
Sudah hampir 2 bulan ini Andrei tidak menemui Andini. Bahkan berkali kali Andini menelpon sudah seperti para debt collector pinjaman online yang setiap hari bisa puluhan kali menelpon kalau tidak di angkat.
Andrei sudah benar benar menutup pintu hati juga perasaan nya untuk Andini. Andrei sudah berpikir kalau Andini bukanlah jodoh yang baik yang dikirimkan Tuhan untuk nya.
Bisa jadi masih ada perempuan lain yang bisa dengan tulus menerima keberadaan Dhika yang kini sudah resmi menjadi anak nya secara negara.
Namun hal berbeda justru dialami oleh Andini, Dia tidak rela kalau Andrei meninggalkan nya, apa kata para teman teman kalau seorang Andini di campak kan bukan menyampakkan.
Padahal Dia sudah berharap dengan ada nya Dhika Andini bisa segera meninggalkan Andrei bukan justru kini Dia yang ditinggalkan.
Tak rela menerima keputusan Andrei, setelah hampir 2 bulan tidak bertemu Andrei. Bahkan seminggu terakhir ini Andrei memblokir nomor nya, membuat wanita itu nekat datang ke bengkel Andrei.
Tempat yang paling enggan Andini datangi karena kotor dan bau oli.
__ADS_1
" Mana bos kalian ". Para karyawan juga beberapa pelanggan tampak terkejut dan terheran heran dengan Andini yang tiba tiba datang ke bengkel Andrei tanpa permisi bahkan mengucapkan salam.
" Ya Allah Mbak Andini. Bisa nggak ngucapin salam dulu, permisi dulu, jangan bikin orang kaget kaya gini Mbak ". Protes Dion namun Andini membalas ucapan Dion dengan membelalakkan kedua bola mata nya sambil berkecak pinggang di hadapan Dion yang tengah duduk berjongkok di samping kiri motor yang tengah di perbaikannya.
" Diem Kamu. Jongos aja belagu ". Dion dan yang lain nya hanya menggelengkan kepala nya melihat ulah dan tingkah yang masih di ketahui nya sebagai calon Nyonya Bos nya.
" Ya Allah Neng. Cantik cantik kok mulut nya jelek ya ". Andini memutar malas kedua bola mata nya saat salah seorang ibu pelanggan bengkel nya Andrei itu menanggapi ucapan juga tingkah laku Andini.
Tanpa permisi wanita itu langsung masuk kedalam bengkel dan menuju tempat ruang istirahat Andrei.
" Calon Nyonya Bos Bu ". Jawab Dion sedikit kesal dengan Andini.
" Oalah. Ibu kira Mbak Riana lho calon nya Mas Andrei ". Ibu itu menggelengkan kepala nya melihat Andini yang berjalan dengan angkuh kedalam bengkel.
__ADS_1
" Padahal Ibu sudah berdo'a agar Mas Andrei dan Mbak Riana bisa segera menikah ". Dion dan yang lain nya yang mengenal Riana menganggukkan kepala nya tanda setuju.
" Kalau yang ini Ibu nggak setuju banget. Semoga Mas Andrei segera sadar dan memutuskan hubungan nya dengan Mbak yang judes tadi. Aamiin ". Ucap Ibu itu yang langsung di Aamin kan oleh para karyawan juga para pelanggan bengkel Andrei.
" Aamiin ". Tawa pun terdengar di sekitar mereka.
Andini semakin mempercepat langkah nya kala dari kejauhan terdengar suara Riana yang sedang berbicara dengan Riana.
Terdengar suara tawa kecil Riana juga Dhika, hingga membuat Andini semakin bertambah kesal.
Apalagi saat terdengar suara Andrei ikut berbicara, membuat Andini semakin mempercepat langkah kaki nya menuju ruangan Andrei yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.
Dengan emosi yang semakin tak terkendali seiring dengan semakin intens nya Andrei ikut berinteraksi dengan Riana membuat Andini pun mendorong pintu ruang kerja Andrei dengan keras.
__ADS_1
" Andrei ".