
Riana dan Andini kini duduk saling berhadapan di dalam restoran, sementara Andrei dan Dhika sudah meninggalkan restoran setelah Andrei meminta maaf atas ketidaknyamanan hingga menganggu pengunjung lain nya atas apa yang telah di lakukan oleh Andini tadi.
Bisik bisik pengunjung yang tadi sempat melihat kelakuan Andini tadi masih terdengar. Bahkan ada yang memuji sikap Riana yang terlihat tenang menanggapi sikap Andini yang terus menerus menuding nya sebagai Pelakor.
" Bukankah Kak Andrei sudah bilang, kalau Saya tidak pernah merusak hubungan Mbak juga Kak Andrei ".
" Dan Saya juga sudah bilang kepada Mbak kalau Saya bukanlah Pelakor seperti yang Mbak tuduhkan berkali kali terhadap Saya ".
" Saya menjalin hubungan dengan Kak Andrei setelah beberapa bulan hubungan Mbak dan Kak Andrei berakhir ". Jelas Riana dengan nada tegas di balik sikap nya yang tenang.
" Jadi atas dasar apa Mbak menuduh Saya Pelakor?. ". Andini berdecak kesal, karena Riana lagi lagi membalikkan tuduhan nya dengan elegan.
" Kembalikan Andrei kepada Saya, Saya akan belajar untuk menerima Dhika ". Riana tertawa kecil mendengar permintaan Andini, bahkan pengunjung yang sejak awal tadi menyimak kelakuan Andini ada yang mulai melihat Andini dengan tatapan kesal.
" Mbak nggak salah ngomong?. Saya harus mengembalikan suami Saya kepada Mbak? ". Andini membulatkan mata nya tak percaya atasa ucapan Riana.
" Suami? ". Pekik Andini yang di angguki Riana yang dengan santai menyeruput orange jus yang di pesan nya.
Beberapa mata mulai memandang Andini dengan tatapan semakin tak suka. Tatapan mereka seolah mengucapkan kata tak tahu malu kepada Andini yang dengan tidak tahu malu nya meminta kembali pria yang jelas jelas sudah memutuskan nya dan menikah dengan wanita lain.
" Kalau begitu Saya meminta di jadikan yang ke-dua ". Ucap Andini yang di sambut Riana dengan tawa kecil nya.
Pengunjung yang berada tidak jauh dari Riana yang merupakan sepasang pria dan wanita itu tampak tersedak minuman mereka karena mereka ternyata ikut menyimak percakapan antara Riana dan Andini.
__ADS_1
" Dasar wanita nggak tau diri ". Gumam si pengunjung wanita, seraya mengusap bibir nya dengan tisue.
" Ngatain orang Pelakor tapi Dia sendiri yang malah mau jadi Pelakor. Nggak tau malu ". Wajah Andini langsung memerah karena bukan gumaman lagi yang wanita itu ucapkan, namun suara yang cukup lantang yang mengundang perhatian para pengunjung yang berada di sekitar mereka.
Riana tersenyum kecil seraya mengangguk sopan, kala pandangan nya bertemu dengan pengunjung wanita yang berucap tadi.
" Maaf Mbak, bukan maksud Kami menguping. Hanya saja percakapan Mbak cukup menarik perhatian Kami ". Ucap Sang wanita kepada Riana.
" Saya minta maaf, karena Kami Bapak juga Ibu yang lain nya jadi kurang nyaman ". Ucap Riana sopan yang di angguki pengunjung yang lain nya.
" Kalau begitu, seperti nya perbincangan kita, kita sudahi sampai di sini Mbak Andini ". Riana kembali mengalihkan perhatian nya kepada Andini.
" Perlu Saya jelaskan kepada Mbak ". Riana menjeda ucapan nya.
" Pertama. Saya tidak akan pernah mengambil apa yang bukan hak juga milik Saya, jadi berhentilah menuduh dan mengatai Saya Pelakor dimana pun dan kapan pun kita bertemu ". Ucap Riana tegas dan menatap tajam kepada Andini.
" Kedua. Saya tidak akan memberikan apa yang sudah menjadi milik Saya apalagi sudah secara Sah kepada orang lain, termasuk Mbak Andini ".
" Jadi jangan pernah berkhayal dan bermimpi bisa kembali merajut kasih dengan suami Saya, apalagi menjadi yang ke-dua ". Ucap tegas Riana lalu berdiri dari posisi duduk nya.
" Dan kalau Mbak Andini sampai nekat masih terus menerus mengganggu keluarga Saya terutama suami Saya, maka jangan salahkan Saya, kalau kelak Saya akan melaporkan perbuatan Mbak Andini dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan ". Ucap Riana dengan nada mengancam.
" Saya pamit duluan Mbak. Suami dan anak Saya sudah menunggu Saya terlalu lama. Assalamu'alaikum ". Ucap Riana yang langsung berjalan meninggalkan Andini yang hanya bisa terdiam menahan amarah juga malu, karena tatapan para pengunjung yang semakin mengintimidasi nya.
__ADS_1
" Kenapa? ". Tanya Andini sewot kepada para pengunjung yang tengah melihat nya.
" Dasar Pelakor ". Ucap beberapa pengunjung yang menanggapi sewotan Andini. Bahkan saat Andini menantang, beberapa pengunjung wanita justru balik menantang.
" Maaf Mbak, bisa ikut Kami ke pos keamanan?. " Andini tercekat saat 2 orang petugas keamanan Mall Wanita menghampiri nya.
" Ada apa ini? " Tanya Andini tak terima.
" Kami mendapat laporan dari pihak tenant serta beberapa pengunjung yang merasa tidak nyaman atas perbuatan Mbak ". Ucap salah seorang eptuga keamanan wanita tersebut.
" Apa apa ini. Kalian tidak tau siapa Saya. Saya akan melaporkan kalian semua nya ?". Bentak Andini, saat salah seorang petugas hendak membawa nya ke pos keamanan Mall.
" Silahkan, Kami mempunyai bukti kalau Mbak memang sudah menganggu ketertiban umum " Jawab petugas yang kini meminta Andini untuk mengikuti nya ke ruang pos keamanan.
Dari kejauhan sepasang pria dan wanita paruh baya tampak tersenyum puas melihat Andini di gelandang ke pos keamanan.
" Tarik semua dukungan Papa kepada keluarga Andini. Baik itu bisnis ataupun legislatif ". Ucap sang wanita paruh baya dengan memakai kembali kaca mata hitam nya dan berjalan menuju arena bermain anak.
Sementara sang pria paruh baya itu mengangguk dan kemudian melakukan panggilan menuruti keinginan sang wanita paruh baya dan mengikuti langkah wanita paruh baya tersebut.
" Sayang nya Oma.... ".Pekik Sang wanita paruh baya saat melihat seorang balita tengah sibuk memasukkan bola kedalam keranjang basket dalam gendongan seorang pria muda.
" Oma Shinta... ".
__ADS_1
Ya semua perbuatan Andini sudah diawasi sejak awal oleh Mama Shinta dan Papa Baratha. Bahkan sepasang suami istri itulah yang melaporkan Andini kepada pihak keamanan Mall yang di lanjutkan oleh pihak restoran yang melaporkan perbuatan Andini yang mengganggu pengunjung restoran.