Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 68 S2 Ta'aruf


__ADS_3

" Apa Kamu keberatan, kalau Ustadz Reza dan Kak Natasha melakukan Ta'aruf ? ".


Pertanyaan Eil membuat Acid terlihat kebingungan untuk memberikan jawaban.


" Bukan begitu Teh, hanya saja Teteh terlihat begitu bersemangat menjodohkan Kak Nana dengan Ustadz Reza, padahal kan Kita tahu sendiri kalau Kak Nana sudah menolak lamaran Ustadz Reza beberapa waktu yang lalu ". Eil mengangguk pelan pelan menanggapi ucapan Acid.


" Tapi semalam Ustadz Reza kembali meminta Kak Nana kepada Ayah. Ayah juga sudah mendapatkan amanah dari kedua orang tua Kak Nana untuk bisa mencarikan jodoh yang baik dan bisa membimbing Kak Nana. Dan Ayah menjatuhkan pilihan jodoh yang layak untuk Kak Nana adalah Ustadz Reza. Lalu Teteh di tugaskan oleh Ayah untuk menyampaikan keinginan Ustadz Reza melalui Ayah yang ingin melakukan Ta'aruf terlebih dahulu dengan Kak Nana ". Acid kembali terdiam mendengar ucapan panjang lebar sang Teteh kesayangan nya.


" Tapi Teh ... ".


" Ck, kenapa jadi kalian yang bertengkar sih ". Kali ini Natasha yang membuat Acid tak melanjutkan ucapan nya. Atau lebih tepat protes Acid.


" Ada baik nya Kakak mengikuti permintaan Ayah ". Eil menyunggingkan senyuman lalu merentangkan kedua tangan nya yang di sambut pelukan oleh Natasha.


" Kita tunggu reaksi nya si bocil selanjutnya ". Bisik Eil membuat Natasha melerai pelukannya lalu menatap Eil dengan keheranan.


Eil kembali memeluk Natasha seraya berbisik tepat di telinga Natasha agar Acid tidak curiga.


" Kakak tenang aja, kita lihat reaksi si bocil selanjut nya. Untuk sementara waktu biarlah Si Bocil itu menganggap Kakak akan melakukan Ta'aruf dengan Ustadz Reza ". Bisik Eil lalu melerai pelukan nya dengan Natasha, saat menyadari Acid hendak beranjak pergi.


" Hey mau kemana Dek ". Acid menghentikan langkah nya saat Eil bertanya kepada nya.


" Pulang ". Jawab Acid.


" Nggak salim dulu? ". Acid berdecak kesal ketika melihat Eil menjulurkan punggung tangan kanan nya kearah nya.


Dengan gontai remaja itu menghampiri Eil dan mencium punggung tangan kanan Kakak nya dengan takzim.


" Ini di lewatin? ". Tanya Eil usil ketika Acid baru selesai mencium punggung tangan nya.


" Belum Mahram ". Jawab Acid santai, namun membuat Eil mengulum senyuman dan Natasha menampakkan wajah terkejut nya mendengar ucapan Acid.


" Ada kemungkinan buat jadi Mahram dong ". Eil mengajukan ucapan menggoda kepada adik nya dan hal itu membuat Acid terlihat kikuk.

__ADS_1


" Sayang nya Kakak bukan Siti Khadijah ". Ucap Natasha yang berhasil membuat Acid terkejut. Eil mengulum senyum saat melihat wajah Acid yang terlihat pias menanggapi ucapan Natasha.


" Kata nya mau pulang. Udah sana pulang. A'a baru kasih kabar kalau sebentar lagi sampai ke sini bareng sama Ustadz Reza ".


Eil mendorong tubuh Acid seolah menyuruh remaja itu untuk segera pulang.


" Assalamu'alaikum ". Seruan salam terdengar kala Eil masih terus menerus mendorong Acid keluar.


" Waalaikumsalam ". Sahut sapa membalas salam bersamaan.


Terlihat Dhika dan Ustadz Reza memasuki ruang perawatan Eil.


Dhika bergegas menghampiri Eil. Eil pun langsung meraih punggung tangan Dhika dan kemudian mencium punggung tangan itu dengan takzim.


Tak lupa sebuah kecupan di berikan Dhika di pucuk kepala Eil.


Acid menyoroti tajam wajah Ustadz Reza yang terlihat tersenyum kepada Natasha. Sementara Natasha hanya menundukkan kepala nya tak menatap para pria yang bukan Mahram nya.


" Mau kemana Dek? ". Dhika bertanya kepada Acid saat melihat Acid sudah memangkul tas punggung nya di sebelah kiri pundak nya.


Sedangkan yang di curi pandang nya itu justru terlihat sibuk berbincang-bincang dengan Eil.


" Ya sudah pulang nya hati hati ". Acid mengangguk lalu mencium punggung tangan kanan Dhika, Eil juga Ustadz Reza bergantian.


" Assalamu'alaikum ". Salam Acid saat akan keluar dari ruangan Eil.


" Waalaikumsalam ". Acid pun melangkah keluar setelah ucapan serempak salam terdengar membalas salam nya.


Dengan gontai remaja itu melangkahkan kaki nya keluar ruangan. Entah mengapa Dia sungguh merasa kesal saat semua orang menjodohkan Natasha dengan Ustadz Reza.


Ustadz Reza adalah sosok Ustadz yang baik dan ramah. Memiliki wajah blasteran Arab Jawa membuat tubuhnya terlihat proposional dan sangat menunjang untuk menjadikannya sebagai salah seorang High Quality calon Imam dalam rumah tangga di Pondok Pesantren tersebut.


Acid menghela nafas pelan, niat nya untuk menginap di Rumah Sakit terpaksa di batalkan demi menjaga hati dan juga perasaan nya yang tiba tiba terasa menyesakkan mendengar Natasha yang akan mencoba ber Ta'aruf dengan Ustadz Reza.

__ADS_1


Hati nya bimbang dan ragu jika berhubungan dengan Natasha.


Apalagi semenjak Natasha secara rutin berkunjung bahkan menginap di kediaman keluarga untuk mempelajari lebih dalam tentang agama kepada Teteh juga Bunda nya, membuat nya lebih sering bertemu dengan Natasha walau pun hanya sekilas.


Karena semenjak lebih memahami tentang batasan Mahram, Natasha lebih menjaga sikap dan juga perilaku nya terhadap lawan jenis.


Selalu menjaga pandangan ketika bertemu dengan Acid juga para lelaki yang bukan Mahram nya dengan menundukkan pandangan nya tanpa melihat lawan jenis nya ketika bertatapan.


Bahkan tak jarang beberapa klien Pria yang bertemu dengan nya saat membahas bisnis merasa kecewa karena Natasha mewakilkan kehadiran nya kepada sang adik.


Ya Natasha adalah salah seorang arsitektur dan Dia merupakan satu satu nya Arsitektur wanita di kota nya.


Cantik dan pintar membuat banyak para klien pria yang ingin mengenal nya lebih dekat.


Namun semenjak menjadi mualaf Dia mulai membatasi pertemuan dengan klien pria.


Acid menghentikan laju motor matic nya di halaman parkir rumah nya. Kedua bola nya memicing heran melihat mobil Natasha sudah terparkir di halaman rumah nya.


Bukankah wanita itu tadi nya akan menginap di Rumah Sakit menemani Teteh nya, tapi kenapa mobil nya sudah terparkir di depan rumah nya.


Acid memang sempat berkeliling kota dulu selama beberapa jam sebelum akhir nya memutuskan untuk pulang setelah jam menunjukkan angka 11 malam, dikarenkan takut membuat seluruh anggota keluarga nya khawatir.


" Assalamu'alaikum ". Sapa salam Acid saat tiba akan memasuki rumah nya.


" Waalaikumsalam ". Jawab sapa serempak dari dalam rumah.


Rasa heran tampak di wajah nya setelah melihat hanya ada Ayah dan Bunda nya serta Natasha dan kedua orang tua nya.


Dengan takzim Acid mencium punggung tangan kedua orang tua nya dan juga orang tua Natasha secara bergantian.


Seperti nya Ta'aruf yang akan di lakukan oleh Natasha dan Ustadz Reza akan jadi di gelar, itulah yang Acid pikir kan.


Namun kedua bola nya terus mencari sang Ustadz, Dia tak menemukan sosok pria yang di cari nya

__ADS_1


" Ustadz Reza nya kemana Yah? ".


__ADS_2