Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 66 S2 Guliran Waktu 3


__ADS_3

Waktu terus bergulir mengiringi kehamilan Eil yang kini sudah memasuki usia 9 bulan. Sepasang anak kembar, Insya Allah akan hadir dalam beberapa hari mendatang.


Dhika terlihat sudah mempersiapkan berbagai macam kebutuhan setelah kelahiran sepasang anak kembar nya.


Sengaja ingin lebih dekat dengan kedua buah hati nya, Dhika dan Eil menolak tawaran Ayah dan Bunda nya untuk membuatkan kamar khusus untuk kedua bayi mereka


Alhasil kamar Eil dan Dhika kini terlihat lebih sempit di karenakan Natasha memberikan dua buah tempat tidur khusus bayi untuk kedua bayi kembar Mereka.


Ya Natasha, gadis yang hijrah itu kini sudah memantapkan hati nya untuk berhijab. Bahkan Eil lah yang menuntun dan membantu Natasha pada awal awal hijrah nya.


Hingga akhir nya kini Eil dan Natasha bersahabat. Rasa untuk Dhika di hati Natasha pun sudah hilang. Bagi nya Dia kini hanya ingin fokus dalam hijrah nya.


Masalah jodoh diserahkan semua nya kepada Sang Pemilik Semesta. Walau pun harus di akui nya Dia sedikit tertarik kepada Acid.


Remaja yang kini berusia 17 tahun itu terlihat lebih mengetuk hati nya untuk mengenal lebih dekat.


Namun usia yang berbeda 9 tahun membuat Natasha harus tahu diri hingga Dia pun akhir nya harus berusaha keras untuk menutup perasaan terhadap remaja tersebut.


Ayah dan Bunda sempat ingin menjodohkan Natasha dengan Ustadz muda yang mengajar di pesantren mereka, bahkan beberapa Ustadz tersebut mengajukan lamaran secara langsung kepada Natasha, ketika gadis itu berkunjung ke pesantren.


Namun dengan halus Natasha menolak lamaran tersebut. Masih harus lebih mendalami agama baru nya, itu lah alasan yang selalu Natasha sampaikan saat menolak lamaran tersebut.


Beruntung kedua orang tua Natasha memberikan kebebasan Natasha dalam menjalani agama baru nya, bahkan kedua orang tua Natasha menyerahkan perwalian akad nikah Natasha nanti kepada Ayah.


Hal itu di karenakan kedua orang tua Natasha masih tetap menjalani keyakinan Mereka.


Natasha dan Eiliyah tampak sedang berjalan jalan di kebun yang berada di samping gedung yang baru rampung beberapa bulan lalu hasil sumbangan dari keluarga Natasha.


Kedua nya tampak nya tampak berjalan di iringi sesekali tawa kecil. Apalagi ketika Natasha sengaja mengusap perut Eiliyah yang biasa nya langsung di sambut oleh pasukan Eil yang masih berada di dalam perut Eil.


Tak jarang Eil sampai harus meringis kala kedua anak nya membalas sapa dari Natasha dengan menendang dari dalam.


" Udah atuh Aunty, ini ngilu euy ". Rengek Eil saat kedua utun salin sibuk menendang dari dalam perut menanggapi celotehan Natasha yang sengaja meminta kedua utun kelak memanggilnya Aunty.

__ADS_1


" Aduh aduh, twinnie nya aktif banget ya ? ".


" Iya Aunty ". Kedua nya tertawa kecil mendengarkan ucapan Eiliyah yang menirukan suara anak kecil.


" Teteh, dicariin A'a " Suara Acid membuat Mereka menghentikan tawa kecil mereka.


" A'a sudah pulang Dek? ". Acid mengangguk menjawab pertanyaan Eiliyah.


" Ya sudah, Kita masuk aja yuk Kak ". Eiliyah mengapit lengan kiri Natasha dan mereka pun berjalan beriringan menuju rumah.


Sementara Acid memilih berjalan di belakang Eiliyah dan Natasha.


" Aduh ". Eil menghentikan langkah nya saat merasakan nyeri di bagian bawah perut nya.


" Kenapa Eil / Kenapa Teh? ". Tanya Natasha dan Acid bersamaan. Dan secara bersamaan pula Mereka mengapit lengan Eiliyah.


Acid mengapit Eil di sebelah Kanan, dan Natasha mengapit lengan kiri Eil.


Kedua nya tampak khawatir kala melihat Eiliyah yang semakin meringis menahan sakit.


" Insya Allah masih bisa Kak ". Ucap Eil sambil mengangguk pelan.


" Pelan pelan aja Teh ". Acid membantu Natasha memapah tubuh Eil yang berjalan pelan pelan.


Dhika yang melihat Acid dan Natasha tengah memapah Eil dari teras pun bergegas berlari menghampiri Mereka.


" Sayang ". Pekil Dhika yang secara spontan langsung menggendong Eil ala bridal style kedalam rumah hingga membuat Acid dan Natasha saling memandang sekilas dengan heran.


" Kenapa? ". Tanya Dhika saat merebahkan tubuh Eiliyah di sofa panjang.


" Ngilu A' ". Cicit Eil menenggelamkan kepala nya dalam dafa Dhika.


" Kita ke Klinik ya ". Ajak Dhika yang di balas Eiliyah dengan gelengan kepala.

__ADS_1


" Nggak usah nanti aja A'. Kan Bu Nurma bilang HPL nya masih Seminggu lagi ". Dhika menggenggam dengan erat jemari kanan Eilyah ketika merasakan Eil mencengkram genggaman nya.


" Sakit sayang? ". Eil menggeleng pelan, namun Dhika bisa melihat sendiri kalau saat ini Eil tengah menahan sakit.


" Dek tolong ambilkan tas hitam yang ada di kamar A'a yang isi nya perlengkapan melahirkan Teteh ".


Setelah mengangguk Acid pun bergegas menuju kamar Kakak nya tersebut, dan langsung membawa tas yang Dhika pinta.


" Kita langsung ke Rumah Sakit aja ya Ka ". Dhika mengangguk menjawab ucapan Natasha.


Gadis itu pun bergegas menuju mobil nya, dan kemudian segera menyalakan nya.


Tak lama kemudian terlihat Acid keluar dari rumah dengan menenteng sebuah tas berwarna hitam.


Natasha pun segera membukakan pintu bagasi agar Acid bisa menyimpan tas yang di bawa nya kedalam bagasi.


" Bunda udah di kabari Dek? ". Pertanyaan Natasha hanya di balas Acid dengan anggukan kepala.


Natasha menghela nafas pelan melihat reaksi Acid yang terlihat kesal dengan pertanyaan.


Bahkan remaja itu langsung masuk kedalam mobil Natasha dan dengan PD nya duduk di kursi pengemudi, hingga membuat Natasha pun segera menghampiri nya bertepatan dengan Acid yang akan menutup pintu.


" Ngapain? ". Tanya Natasha menahan pintu mobil, yang di tarik Acid.


"Liat nya? ". Natasha menarik kencang pintu mobil, namun lagi lagi pintu mobil di tarik Acid.


" Astaghfirullahalazim. Kenapa Kalian jadi main tarik tarikan pintu? ". Ucapan Dhika membuat Natasha melepaskan pegangan nya dari pintu kemudi dan beralih membuka pintu samping belakang mobil agar bisa lebih mudah masuk kedalam mobil sambil menggendong Eiliyah.


" Kamu yang bawa Dek? ". Tanya Dhika saat melihat Acid sudah duduk manis di kursi kemudi mobil Natasha.


" Iya A' " Jawab Acid.


" Dia main serobot masuk aja ". Gerutu Natasha menutup pintu mobil samping kemudi dengan kesal.

__ADS_1


" Ya udah kita buruan. Ayah dan Bunda juga udah OTW ke Rumah Sakit ". Titah Dhika yang di angguki Acid dan segera melesatkan mobil milik Natasha menuju Rumah Sakit.


__ADS_2