
" Tak akan ada yang mengizinkan Kamu untuk mundur Sayang ".
Tiba tiba Dhika muncul dari belakang Eil dan langsung merangkul pinggang Eil serta menyarangkan sebuah kecupan kecil di kening Eil beberapa detik.
" Assalamu'alaikum Sayang. Maaf ya A'a telat ". Ucap Dhika merangkul mesra Eil, dan hal itu membuat Fatimah mengalihkan pandangannya menghindari Dhika dan Eiliyah yang tampak mesra.
" Waalaikumsalam A'a. Padahal Ana baru mau pulang ". Ucap Eil yang tiba tiba saja merangkul pinggang Dhika dan meletakkan kepala nya di dada Dhika, seolah memberitahukan kepada Fatimah, siapa pemilik hati juga raga Dhika selain Yang Maha Kuasa.
" Ada yang mau di sampaikan lagi Fatimah? ". Tanya Dhika kepada Fatimah yang tengah menunduk menjaga pandangan nya kepada Dhika.
" Maksud A'a? ". Pertanyaan balik Fatimah membuat Eil berdecak kesal.
Sungguh Dia merasa jengah mendengar Fatimah memanggil Dhika A'a dengan nada yang manja.
" Sudah Saya bilang. Saya tidak nyaman dengan panggilan A'a dari Kamu ". Ucap Dhika seolah memahami ketidaknyamanan sang istri dengan panggilan Fatimah.
" Itu hanya sebuah panggilan. Toh Aku juga sudah biasa memanggil A'a seperti itu ". Bela Fatimah.
" Tapi saat ini Saya tidak nyaman dengan panggilan itu Fatimah ". Ucap Dhika dengan sedikit meninggikan nada nya.
__ADS_1
Fatimah menghela nafas pelan lalu melihat kearah Eil dengan tajam.
" Apa karena ada Eil A'a menjadi tidak nyaman dengan panggilan itu ? ". Pertanyaan Fatimah membuat Eil memutar malas kedua bola mata nya.
Hanya perkara panggilan saja harus mutar mutar tak tentu arah, bisik kata Eiliyah berkata.
" Bukan hanya Eil yang tidak nyaman. Tapi Saya juga tidak nyaman dengan panggilan itu. Karena panggilan itu hanya di ucapkan oleh orang orang yang dekat dengan Saya ". Ucap Dhika.
" Berarti ketika Aku memanggil A'a dulu hubungan kita memang dekat? ".
Dhika menghela nafas berat menanggapi ucapan Fatimah yang merupakan ucapan simalakama bagi Dhika.
Fatimah tertunduk mendengar jawaban Dhika.
" Jadi perlu Saya jelaskan kepada Kamu. Sama seperti yang sudah Saya jelaskan tadi kepada Keluarga Kamu dan yang lain nya. Saya menolak apa pun permintaan Kamu juga keluarga Kamu. Jadi berhenti meminta persetujuan kepada Istri Saya tentang permintaan Kamu ". Eil mengenggam erat jemari Dhika saat dirasa emosi Dhika menaik.
" Saya dan Eil sudah menikah sejak 5 tahun yang lalu. Saya juga sudah meminta Eil sebagai pendamping hidup Saya sejak Eil masih di dalam perut. Jadi Saya harap Kamu juga keluarga Kamu membuang jauh jauh keinginan Kalian meminta Saya untuk menikahi Kamu secara benar atau pun hanya pura pura ". Ucapan Dhika membuat Fatimah menuduk dalam dalam hingga membuat nya menangis tersedu sedu.
" Kita pulang sekarang Sayang? ". Eil mengangguk menjawab pertanyaan Dhika.
__ADS_1
Dhika bergegas meraih tas punggung Eil dan menggendong tas tersebut di pundak nya.
" Kami permisi dulu Fatimah. Assalamu'alaikum ". Ucap Dhika yang lalu menarik lembut Eil guna beranjak pergi.
" Eil pamit Kak Fatimah. Assalamu'alaikum ". Ucap Eil sebelum akhirnya mengikuti langkah Dhika meninggalkan Fatimah.
Fatimah menatap nanar kepergian sepasang suami istri tersebut. Tangisan nya terhenti saat seseorang wanita paruh baya duduk di hadapan nya.
" Dasar bodoh. Memikat Dhika saja tidak bisa ". Desis wanita itu hingga membuat Fatimah mengangkat kepala nya dan menatap tajam sang wanita paruh baya yang berada di hadapan nya.
" Apa kabar Tante yang sampai saat ini tidak bisa move on dari Ayah nya. Jangan mencela kalau Tante sendiri tak bisa bangkit ". Fatimah bergegas meninggalkan wanita paruh baya tersebut.
Wanita yang ternyata Andini itu tersenyum kecil mendengar ucapan Fatimah. Gadis yang merupakan keponakan tiri nya itu memang sudah di doktrin kakak tiri nya untuk mendekati Dhika yang di juluki Bayi Milyuner karena saat kecil dulu menerima santunan asuransi milyaran rupiah.
Bukan tanpa alasan Kiyai Ahmad mendoktrin Fatimah mendekati Dhika. Kiyai Ahmad memang terobsesi dengan pesantren milik Dhika itu untuk di gabungkan dengan pesantren milik nya yang semakin hari semakin kurang di minati para orang tua calon santri dan santriwati karena biaya masuk dan biaya hidup di pondok yang cukup mahal.
Maka ketika Dhika menolak lamaran nya, Kiyai Ahmad sangat marah. Bahkan mulai menyebarkan berita miring kalau Dhika menikah dengan adik sepersusuan nya agar Andrei tetap menguasai pesantren Dhika.
__ADS_1
Jangan lupa mampir di kisah baru nya Author abal abal ya...