
Kening Acid berkerut saat mendapati rumah nya terlihat ramai dengan beberapa orang yang tengah sibuk memasang tenda di halaman rumah nya.
Beberapa Ibu Rumah Tangga sekitar juga tampak sibuk di dapur umum yang biasa di gunakan para santri untuk memasak.
Terlihat Bunda berada di antara para Ibu sedang sibuk memasak di sana.
" Assalamu'alaikum ". Salam sapa Acid saat memasuki dapur umum untuk menghampiri Bunda nya.
" Waalaikumsalam ". Jawab Bunda dan Ibu Ibu itu dengan serempak.
Acid berjalan menghampiri Bunda nya lalu mencium punggung tangan Bunda dengan takzim, dan kemudian menangkup kedua telapak tangan nya seraya sedikit menunduk kepada Ibu Ibu yang berada di dalam dapur umum sebagai bentuk hormat kepada para Ibu Ibu tersebut.
" MasyaAllah ganteng ya Bu putra bungsu nya ". Puji salah seorang Ibu yang membantu.
" Alhamdulillah Ibu ". Jawab Bunda
" Punten, Saya tinggal sebentar dulu ya Ibu Ibu ". Bunda mengapit lengan kiri Acid.
" Silahkan Ibu ". Setelah mendapat jawaban serempak Ibu Ibu Bunda pun mengajak Acid keluar dari dapur umum.
" Ada acara apa ini Bun?. Kok rame rame sampai pasang tenda segala? ". Tanya Acid saat keluar dari dapur umum.
" Kamu lupa besok itu acara akad nikah nya Natasha ? ". Acid terdiam mendengar ucapan Bunda nya.
" Kenapa harus disini akad nya? ". Tanya Acid dingin, yang ditertawai sang Bunda hanya dalam hati nya saja.
" Memang harus di mana lagi?. Papa Nana sudah meminta Ayah untuk menikahkan Natasha walau pun Ayah tidak bisa menjadi wali nikah nya ". Jawab Bunda yang terkesan ambigu bagi Acid.
" Kenapa Ayah tidak jadi wali nikah nya Kak Nana. Bukan kah Ayah sudah berjanji akan menjadi wali nikah nya Kak Nana Bun ? ". Bunda hanya mengangkat kedua bahu nya menjawab pertanyaan Acid.
" Ingat besok Kamu libur, dan nggak boleh kemana mana. Awas kalau Kamu pergi tanpa pamit, Bunda coret Kamu dari KK ". Ancam Bunda menggiring Acid masuk kedalam rumah.
" Assalamu'alaikum ". Salam sapa Bunda dan Acid bersamaan.
" Waalaikumsalam ". Sahut jawab salam dari dalam rumah.
__ADS_1
Dhika dan Eil terlihat tengah menggendong masing masing bayi kembar nya.
Kedua nya tampak sedang menyenandungkan sholawat untuk menidurkan kedua buah hati mereka.
Sang Abang tampak mulai terlelap di dalam gendong Uminya. Sementara sang Adik terlihat mulai mengantuk dalam gendongan Abi nya.
" Hust bersih bersih dulu baru boleh cium cium. Kamu dari luar Dek, takut bawa kuman ". Celoteh Ayah yang baru masuk kedalam rumah saat Acid terlihat ingin mencium si adik yang belum tertidur.
" Ya Allah Aki, tega banget sih masa Om Keceh di samain sama kuman ". Dua pasang suami istri itu terlihat memutar malas kedua bola mata mereka mendengar ucapan Acid.
" Dih niat banget minta di panggil Keceh biar bisa jadi pasangan nya Aunty Keceh ". Ucap Eil yang membuat rona wajah Acid langsung berubah sendu.
Ya Natasha sudah mengklaim diri nya di panggil Aunty Keceh oleh kedua anak Dhika dan Eil. Dan sudah satu semenjak pertemuan terakhir mereka, Dia tidak pernah lagi bertemu dengan Natasha.
Lebih tepat nya selama seminggu ini Natasha tidak berkunjung ke rumah nya. Bahkan pada saat Eil pulang dari Rumah Sakit dengan membawa si Kembar ke rumah pun, Natasha tidak datang.
" Idih, kenapa itu muka langsung ditekuk kaya gitu. Sedih ya besok Tante Keceh nya mau nikah ". Ucap Eil membuat Acid semakin muram.
" Umi, jangan gitu. Kasian atuh si Om nya ". Ucap Dhika.
" Maka nya kalau suka tuh ngomong, jangan di pendam. Nyesel nggak kalau nanti Kak Nana jadi milik orang ". Dhika mencubit pelan punggung tangan kanan Eil gemas mendengar ucapan Istri nya yang sukses membuat adik ipar juga adik angkat nya itu semakin terlihat muram.
" Eh malah nangis ". Ucap panik Eil melihat Acid.
" Ck, kamu sih Teh. Udah ah Bunda nggak tega liat anak bontot nya Bunda galau kaya gini ". Ketiga pasang mata menatap Bunda dengan tatapan mengiba. Rasa nya belum puas membuat remaja yang kini sedang menangis dalam pelukan Bunda nya itu sedih dan galau.
" Assalamu'alaikum Eil . Eh Dek Acid kenapa nangis ? ". Terdengar suara Natasha dari balik sambungan telepon Eil saat Eil tiba tiba menghubungi Natasha melalui video call, membuat Acid melerai pelukan nya kepada Bunda.
" Waalaikumsalam Aunty Keceh, Om yang tadi ngaku keceh lagi galau besok ada yang mau nikah ". Jawab Eil membuat Natasha khawatir.
" Astaghfirullahalazim, ya ampun jadi Dia belum tau kalau besok... ". Eil menggelengkan kepala nya sebelum Natasha melanjutkan ucapan nya.
" Ya terus besok gimana atuh, kalau belum tau Eil ". Rajuk Natasha hingga membuat Eil tersenyum kecil.
" Sok atuh ngomong sendiri sama yang bersangkutan ". Eil menyerahkan HP nya kepada Acid yang di Terima Acid dengan malas.
__ADS_1
" Ngomong yang bener ". Titah Dhika lalu berjalan menuju kamar nya untuk menidurkan Imala di tempat tidur.
" Jangan di banting ya HP nya Teteh ". Pinta Eil yang mengikuti Dhika berjalan menuju kamar.
" Lima menit lagi Kamu ke kamar, ganti baju dengan baju yang sudah Bunda siapkan lalu setelah itu pergi ke halaman belakang rumah ". Ucap Bunda lalu beranjak pergi meninggalkan Acid yang masih terlihat bingung sambil sesekali melihat ke layar HP yang masih menampilkan wajah Natasha namun kali ini Natasha menggunakan niqab untuk menutup wajah nya, hingga Acid tidak bisa melihat secara langsung wajah cantik Natasha.
" Assalamu'alaikum ". Sapa Natasha dari layar HP.
" Waalaikumsalam ". Balas sapa Acid.
" Ehm, gimana kabar nya? ".
" Nggak baik ".
Terdengar tawa kecil Natasha mendengar jawaban Acid yang enggan melihat ke layar HP.
" Jangan lupa siapkan diri untuk acara besok ya ". Acid terdiam tak membalas ucapan Natasha.
" Mau tau nggak mahar yang Aku minta buat besok? ". Lagi lagi tak ada jawaban yang keluar dari mulut Acid.
" Tak perlu perhiasan mewah cukup sepasang cincin untuk pengikat pernikahan masing masing pasangan ".
" Sebuah Al-Quran agar Aku bisa setiap waktu membaca nya. Seperangkat alat sholat yang bisa Aku gunakan saat menjalankan ibadah bersama Imamku ".
Natasha menjeda ucapan nya kala sekilas melihat reaksi Acid yang hanya tertunduk menatap HP.
" Dan yang paling penting Aku ingin mahar ku besok berupa Surah Ar-Rahman ". Tutur Natasha mengakhiri deretan mahar yang di minta nya besok.
" Hanya itu mahar yang ingin Aku pinta dari calon imam Ku besok ". Tanpa sadar Acid menitikkan air mata tak mampu menatap wajah wanita yang kini tertutup niqab.
" Apa Kamu sanggup mewujudkan mahar untuk Aku besok Rasyid? ".
########
Terima Kasih atas dukungan like juga komen nya ya.
__ADS_1
Jika berkenan tolong bantu vote juga klik ⭐ 5x yang ada di sudut kiri ya.
See You Next Bab