
" Dimana Kamu sembunyikan Dhika ". Dahi Andrei mengernyitkan mendapat bentakan seorang pria paruh baya yang sampai saat ini masih menjadi kakek biologis Dhika.
" Assalamu'alaikum Om " . Bukan menjawab salam yang Andrei ucapkan pria paruh baya itu justru membuang ludah di sisi kiri tubuh Andrei.
" Astaghfirullahalazim ". Gumam pelan Andrei sambil mencoba tersenyum membalas tatapan penuh dendam Sutisna.
" Katakan dimana Kamu sembunyikan Dhika, cucu Saya ". Bentak Sutisna sambil mendorong kasar baju Andrei dan membuat tubuh kekar Andrei sedikit bergerak kebelakang.
" Tidak ada yang menyembunyikan Dhika Pak ". Jawab Andrei seraya mengusap usap bekas dorongan Sutisna.
Kalau tidak mengingat usia juga status Sutisna sebagai orang tua dan masih berstatus Kakek nya Dhika, sudah bisa di pastikan pria yang berada di hadapan nya ini hanya dalam beberapa hitungan detik sudah berada di IGD Rumah Sakit.
" Ada perlu apa Bapak mencari anak Saya? ". Sutisna berdecak menatap tajam Andrei yang terlihat memasang wajah biasa saja.
__ADS_1
Sementara beberapa mata pelanggan bengkel Andrei mulai teralih kepada nya dan Sutisna.
" Bisa kita bicara di dalam Pak? ". Ujar sopan Andrei yang justru di balas bogeman Sutisna.
Namun sebelum bogeman itu mendarat di wajah Andrei yang di hiasi oli bekas, tangan Andrei sudah lebih dahulu menahan bogeman tersebut.
" Jangan main kasar Pak ". Andrei menepis kasar tangan Sutisna yang sudah mulai mengeriput tersebut.
" Saya tidak akan segan segan bermain kasar, kalau Kamu tidak juga menyerahkan Dhika kepada Saya ". Andreu menampilkan senyuman kecil nya menanggapi ucapan Sutisna
" Bukan nya sejak dalam kandungan keluarga Anda sudah membuangnya. Bahkan saat Saya mengantarkan Dhika pertama kali bertemu dengan keluarga Anda, Anda mengusir Kami dan mengatai Dhika bukan lah anak Mas Dito? ". Wajah Sutisna mulai tampak memucat mendapatkan rentetan ucapan Andrei.
" Jangan lupa Pak Sutisna yang terhormat, saat ini Dhika adalah putra Saya yang sah secara negara ". Ucap Andrei hingga membuat Sutisna mengepalkan kedua telapak tangan nya.
__ADS_1
" Jangan karena mengharapkan uang asuransi Mas Dito, membuat Bapak menjadi khilaf untuk memakan hak anak yatim piatu ". Ucapan Andrei semakin membuat Sutisna meradang dan lagi lagi bogeman yang hendak dilayangkan nya ke wajah Andrei kembali di tahan oleh tangan kejar Andrei.
" Biar bagaimana pun juga hak yang ingin Bapak dan keluarga Bapak kuasai itu adalah hak Dhika. Jadi jangan serakah Pak. Bukan nya memberikan harta Bapak kepada cucu Bapak, ini malah ingin mengambil hak cucu Bapak sendiri ". Ucap Andrei seraya melepaskan kasar tangan Sutisna.
" Jadi jangan buang buang energi juga uang Bapak hanya untuk mendapatkan kembali hak asuh Dhika demi uang asuransi yang menjadi hak nya Dhika ".
" Tanpa harus mengambil hak asuh Dhika, Saya akan menyerahkan uang asuransi Mas Dito. Karena InsyaAllah Saya juga Istri Saya masih mampu untuk mengurus serta merawat Dhika tanpa uang asuransi tersebut ".
" Toh selama ini, Dhika masih bisa mendapatkan kehidupan juga pendidikan yang layak tanpa keluarga Bapak juga uang asuransi yang Bapak ingin kan tersebut ".
Wajah Sutisna semakin bertambah merah entah menahan malu atau marah atas rentetan ucapan Andrei tersebut.
" Jadi Saya peringatkan kepada Bapak dan Saya harap Bapak bisa sampaikan kepada keluarga Bapak yang lain nya. Berhenti mencari dan menganggu kehidupan Dhika. Ambil lah uang asuransi milik Mas Dito, kalau perlu sekalian uang asuransi Mbak Misya. Dan kita lihat ke depan nya, apa yang akan terjadi kepada orang orang yang khilaf atas hak anak yatim terutama yatim piatu ".
__ADS_1
" Sebagai sesama Muslim, Saya hanya bisa memberikan pesan kepada Bapak juga Keluarga Bapak ". Andrei menghela nafas pelan sebelum melanjutkan ucapan nya.
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama harta kamu. Sesungguhnya itu, adalah dosa yang besar ". Buku buku telapak tangan Sutisna tampak tercengkram menanggapi ucapan Andrei yang kini sudah melangkah meninggalkan nya menuju ruang kerja nya.