Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 40 Mantan Dilarang Servis


__ADS_3

Kalau pagi para karyawan terkekeh geli saat melihat banner berukuran 3*2 meter sudah terpampang di depan gerbang bengkel. Kali ini giliran pelanggan bengkel Andrei yang mengulum senyum kala membaca isi banner tersebut.


" Mantan Dilarang Servis ".


Andrei benar benar mengabulkan usulan Riana hingga membuat Riana yang sejak melahirkan Eiliyah memutuskan untuk berhenti mengajar dan lebih memilih menghabiskan waktu membantu mengurus masalah pembukuan bengkel Andrei itu mengulum senyum nya saat baru tiba di bengkel nya Andrei dengan membawa makan siang untuk sang suami juga karyawan yang bekerja.


" Assalamu'alaikum Ayah ". Sapa Riana saat tiba di bengkel sementara Andrei tampak sedang sibuk mengotak atik isi dalam kap mobil.


" Waalaikumsalam Bunda, Eiliyah ". Balas sapa Andrei, mengecup kening Eiliyah yang tengah tertidur di dalam gendongan Riana.


Tanpa sungkan Riana mencium punggung tangan kanan Andrei yang kotor dengan oli dan yang lain nya.


" Tangan Ayah kotor Bunda ". Ucap Andrei.


" Dari kotor ini Ayah memberikan nafkah buat Bunda juga anak anak ". Andrei tersenyum kecil mendengar ucapan Riana.


" A'a Bos masih ada satu nggak yang kaya Bu Bos?. Kalau ada mau atuh buat di jadikan makmum ". Andrei melempar baut bekas kearah Dion sang kompor di bengkel nya. Dion menghindar dari timpukan Andrei sambil tertawa kecil.


Andrei menggelengkan kepala nya melihat ulah karyawan nya yang satu itu. Karyawan nya yang satu itu memang paling suka menggoda Andrei yang sangat protektif terhadap Riana.


Apalagi kalau ada beberapa mata pria yang mulai melirik kepada Riana, maka dengan tidak sungkan Andrei akan merangkul pinggang Riana untuk memberitahu kan kalau Riana adalah milik nya.


" Yang kaya gini cuma satu dan udah ada label halal nya ". Sungut Andrei membuat Karyawan nya dan beberapa pelanggan setia bengkel nya tersenyum.

__ADS_1


" Kak Dion, nanti tolong di bagikan sama yang lain ya ". Ucap Riana seraya menunjukkan rantang 3 susun yang di bawa nya.


" Siap, hatur nuhun Bu Bos ". Ucap Dion.


" Sami Sami Kak ". Riana meletakkan rantang yang di bawa nya di atas dispenser area kerja bengkel.


" Bunda sama Eiliyah di dalam aja ya ". Titah Andrei.


" Izin sebentar mau ngadem di depan boleh kan?. Bosen atuh di dalam ruangan terus Ayah ". Rengek Riana.


Andrei menghela nafas pelan mendengar rengekan Riana.


" Ya sudah jangan lama lama ". Ucap Andrei. Riana memberikan tanda hormat kepada Andrei.


" Kalau gitu, biar Ayah yang pesenin. Bunda tunggu di dalam saja ". Riana mendengus kesal melihat Andrei yang sudah berjalan keluar bengkel nya.


" Posesif ". Gerutu Riana lalu berjalan menuju ruang kerja Andrei.


Beberapa menit kemudian Andrei masuk kedalam ruangan lengkap dengan dua buah mangkuk bakso cuangki pesanan nya.


" Assalamu'alaikum Bunda ". Sapa Andrei saat memasuki pintu ruangan yang sengaja Riana buka lebar.


" Waalaikumsalam Ayah ". Jawab Riana yang tengah bermain dengan Eiliyah yang sedang berada di dalam baby bouncer nya.

__ADS_1


" Nih pesenan nya ". Andrei menyodorkan semangkuk bakso pesanan Riana.


" Kak Dion jadi jemput Dhika kan Yah? ". Tanya Riana di sela menikmati bakso nya.


" Insya Allah, sebentar lagi Dia berangkat. Mau titip apa? ". Ucap Andrei yang ikut menikmati bakso yang di bawa nya tadi.


" Mau titip pesen supaya boyong Tiara kemari, ya syukur syukur Kak Dion bisa langsung boyong Tiara ke pelaminan hehehehe ". Andrei menyentil pelan kening Riana menjawab ucapan Istri nya yang senang sekali menjodohkan Dion yang cerewet dengan Tiara yang juga cerewet.


" Kalau kaya gitu mending suruh Kang Jamal aja yang jemput Dhika. Ayah nggak mau sepanjang jalan Dion dan Tiara adu mulut ". Ucap Andrei yang di balas gelengan kepala Riana.


" Jangan atuh Ayah. Memang Ayah nggak liat apa, kalau mereka itu kaya nya udah ada rasa, ya walau pun kalau ketemuan pasti adu mulut hehehe ". Andrei menghela nafas pelan menanggapi ucapan Riana.


" Assalamu'alaikum A'a bos, punten ganggu sebentar. Itu ada mantan lagi ngamuk di depan ". Ucap Dion tiba tiba.


" Waalaikumsalam. Usir aja Dion, kalau nggak mau pergi juga panggil keamanan komplek ". Ucap Andrei menghiraukan ucapan Dion.


" Udah di usir A' tapi itu si mantan malah teriak teriak di depan ". Ucap Dion bingung.


" Ya udah, biar Saya aja yang keluar ". Ucap Riana yang segera beranjak keluar ruangan.


" Hadeuh, cari gara gara aja tuh mantan ". Gumam Dion mengekor di belakang Riana. Sementara Andrei menjaga Eiliyah yang sudah bangun dari tidur nya.


" Anak cantik nya Ayah udah bangun. Yuk kita lihat Bunda memberantas Mantan yang di larang servis ".

__ADS_1


Eiliyah tertawa kecil menanggapi ucapan Ayah nya yang sambil menciumi pipi gembul nya.


__ADS_2