
" Dhika... ". Bukan hanya Dhika tapi Riana pun mengalihkan pandangan nya kearah suara yang memanggil nama Dhika.
Kening kedua nya berkenyit kala sepasang suami istri paruh baya berjalan menghampiri Dhika yang sudah duduk manis diatas motor matic Riana.
Wajah Dhika tampak memucat kala sepasang suami istri paruh baya itu semakin mendekat.
" Bunda ". Dhika merengek bahkan tubuh mungil nya kini sudah memeluk erat pinggang Riana yang masih berdiri di samping Dhika.
" Maaf Anda siapa? ". Ucap Riana dengan nada sedikit meninggi kala wanita paruh baya itu bermaksud menyentuh Dhika hingga membuat Dhika semakin merapatkan tubuhnya kepada Riana.
Bahkan dengan kasar Riana menepis tangan wanita paruh baya itu saat tangan kanan wanita itu hendak menyentuh Dhika, hingga membuat pasangan paruh baya tersebut menatap tajam kepada Riana.
" Kamu yang siapa ". Bentak wanita paruh baya itu yang membuat Dhika menangis kecil.
Riana mengusap lembut kepala Dhika dan semakin mengeratkan pelukan nya kepada Dhika.
" Saya Tante nya ". Ucap Riana tegas.
" Jangan asal ngaku ngaku Kamu. Andini itu calon istri nya Andrei ". Kali ini sang Pria paruh baya mengeluarkan suara nya.
" Ck. Pada kenyataannya Saya adalah istri nya Andrei bukan Andini ". Ucap Riana tegas.
__ADS_1
" Mata Andrei buta kali ya Pah, lebih memilih wanita seperti ini di bandingkan Andini ". Senyum sinis menghiasi pasangan paruh baya tersebut seraya menatap rendah penampilan Riana dari atas ke bawah.
" Barangkali Dia hamil duluan Mah, maka nya Andrei terpaksa menikahi nya ". Ucap Pria paruh baya itu menyindir.
" Astaghfirullahalazim. Jangan memandang rendah seseorang hanya dari penampilan nya saja Bapak Ibu ". Riana semakin mengeratkan pelukan nya kepada Dhika ketika Dhika sedang memeluk nya semakin erat.
" Saya rasa tak ada yang perlu di bahas kepada Bapak dan Ibu ". Riana menggendong Dhika untuk kembali menuju ruang guru.
" Mau kemana Kamu, lepas kan cucu Saya ". Bentak Wanita paruh baya itu seraya menarik kasar pundak Riana hingga membuat wanita yang tengah hamil muda itu nyaris terjatuh kebelakang seandai nya tidak ada orang yang menarik tubuh nya kesamping.
" Berhenti menganggu kehidupan Dhika ". Riana merapatkan tubuh nya kepada orang yang kini tengah memeluk nya setelah terlebih dahulu mengambil Dhika dari gendongan Riana.
" Kamu nggak apa apa Sayang? ". Tanya Andrei.
" Nggak apa apa A' ". Jawab Riana yang membuat Andrei menghela nafas lega.
" Mau apa Om dan Tante kemari?. ". Tanya Andrei dingin seraya menatap tajam kepada pasangan paruh baya tersebut.
" Mau apa ?. Pertanyaan konyol apa itu?. ". Balik tanya Pria paruh baya yang kini menatap tajam kepada Andrei.
" Pertanyaan konyol?. Justru perbuatan Anda berdua yang datang kemari lah yang konyol ". Jawab Andrei dingin.
__ADS_1
" Anda tahu ini sekolah kan?. Kenapa harus kemari bukan kerumah Saya ataupun ke bengkel Saya? ". Ucapa Andrei kesal.
" Kamu pikir Kami sudi menemui Kamu ". Bentak Wanita paruh baya yang di balas Andrei senyuman kecil namun penuh ejekan.
" Jangan jadi anak yang kurang ajar Kamu Ndrei. Biar bagaimana pun juga Dhika adalah cucu Kami. Kami mempunyai hal atas diri Dhika ". Kali ini Andrei menanggapi ucapan pria paruh baya itu dengan tawa hingga membuat pasangan paruh baya tersebut mengernyitkan kening nya.
" Setelah Anda berdua tidak mengakui pernikahan orang tua Dhika, bahkan dengan tega nya kalian tidak mengakui keberadaan Dhika sebagai cucu Anda berdua, kini Anda berdua mengakui Dhika sebagai cucu Anda berdua?. Kemana urat malu Anda berdua ". Ucap Andrei meninggi.
" Saya tekankan kepada Anda berdua. Anda berdua lah yang sudah membuang Dhika sejak Dhika masih berada dalam kandungan Kakak Saya. Bahkan saat meninggal nya kedua orang tua Dhika, Anda berdua juga telah menyerahkan Dhika kepada Saya ". Ucap Andrei membuat pasangan paruh baya itu hanya terdiam.
" Saat ini Dhika sudah sah sebagai anak Saya juga Istri Saya secara Negara. Jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa mengambil hal asuh Dhika ". Ucap Andrei.
" Kami lebih berhak mengurus dan merawat Dhika. Karena kami adalah Orang tua kandung Ayah nya Dhika ". Ucap Pria paruh baya itu tak mau kalah.
" Hak Anda sudah lewat ketika Anda mengusir Saya dan Dhika pada saat pemakanan Kak Dito dan Mbak Misya ". Ucap Andrei.
" Jadi jangan pernah lagi Anda menganggu kehidupan Kamu terlebih Dhika ". Ucap Andrei yang lalu menarik tubuh Riana berjalan meninggalkan pasangan paruh baya yang hanya bisa menatap kesal kepergian Andrei dan Dhika.
" Sialan. Bagaimana bisa cair dana asuransi Dito dan Misya, kalau Dhika tidak berada di tangan Kita Pah ". Ucap Wanita paruh baya itu dengan kesal.
" Kita akan gunakan cara apa pun agar Dhika bisa kita miliki sampai klain asuransi Dito dan Misya itu cair ". Jawab Pria paruh baya itu yang diangguki wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1