Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 26 Di Kejar Mantan


__ADS_3

" Bang ada yang cariin ". Teriakan Dion membuat Ku menghentikan pekerjaan.


Ku keluarkan sedikit kepala ku dari bawah mesin mobil.


" Siapa? ". Tanya ku yang di balas senyuman usil Dion.


" Mantan ". Jawab nya di susul tawa kecil mengejek nya.


" Bilang aja nggak ada ". Aku pun kembali melanjutkan pekerjaan ku membenahi mesin di bawah mobil.


" Ck, udah di bilangin nggak ada. Neklam bilang tuh motor nya ada ". Ucap Dion yang kini mendudukkan tubuh nya di samping badan mobil.


" Ya bilang apa kek, yang penting jangan kasih Dia masuk, apalagi... ".


" Telat Bang. Tuh Neklam udah di sini ". Aku mendengus kesal mendengar ucapan Dion dan tetap melanjutkan pekerjaan Ku.


" Drei ". Panggilan itu terasa sangat memuakkan, hingga berhasil membuatku malas melanjutkan kembali pekerjaan.


Namun apalah daya, mobil ini sudah harus siap 2 jam lagi, hingga membuatku terpaksa harus melanjutkan kembali pekerjaan Ku.


" Kita harus bicara Drei ". Rengekan itu sungguh membuatku muak dan ingin sekali rasa nya melemparkan kunci yang tengah Aku pegang ke wajah nya.

__ADS_1


" Drei ". Panggil nya lagi setelah Aku tak menjawab panggilan juga rengekan nya.


Benar benar wanita yang tak punya malu, atau mungkin urat malu nya sudah putus, karena masih saja terus menganggu dan meminta kembali merajut kisah cinta dengan Ku.


Padahal jelas jelas saat ini Aku sudah menikah. Bahkan Aku juga Istri Ku sudah pernah melaporkan nya ke pihak berwajib atas kelakuannya yang masih terus saja menganggu kehidupan rumah tangga Ku, namun Andini masih saja datang ke bengkel Ku.


" Drei ". Kali ini rengekan nya benar benar membuat amarahku memuncak, hingga membuat Ku terpaksa keluar dari badan mobil.


" Apa?. Sudah Saya bilang berhenti menganggu kehidupan Saya terutama Istri Saya dan juga Dhika ". Ucap Ku menatap tajam wanita yang dulu pernah singgah di hati Ku.


" Apa yang kurang dari Aku Drei? ". Pertanyaan konyol itu lagi dan lagi di ajukan Andini, hingga membuatku mendengus kesal.


" Banyak ". Jawab Ku tegas hingga membuat nya menundukkan kepala nya.


" Aku akan menerima kehadiran Dhika. Jadi mari kita mulai lagi dari awal ". Rengek nya.


Aku hanya bisa tersenyum miris mendengar permintaan nya, yang masih saja meminta ingin kembali kepada Ku.


" Tak ada yang bisa kita mulai lagi dari awal Nona, semua nya sudah berakhir ". Ucap ku yang di balas tangisan kecil nya.


" Tapi Aku nggak rela hubungan kita berakhir Drei ". Ucap nya di balik tangisan nya.

__ADS_1


" Belajar lah menerima nya dengan ikhlas, toh sudah setahun Kita berpisah ". Ucap ku.


" Berhentilah mengejar Saya, karena sampai kapan pun Kita tidak akan bisa kembali ". Tangis nya semakin kencang, hingga menarik perhatian beberapa pelanggan yang sedang menunggu servis kendaraan mereka.


" Ada apa ini ? ". Kedua bola mata ku membulat saat terdengar suara Mama Shinta.


Ku lihat Mama Shinta serta Riana yang tengah menggendong Dhika yang tengah tertidur sudah berada tak jauh dari posisi Ku saat ini.


" Assalamu'alaikum A'a ". Sapaan Istri cantik ku membuatku merentangkan kedua tangan Ku yang di sambut dengan memasukkan tubuh mungil nya kedalam pelukan Ku.


Tanpa canggung dan takut kotor dengan pakaian Ku yang di penuhi oli bekas, wanita yang kini tengah mengandung buah hati Kami itu membenamkan tubuh nya mungil nya ke dalam dekapan Ku.


" Waalaikumsalam Neng ". Tanpa sungkan Ku balas sapa nya dengan sebuah kecupan di pucuk kepala nya.


" Sini biar Dhika A'a yang gendong ". Ku ambil Dhika dari gendongan nya.


" Lain kali telepon A'a atau nggak minta tolong anak anak buat gendong Dhika kalau bobo. Kasian Dede Utun kalau Kamu gendong A'a nya ". Titah Ku yang hanya di balas dengan senyuman manis nya.


" Iya. Eh ada Mbak Andini ". Aku menaikkan sebelah alis Ku saat Istri Ku menyapa mantan yang masih terus saja mengejarku.


Ku lihat Andini membalas sapa Riana dengan memutar malas kedua bola mata nya dan membalikan tubuh nya menghindari tatapan Riana.

__ADS_1


Dan kedua bola mata nya terlihat terkejut saat pandangan nya melihat Mama Shinta yang tengah menatap nya dengan tatapan tajam nya.


" Bu Shinta ". Gumam Andini melihat tak percaya kepada Mama Shinta yang kini menyunggingkan senyuman kecil sinis.


__ADS_2