Dhika dekat, walau pun Dhika tak pernah sedikit pun memberikan perhatian yang lebih kepada Fatimah.


Dhika hanya menjalankan amanat yang di titipkan Ayah nya dan juga Kiyai Ahmad saat akan berangkat ke Kairo bersama Fatimah dan beberapa mahasiswa dan mahasiswi terpilih lain nya.


Kedekatan mereka hanya sebatas teman bahkan Dhika menganggap Fatimah itu sebagai adik nya tidak lebih.


Memang ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang menjodohkan mereka, dan salah nya Dhika, pria yang cuek itu menanggapi dengan santai perjodohan iseng tersebut, hingga membuat yang lain pun berpikir kalau sepulang nya mereka dari Kairo, kedua nya akan mewujudkan perjodohan tersebut.


" Mohon maaf Kiyai, sejak awal Saya sudah bicarakan dengan Fatimah, kalau hubungan Kami hanya sebatas teman tidak lebih ". Jawab Dhika dengan tegas.


" Tapi Kami terlanjur mengabarkan kepada sanak saudara serta kerabat Kami tentang kedekatan Kalian ". Ucap Kiyai Ahmad kesal.


" Saya minta pertanggungjawaban Dhika untuk tetap melanjutkan perjodohan nya dengan Fatimah ". Ucap Kiyai Ahmad yang membuat semuanya terkejut. Terutama Eiliyah langsung menatap Dhika dengan tatapan kecewa.


" Mohon maaf Kiyai, Saya tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Bahkan sejak awal Saya sudah menolak nya. Kiyai bisa langsung menanyakannya hal tersebut kepada Fatimah ". Ucap Dhika tegas.


" Ini penghinaan bagi Kami ". Ucap Kiyai Ahmad keras lalu memegang dada nya tiba tiba.

__ADS_1


" Abi ". Ucap Fatimah dan Ibu nya khawatir saat melihat Kiyai Ahmad sedikit limbung dari posisi duduk nya.


" A'a. Tolong Abi A' ". Pinta Fatimah memelas.


__ADS_2