
Dhika tampak tertidur dengan nyaman dalam pangkuan Riana ketika pihak asuransi memaksa kehadiran Dhika pada acara serah terima uang asuransi.
Sesuai dengan apa yang Andrei janjikan kepada Sutisna, calon ayah muda itu menyerahkan uang asuransi milik Dito kepada keluarga Sutisna.
Padahal dalam pasal sudah dijelaskan bahwa semua yang asuransi jatuh ke tangan Dhika sebagai pewaris tunggal asuransi milik Dito dan juga Misya.
Namun rupa nya keluarga Dito sudah di butakan oleh harta dunia, hingga dengan sadar mereka masih ingin menguasai hak yang menjadi milik Dhika yang merupakan anak kandung Dito dan juga seorang anak yatim piatu.
" Apa ini tidak salah Mahesa?. Sudah jelas jelas uang asuransi ini jatuh kepada anak mendiang, kenapa jatuh ke tangan ke keluarga Almarhum Pak Dito ". Ucap lantang Kepala Asuransi Kota mereka.
" Jangan main main. Ini amanah Mahesa ". Bentak nya lalu menggebrak meja hingga membuat seluruh mata yang tengah berada di dalam ruangan itu melihat kearah Mahesa dan juga para petinggi Pihak Asuransi.
Apalagi saat ini bukan hanya Dhika saja yang akan mendapatkan cairan dana dari pihak asuransi, namun ada beberapa orang yang juga akan melakukan serah terima dana asuransi.
" Keterlaluan ". Bentak Kepala cabang yang bernama Imam itu melihat berkas peralihan dana asuransi Dito yang harus nya jatuh ke tangan Dhika justru akan di terima oleh Sutisna sebagai Ayah Dito.
Bisik bisik mengenai masalah Dhika pun terdengar oleh beberapa orang yang ada di dalam ruangan yang ternyata terselip salah seorang vloger ternama di kota mereka, dan membuat orang tersebut mengupload masalah Dhika tanpa sepengetahuan Andrei.
" Yang mana orang nya? ". Mahesa mengarahkan pandangan nya kepada keluarga Sutisna yang di hadiri oleh Sutisna dan juga istrinya Leni.
" Ck, dari wajah nya saja sudah terlihat licik ". Mahesa tersenyum kecil mendengar ucapan atasan nya yang masih memiliki hubungan kerabat dengan salah seorang imam majlis di negara tersebut.
__ADS_1
" Lho Bapak mau kemana? ". Kedua bola mata Mahesa membulat kala sang atasan berjalan menghampiri keluarga Sutisna yang seperti nya sedang sibuk berdiskusi entah apa yang di bahas nya.
Namun tiba tiba langkah nya justru beralih kepada sepasang suami istri muda yang mana sang suami tengah menggendong bocah kecil sambil sesekali di iringi tawa mereka.
" Assalamu'alaikum ". Sapa Pak Imam kepada Keluarga Andrei yang langsung menghentikan tawa mereka.
" Waalaikumsalam ". Sahut Keluarga Andrei bersamaan.
" Keluarga Ananda Dhika Ardito? ". Tanya Pak Imam yang di angguki oleh Andrei.
" Perkenalkan nama Saya Imam Mawardi Shihab, Kata Mahesa Saya ini Kepala Cabang Asuransi kota ini ". Pak Imam tersenyum seraya mengulurkan tangan kanan nya kepada Andrei.
" Perkenalan Saya Andrei, ini istri Saya Riana dan Putra Saya Dhika ". Angguk sopan Andrei memperkenalkan diri juga keluarga kecil nya.
" Bisa kita bicara sebentar mengenai uang asuransi Pak Dito? ". Andrei menghela nafas pelan menanggapi pertanyaan Pak Imam.
" Maaf Pak Imam, Saya sudah membahas nya dengan Pak Mahesa beberapa waktu yang lalu ". Jawab Andrei yang di angguki Pak Imam.
" Itu adalah hak Dhika, tidak seharusnya pihak keluarga Pak Dito yang menerima dana asuransi tersebut ". Ucap Pak Imam kesal.
" Insya Allah Dhika ikhlas Pak. Dan semoga rezeqi Dhika semakin bertambah. Aamiin ".
__ADS_1
" Aamiin ". Pak Imam dan Mahesa pun mengamini apa yang Andrei ucapkan.
"Lagi pula Kami sama sekali tidak mengetahui kalau Mas Dito dan Mbak Misya mendaftarkan diri ikut asuransi di tempat Bapak ". Ucap Andrei.
Pak Imam menghela nafas pelan lalu menepuk punggung Andrei beberapa kali, kemudian tangan nya beralih ke pucuk kepala Dhika lalu mengusap nya dengan lembut.
" Dhika sangat beruntung di asuh oleh Pak Andrei dan Istri ". Andrei tersenyum menanggapi ucapan Pak Imam.
" Astaghfirullahalazim ". Terdengar bisik bisik dan gumaman kalimat istighfar dari beberapa orang yang berada di dalam gedung.
Pandangan mereka beralih kepada Keluarga Andrei dan Keluarga Sutisna secara bergantian.
" Yang sabar ya Mas. InsyaAllah rezeki Mas juga Mbak akan semakin bertambah dan berlimpah karena merawat anak yatim piatu ". Ucap Wanita paruh baya yang tadi sempat berbincang dengan Riana.
" Eh. Iya Bu. Aamiin ". Jawab Riana terkejut.
" A' ini ada apa ya? ". Bisik Riana merapatkan tubuh nya ke lengan kiri Andrei.
" Astaghfirullah, maaf Pak Andrei, seperti nya masalah Dhika sudah menjadi trending topic di Medsos ". Ucap Mahesa seraya menyodorkan HP nya mengecek notifikasi medsos nya.
Andrei, Riana dan Pak Imam pun menghela nafas pelan, lalu mengalihkan pandangan mereka kearah Keluarga Sutisna yang tengah menatap mereka dengan tajam.
__ADS_1