
Jam baru saja menunjukan pukul 4 sore , Riana yang baru saja selesai mandi dan sholat segera berjalan menuju pintu rumah nya saat terdengar suara salam Dhika dengan masih mengenakan mukena nya.
" Assalamu'alaikum Ri / Bunda ". Ucap salam Dhika dan Andrei dari depan secara bersamaan.
" Waalaikumsalam ganteng ". Balas salam Riana saat membuka pintu rumah nya, tanpa berpikir Andrei ada di samping Dhika.
" Terima kasih cantik ". Riana mengernyitkan kening nya saat mendapati Andrei berdiri di samping Dhika dengan berpenampilan rapi.
Tunggu bukan waktu nya mengomentari penampilan Andrei yang terlihat klimis tanpa jengot juga kumis sehingga membuat nya semakin tampan.
Tunggu bukan waktu nya untuk memuji penampilan Andrei saat ini Riana, coba ingat tadi dia mengucapkan kata cantik
Riana menghela nafas pelan, lagi lagi Andrei mengeluarkan kata gombalan kepada nya.
" Mulai deh ngegombal nya ". Ucap Riana membuka pintu lebar hingga membuat Dhika langsung masuk ke dalam rumah Riana.
" Ish. Kan Kamu duluan yang bilang ganteng. Ya Aku balas cantik dong ". Riana memutar malas menanggapi ucapan Andrei yang ikut nyelonong masuk ke dalam rumah Riana tanpa permisi.
" Aku tuh panggil ganteng ke...".
__ADS_1
" Iya Aku tau ". Andrei memotong ucapan Riana dan kemudian mendudukkan tubuh nya di samping kemenakan nya yang kini tengah duduk lesehan di lantai sambil menonton TV.
Riana merasa tidak enak hati mendengar ucapan ketus Andrei. Apalagi saat wajah Andrei tiba tiba berubah menjadi masam, akibat perkataan nya tadi.
" Bunda cepetan ganti baju. Om Drei mau ajak kita makan makan ". Ucap Dhika penuh semangat.
Riana mengerjapkan kedua belah kelopak mata nya lalu melihat kearah Andrei yang mata nya fokus ke TV
" Emang mau kemana? ". Tanya Riana.
" Kata Om Drei makan malam ". Jawab Dhika.
Dhika menatap terpaku melihat penampilan Riana yang sangat berbeda, saat gadis selesai mengganti pakaian nya.
Sementara Andrei, Riana tidak melihat nya berada di ruang tamu rumah nya.
" Bunda cantik banget ". Puji Dhika menatap kagum kepada Riana.
" Makasih ". Balas Riana seraya mengusap lembut pucuk kepala Dhika.
__ADS_1
" Udah siap? ". Kali ini Andrei yang di buat terpaku oleh penampilan baru Riana.
Ternyata bukan hanya Dia yang mengubah penampilan nya. Riana pun melakukan hal yang sama.
" Om, Bunda cantik banget ya ". Ucapan Dhika membuyarkan lamunan Andrei hingga membuat nya gugup untuk sesaat.
" Hem ". Hanya gumaman yang menjawab perkataan Dhika. Lalu membalikkan tubuh nya keluar dari rumah Riana.
Riana pun mengikuti langkah Dhika yang sudah keluar rumah dan kemudian Riana pun mengunci pintu rumah nya sebelum mengikuti Dhika berjalan keluar gang, karena seperti nya Andrei saat ini akan mengajak mereka pergi dengan menggunakan mobil.
" Ayo Bunda cepetan, Nanti Aku kenalin sama Mama Shinta ". Ucap Dhika menarik tangan Riana hingga membuat Riana tersentak saat terdengar nama wanita dari ucapan Dhika.
" Mama Shinta? ". Tanya Riana kepada Dhika dengan berusaha menyembunyikan gemuruh hati nya yang terasa nyeri saat Dhika menyebutkan nama wanita lain dengan sorot mata berbinar senang.
Sorot mata Riana kini beralih kepada Andrei yang tampak berjalan di depan nya dengan sesekali memainkan HP dan terlihat mengetik di layar datar tersebut sambil sesekali tersenyum kecil kearah HP nya.
Lagi lagi Riana merasakan hati nya terasa nyeri saat melihat wajah Andrei tersenyum tidak untuk nya.
Dengan malas Riana melangkahkan kaki nya mengikuti langkah panjang Andrei, sementara Dhika tampak berlari kecil di antara mereka.
__ADS_1
Riana memandang punggung Andrei yang berjalan semakin menjauh mendekati mobil nya, hingga tanpa Dia sadari kedua bola mata nya mulai terasa pedih dan panas, dan hanya dengan sekali kerjap beberapa tetes air mulai turun dari kedua sisi kelopak mata nya.