Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 67 S2 Welcome Baby Twinnie


__ADS_3

Akhir nya setelah berjuang melahirkan kedua buah hati nya dengan persalinan normal, Eilyah kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


Hampir dua jam lebih kedua bayi nya mencari jalan keluar untuk memulai kehidupan Mereka di dunia.


Disaat sang Umi berjuang mati matian melahirkan, sang Abi tak henti henti nya melantunkan sholawat dan juga do'a serta bebarapa surah pendek agar dimudahkan proses persalinan kedua buah hati nya.


Dokter dan perawat yang menangani Eiliyah sangat kagum oleh ibu muda yang satu ini. Di saat beberapa wanita yang juga tengah melahirkan berteriak histeris menahan sakit. Eiliyah justru mengumandangkan dzikir, sholawat, do'a serta surah pendek saat merasakan kontraksi.


Tak henti henti nya Dhika mengecupi pucuk kepala Eil seraya berbisik memberikan kekuatan saat Eiliyah mengejan.


Bahkan kedua tangan nya tampak memerah hasil dari Eil yang meremas lengan nya dengan kencang saat menahan kontraksi.


Dan lafaz Hamdallah terucap dari mereka yang berada di ruangan bersalin ketika sebuah tangisan nyaring memecahkan ketegangan para manusia yang berada di dalam ruangan bersalin.


Dan lafaz Hamdallah pun kembali terucap bersamaan lima menit kemudian di sertai tangisan yang terdengar dan mengakhiri perjuangan Eiliyah melahirkan kedua buah hati nya.


Dua orang perawat segera membersihkan kedua bayi yang masih menangis saling bersahut. Sementara sang Dokter tampak sedang mengobras jalan lahir si kembar.


Ikmal Al Hamim dan Imala Az Zahra adalah nama yang di sematkan oleh Dhika untuk kedua buah hati nya.


Nama sang Abang berarti Lelaki Sempurna dan Al Hamim sendiri adalah nama lain dari Rasulullah. Sedangkan nama sang Adik bisa di artikan Cantik yang selalu beramal shaleh.


Dikarenakan Eil sedang dalam pemilihan dan kedua bayi nya juga masih boleh di jenguk banyak orang. Ayah, Bunda serta Dhika hanya mengizinkan beberapa kerabat serta rekan yang di perbolehkan berkunjung menjenguk Eil dan juda kedua bayi kembar nya.


Natasha dan keluarga menjadi salah seorang rekan yang di izinkan sang Ayah dan Bunda untuk menjenguk. Bahkan Natasha memutuskan untuk menemani Eil hingga pulang ke rumah dua hari lagi.


Hal tersebut tentu saja di sambut gembira oleh Eil. Dia sangat senang kalau Natasha yang menemani nya menggantikan Bunda yang harus beristirahat di kala malam hari.


Jadilah Natasha yang akan menemani Eiliyah, jikalau Dhika harus keluar untuk menebus obat atau membelikan makanan untuk sang istri.

__ADS_1


Acid sudah menampakkan batang hidung nya sejak sore sepulang sekolah tanpa sempat mengganti baju seragam nya.


" Teteh kapan pulang? ". Tanya Acid saat barus selesai mandi di kamar mandi yang berada di ruang rawat VVIP Eiliyah.


Remaja itu terlihat sudah biasa menggendong bayi. Lihat saja Imala bahkan sampai tertidur lelap di dalam gendongan nya. Sedangkan Ikmal tampak sedang di gendong oleh Natasha.


" Insya Allah besok Dek ". Jawab Eiliyah sambil memakan snack sore yang di berikan Rumah Sakit.


" Bacain sholawat Tante ". Kedua alis Natasha menukik dengan tajam saat Acid menegur nya.


" Emang Kamu pikir Saya lagi baca apaan?. Novel? ". Sungut Natasha kesal.


Entah apa salah Natasha kepada remaja itu, sudah beberapa bulan ini sikap Acid yang biasa nya lebih memilih diam atau menghindari Natasha, justru sekarang berbanding terbalik.


Remaja itu kini lebih sering membuat Natasha harus bersabar akan keisengan juga tingkah laku nya terkadang membuat Natasha ingin sekali menjitak nya.


Bukan tak berani untuk menjitak nya namun batasan Mahram lah yang membuat nya tak bisa melampiaskan kekesalan kepada Acid.


" A'a kemana Teh? ". Tanya Acid saat meletakkan Imala di box bayi nya.


Bayi cantik berpipi merah itu hanya menggeliat sesaat ketika sang paman meletakkan nya di dalam box bayi.


" Ada kajian di Ponpes Ilmi, A'a jadi narasumber nya ". Jawab Eiliyah, Acid hanya menganggukkan kepala nya lalu mengalihkan pandangan kearah Natasha yang tengah menggendong Ikmal.


Bayi tampan berhidung mancung itu tampak sudah terlelap dalam gendongan Natasha.


" Udah pantes banget lho Kak nimang bayi sendiri ". Natasha mengulum senyuman menjawab ucapan Eiliyah kala Natasha meletakkan Ikmal kedalam box bayi nya.


" Masih pingin nya nimang bayi Kamu dulu Eil ". Eil tersenyum mendengar jawaban Natasha.

__ADS_1


" Ustadz Reza baik lho Kak. Kenapa nggak di terima aja lamaran nya. Padahal Papa Liem juga Nama Sien udah sreg lho sama Ustadz Reza ". Natasha menghela nafas pelan lalu mendudukkan tubuh nya di kursi yang berada di samping kiri bankar Eil.


Acid tampak menyimak obrolan kedua sahabat itu sambil memainkan HP nya di sofa yang berada tidak jauh dari tempat Eil dan Natasha.


" Apa ada orang yang Kakak tunggu? ". Natasha membulatkan kedua bola mata nya lalu melihat kearah Eil yang menatap nya dengan senyuman.


" Bukan kah lebih baik di tunggu daripada menunggu?. Kalau saran Eil lebih baik Kakak terima lamaran Ustadz Reza ". Ucapan Eil membuat Acid menghentikan sejenak kegiatan nya menatap layar HP.


Dilirik nya Natasha yang dan Eil bergantian secara sembunyi sembunyi.


" Bukankah akan lebih baik apabila kita bersama dengan orang yang mencintai Kita dibandingkan dengan orang yang Kita cintai dan belum tentu mencintai Kita? ". Natasha mengangguk membenarkan ucapan Eil, sedangkan Acid telihat menghela nafas pelan sambil menyenderkan tubuh nya di sofa.


" Apa Teteh sekarang sedang menjadi makcomblang untuk Ustadz Reza? ". Eil tersenyum kecil mendapati pertanyaan Acid, walau pun terdengar biasa saja namun ada sedikit penekan nada dalam pertanyaan yang Acid tujukan.


" Teteh hanya sekedar memberikan saran juga pendapat Teteh. Kak Natasha adalah wanita yang layak untuk di perjuangkan bukan menunggu tanpa kepastian ". Jawaban Eil membuat Acid melirik kearah Natasha dan Eil bergantian, dan tentu saja hal tersebut tanpa di ketahui oleh kedua nya.


" Seperti nya ada baik nya Kakak mengikuti saran dan juga pendapat Kamu Eil ". Acid mengalihkan pandangannya kembali ke HP nya.


" Bagaimana kalau Kak Natasha dan Ustadz Reza Ta'aruf terlebih dahulu untuk lebih mengenal sifat dan juga pribadi masing? ". Acid kembali menghentikan kegiatan nya lalu melihat kearah Eil yang terlihat santai melihat kearah nya.


Natasha tampak mengangguk anggukan kepala nya dengan pelan pelan.


" Kenapa Dek? ". Tanya Eil kepada Acid hingga membuat pandangan Natasha pun beralih kearah Acid.


Eil dapat melihat sorot mata Acid yang terlihat menyimpan amarah, namun Eil justru semakin menikmati perubahan sikap yang adik nya tunjukkan tersebut.


" Jangan memaksakan jodoh kepada orang Teh. Itu nggak baik. Sama saja Teteh itu... ".


" Apa salah nya?. Toh Kak Natasha dan Ustadz Reza masih sama sama sendiri ". Sanggah Eil memotong ucapan Acid.

__ADS_1


" Apa Kamu keberatan, kalau Ustadz Reza dan Kak Natasha melakukan Ta'aruf ? ".


__ADS_2