
Sudah hampir satu minggu ini hubungan Andrei dengan Andini merenggang.
Wanita itu merajuk agar Andrei tidak lagi menggunakan jasa Riana sebagai guru privat Dhika.
Dengan alasan untuk lebih mendekatkan diri dengan Dhika, Andini setiap hari merajuk meminta Andrei mengganti guru privat Dhika, bahkan kalau perlu Dhika dipindahkan sekolah saja, agar Andrei tidak lagi bertemu dengan Riana saat di sekolah.
Namun dengan lebih memprioritaskan kenyaman Dhika menuntut ilmu Andrei lebih memilih mengabaikan permintaan Andini yang sangat tidak masuk akal.
Seperti hal nya saat ini. Andini mengajak atau lebih tepat merengek agar Andrei menemui di cafe langganan nya di sebuah kawasan elit di kota mereka.
" Pokok nya Dhika nggak boleh privat lagi sama Riana ". Rengek Andini untuk kesekian kali nya.
Andrei menghela nafas dengan sedikit kesal. Setelah Dia harus meninggalkan pekerjaan nya, kini harus di hadapkan kembali dengan rengekan Andini di cafe yang menjadi tempat favorit Andini bersama teman teman nya.
" Dhika sudah nyaman dengan Riana ". Andini berdecih lalu menatap tajam Andrei.
" Dhika atau Kamu yang nyaman dengan Riana? ". Andrei menghela nafas semakin kesal mendapat pertanyaan Andini.
Apa kurang setia nya Dia, hingga lagi lagi Andini mencemburui nya dengan wanita lain. Apa Andini masih belum yakin dengan kesetiaan saat menjalin hubungan nya nya.
Bukan sekali ini saja Andini cemburu dengan kehadiran wanita. Ketika Andrei mendapat pelanggan seorang wanita, dan secara kebetulan Andini mengetahui nya maka wanita itu akan segera meminta Andrei menyuruh karyawan nya yang mengerjakan pekerjaan yang seharus nya di kerjakan Andrei.
__ADS_1
Andrei sendiri adalah tipe lelaki yang setia, banyak wanita yang menggoda secara langsung ataupun tidak langsung. Dan tak jarang mereka jauh lebih cantik bahkan lebih menggoda di bandingkan Andini.
Namun, ketika Andrei menjatuhkan pilihan hati nya kepada Andini 3 tahun lalu, maka sejak itu pula lah hati nya hanya untuk Andini.
Namun kemudian kehadiran Dhika yang merubah sikap Andini yang merasa waktu dan perhatian Andrei setelah kedatangan Dhika berkurang untuk nya membuat Andini lebih sering marah marah bahkan cemburu tak jelas.
Ditatap nya wanita yang sudah menjadi kekasih nya sejak 3 tahun yang lalu dan kini sudah menjadi tunangan nya sejak 3 bulan yang lalu.
" Kenapa Aku harus merasa nyaman dengan Riana, kalau Aku sudah memiliki Kamu ". Ucap Andrei tegas.
Namun jawaban Andrei tetap tidak membuat Andini puas.
" Pilih ganti guru atau Aku ". Ucap Andini dengan nada mengancam.
" Harus pilih ". Ucap Andini meninggi.
" Baik, kalau Aku pilih Kamu apakah Kamu mau menikah dengan Aku dalam waktu dekat?. Dhika dekat dengan Riana karena interaksi mereka setiap hari ".
" Dan kalau Kita sudah menikah, otomatis intensitas Dhika bertemu dengan Kamu akan semakin banyak dan bisa di pastikan Dhika akan lebih nyaman dengan Kamu di bandingkan dengan Riana ".
Andini berdecih kesal mendengar rentetan ucapan Andrei.
__ADS_1
" Bagaimana?. Apa Kamu sudah siapa untuk menikah dengan Aku? ". Pertanyaan Andrei membuat Andini memutar malas kedua bola mata nya.
" Kamu tau kan kalau orang tua Aku keberatan dengan keberadaan Dhika di sisi Kamu ".
" Kenapa nggak Kamu serahkan saja Dhika kepada keluarga Ayah nya, bukan Kamu yang mengurus nya ". Jawaban Andini membuat Andrei mengepalkan kedua telapak tangan nya di balik kursi. Rahang nya mengeras menahan amarah.
Lagi lagi keberadaan Dhika selalu menjadi alasan Andini menolak menikah dengan nya.
" Sampai kapan pun Aku nggak bakal serahin Dhika kepada keluarga itu ".
" Lalu sampai kapan pun itu juga Kedua orang tua Aku tidak akan menikahkan Kita ". Ucap Andini.
" Jadi Kamu menolak menikah dengan Aku, karena Dhika? ". Andini mengangguk kecil seraya menyeruput minum nya dengan santai.
Andrei menghela nafas pelan. Seperti kali ini Dia harus mengambil keputusan mengenai kelanjutan hubungan nya dengan Andini.
Terkadang Andrei tak habis pikir dengan sikap juga empati yang di miliki oleh Andini. Bagaimana bisa seorang wanita seperti Andini tidak perduli dengan keberadaan seorang anak yang harus di tinggal meninggal oleh kedua orang tua nya ketika Dia baru berusia 7 hari.
Bukan nya mendukung dan memberikan support Andrei dalam mengurus Dhika, wanita itu justru membenci dan merasa terganggu dengan keberadaan Dhika yang memang Andrei asuh setelah sang kakak dan Abang ipar nya itu meninggal karena kecelakaan.
" Kalau begitu, Kita akhiri hubungan Kita. Karena sampai kapan pun Aku akan menjadi wali Dhika ". Ucap Andrei lalu beranjak pergi meninggalkan Andini yang tampak terkejut dengan ucapan Andrei yang secara tidak langsung memutuskan hubungan dengan nya.
__ADS_1
" Andrei. Kamu nggak bisa gitu aja ngebatalin pertunangan Kita ". Pekik Andini hingga menarik perhatian pengunjung cafe yang lain nya.
Namun Andrei mengacuhkan teriakan Andini, pria itu tetap melanjutkan langkah nya menuju parkiran sebelum akhir nya memacu motor trail nya meninggalkan cafe tempat nya bertemu dengan Andini.