Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 24 Ketemu Mantan


__ADS_3

" Es krim nya nanti dulu di makan nya Sayang, kita makan nasi nya dulu ya ". Titah Riana yang di angguki Dhika.


Bocah yang kini berusia 5 tahun itu kembali membuka mulut nya untuk menerima suapan dari sang Bunda.


" Ayah kok lama Bun? ". Tanya Dhika di sela kunyahan nya.


Riana melirik jam tangan nya, sudah lebih dari 10 menit Andrei masih juga belum kembali dari toilet.


" Mungkin antri di toilet nya A' ". Jawab Riana.


" Bunda, itu Tante Andini sama Ayah ". Riana mengalihkan pandangan nya kearah yang Dhika tunjuk.


Tampak Andini terus menerus mencoba meriah lengan Andrei yang terus menerus menghindari Andini.


Riana bahkan bisa melihat ketidaknyamanan dan kemarahan yang tertahan di balik wajah Andrei.

__ADS_1


Wanita yang sudah tidak gadis sejak beberapa hari lalu itu pun menghela nafas nya pelan dan mengalihkan pandangan nya kepada Dhika yang terlihat tidak nyaman dengan tingkah Andini yang terlihat masih terus memaksa Andrei.


" A'a Dhika tunggu di sini sebentar ya. Bunda mau ke Ayah dulu ". Ucap Riana yang di angguki Dhika.


" A'a maem es krim nya aja. Jangan lihat ke Ayah juga ke Bunda ya ". Lagi lagi Dhika mengangguk dan kemudian mengalihkan perhatian nya kepada Es krim yang berada di hadapan nya.


Riana bergegas berjalan menuju Andrei dan Andini yang tampak mulai mengundang perhatian pengunjuk restoran tempat mereka sedang menikmati makan siang setelah pulang sekolah.


" A'a ". Panggil Riana lembut dan langsung meraih lengan Andrei kanan Andrei di lanjutkan dengan mengenggam erat jemari Andrei saat pria itu akan mengangkat telapak tangan nya kearah Andini.


" Dasar pelakor ". Bentak Andini yang di balas senyuman oleh Riana.


" Jaga mulut Kamu Din ". Namun tidak dengan Andrei. Pria itu tampak kesal dengan ucapan Andini dan hampir saja melayangkan tangan kanan nya kepada Andini kalau saja Riana tidak semakin menggenggam erat telapak tangan kanan nya.


" Apa nama nya kalau bukan Pelakor hah?. Kamu ninggalin Aku gara gara perempuan nggak tau diri ini ". Nada bicara Andini semakin tinggi hingga membuat atensi para pengunjung pun semakin terarah kepada mereka.

__ADS_1


" Bisa kita bicara di tempat yang lain Mbak? ". Pinta Riana namun di balas Andini dengan senyuman mengejek hingga membuat Andrei kesal.


" Kenapa Kamu malu, dengan penampilan seperti ini malah menjadi Pelakor? ". Balik Andini bertanya dan hal itu membuat Andrei semakin bertambah kesal dan hendak menyerang Andini, namun kembali ditahan oleh Riana.


" A'a temenin Dhika aja. Biar urusan ini Aku yang tangani ". Riana mengusap lembut lengan kanan Andrei kala pria itu memandang nya.


Riana mengangguk pelan seolah mengatakan Dia tidak apa apa. Andrei hanya bisa menghela nafas pelan. Di alihkan pandangan nya kepada Dhika yang tengah menikmati es krim nya tanpa melihat kearah mereka.


" Ya sudah. A'a ketempat Dhika dulu ya ". Riana mengangguk pelan.


" Ingat Din, hubungan kita sudah berakhir sebelum Riana hadir masuk kedalam hubungan kita. Jadi berhenti mengatai Riana Pelakor, karena Aku tidak merasa menduakan Kamu dengan Riana saat kita masih menjalin hubungan ". Ucap Andrei tegas dan cukup terdengar oleh orang orang yang sejak tadi memperhatikan mereka.


" Kalau Dhika sudah selesai makan nya bawa ke Kid's Zone aja ya A'. Kita ketemuan disana ". Andrei mengangguk dan kemudian mengucup singkat pucuk kepala Riana sebelum melangkah menuju tempat Dhika.


" Mau bicara di sini atau sambil duduk Mbak? ".

__ADS_1


__ADS_2