
Riana memarkirkan motor kesayangan nya di tempat nya biasa memarkir saat berkunjung di bengkel nya Andrei.
Tempat itu memang sengaja di sediakan oleh Andrei untuk nya.
" Assalamu'alaikum ". Sapa Riana kepada para karyawan Andrei yang saat itu tampak sedang berkumpul.
Ada 3 orang pekerja dan seperti nya mereka baru saja selesai bekerja.
" Waalaikumsalam ". Sahut ketiga nya serempak.
" Eh ada Ibu Bos. Kemana saja Bu? ". Riana tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Dion salah seorang karyawan Andrei.
" Gara gara Bu Bos nggak dateng 2 minggu ini. Si Bos uring uringan melulu Bu. Kerjaan nya marah marah melulu Bu ". Lanjut cerita Dion.
" Itu aja, Bos habis marah marah, gara gara mesin yang di bongkar nya nggak bisa dipasang lagi ". Dion terkekeh kecil saat mengingat tingkah konyol sang bos yang tampak nya selama 2 minggu ini kehilangan konsentrasi nya.
" Oh iya, Ini buat di bagi rame rame Kak ". Riana menyerahkan sebuah kotak bungkusan berisi kue yang tadi di buat nya, dan memang sengaja di bawa nya untuk para karyawan Andrei.
" Wah terima kasih Bu Bos ". Sahut ketiga karyawan Andrei yang di angguki Riana.
__ADS_1
" Kalau begitu Saya permisi masuk dulu ya Kak ". Ucap Riana.
" Oh iya Bu Bos, silahkan ". Ucap Dion mewakili karyawan yang lain nya.
Riana mengangguk pelan sebelum masuk kedalam bengkel menuju ruang kerja Andrei.
" Assalamu'alaikum ". Riana mengetuk pintu ruang kerja Andrei namun tak ada balasan.
Hingga 3 kali mengetuk tak ada balasan, Riana pun memutuskan untuk membuka pintu ruang kerja Andrei, yang bertepatan dengan Andrei yang membuka pintu kamar mandi di ruang kerja nya.
" Astaghfirullahalazim Kak Andrei / Riana ". Pekik Riana dan Andrei bersamaan.
Riana bahkan menutup pintu ruang kerja Andrei dengan keras dan berdiri dengan shock setelah melihat penampakan polos Andrei.
Yang satu menahan malu karena melihat tubuh topless, yang satu menahan malu karena terlihat topless.
Andrei bahkan merutuki kebodohan nya yang tadi lupa mengunci pintu ruang kerja nya. Padahal biasa nya Dia selalu mengunci pintu ruang kerja nya kalau hendak mandi.
Dan kini Dia hanya bisa mengutuk keteledoran nya karena tadi sudah lupa mengunci pintu lupa pula membawa handuk dan baju ganti, hingga akhir nya tubuh topless nya terpampang jelas saat Riana membuka pintu ruang kerja nya.
__ADS_1
Ceklek
" Ehm ". Riana mengerjapkan kedua kelopak mata nya saat mendengar suara pintu terbuka dan dehaman di belakang nya.
Dengan gugup Riana membalikkan tubuh nya. Andrei tampak menggaruk tengkuk nya untuk menghilangkan rasa gugup juga malu nya.
Apalagi saat dengan tidak tau malu nya sang pamungkas berdiri dengan gagah, dan bisa di pastikan Riana melihat nya.
Lihat saja, bukti nya sejak Andrei membuka pintu ruang kerja nya Riana tidak berani mengangkat wajah nya, gadis itu hanya menundukkan kepala nya dalam dalam.
" Maaf ". Ucap mereka bersamaan.
" Aku tadi... ". Lagi lagi mereka berucap bersamaan.
" Kakak aja duluan / Kamu aja duluan ". Akhir nya tawa mereka pun pecah memecahkan kecanggungan diantara mereka tadi.
" Lain kali kalau mandi pintu nya di kunci dulu. Atau nggak bawa handuk juga baju ganti ". Protes Riana dengan wajah memerah.
" Biasa nya juga di kunci, bawa handuk juga baju ganti Ri. Tapi nggak tau kenapa hari ini lupa semua nya ". Ucap Andrei sedikit gugup.
__ADS_1
" Mungkin Pamungkas pengen bertemu sama calon sarung nya Ri ". Ucap Andrei tertawa kecil, hingga membuat Riana dengan refleks memukul lengan kiri Andrei, yang di balas dengan tawa kencang Andrei.