
" Mungkin Pamungkas pengen bertemu sama calon sarung nya Ri ". Ucap Andrei tertawa kecil, hingga membuat Riana dengan refleks memukul lengan kiri Andrei, yang di balas dengan tawa kencang Andrei.
" Suka sembarangan kalau ngomong ". Protes Riana sambil merenggut.
" Kamu harus tanggung jawab Ri ". Punya Andrei.
" Ish. Nggak salah ngomong Kak. Ada juga Kak Andrei yang harus tanggung jawab ". Ucap Riana tak terima atas permintaan Andrei.
" Gara gara keteledoran Kakak, otak juga mata Riana ternodai ". Ucap Riana lalu bergidik ngeri saat menyadari otak nya mulai korslet lagi mengingat Si Pamungkas.
" Hahahahahaha... Hayo Kamu pasti lagi bayangin yang nggak nggak kan? ". Goda Andrei hingga membuat wajah Riana kembali merona.
" Udah Aku balik aja. Kak Andrei nyebelin ". Riana mendorong dengan paksa rantang yang di bawa nya kepada Andrei yang langsung di terima oleh Andrei, lengkap dengan mengenggam tangan Riana dan menarik nya masuk kedalam ruang kerja Andrei.
" Eh. Tangan Aku jangan di bawa juga ". Protes Riana namun di hiraukan oleh Andrei.
Dengan terpaksa gadis itu mendudukkan tubuh nya di atas sofa ruang kerja Andrei dan duduk berdampingan dengan nya.
__ADS_1
" Kamu bawa apa Ri? ". Dengan cekatan dan tanpa di suruh juga malu malu, Andrei membuka rantang yang di bawa Riana.
Kedua bola mata nya menatap takjub kedalam isian rantang.
" Wah, Kamu tau aja kalau Aku belum makan ". Ucap Andrei sambil mencomot capcay buatan Riana dengan tangan nya.
" Pakai sendok Kak ". Protes Riana, karena Andrei lagi lagi mencomot ayam teriyaki dengan tangan kanan nya.
" Makan nya pakai tangan aja, biar lebih enak pakai tangan Kamu juga boleh ". Ucap Andrei menyodorkan rantang kepada Riana, sambil menaik turunkan alis nya menggoda Riana yang mencembikkan bibir nya.
" Nggak mau, bukan Mahram ". Tolak Riana mendorong kembali rantang nya kepada Andrei.
Riana bahkan sampai bergidik ngeri melihat perubahan sikap pria yang sudah menjadi calon suami nya sebelum keberangkatan nya mengikuti pelatihan 2 minggu yang lalu.
Ya sebuah lamaran dadakan dengan perantara Dhika yang di lakukan Andrei 2 minggu lalu itu, pada akhir nya menjadikan gadis manis itu menjadi hak paten nya.
Hanya tinggal menunggu label halal yang di keluarkan KUA saja seminggu lagi, maka label halal plus gak paten atas diri Riana akan menjadi gak intelektual Andrei.
__ADS_1
" Nggak mau, buruan nggak makan nya ". Ucap Riana tegas.
" Ya udah kalau gitu nggak jadi makan nya ". Andrei pun menyusun dan menutup rantang kembali.
" Ya udah kalau nggak mau makan, Aku kasih ke Kak Dion juga yang lain nya ". Ucapa Riana hendak meraih rantang yang sudah tersusun rapi di atas meja.
" Jangan, ini kan khusus buat Aku ". Riana menghela nafas kesal melihat tingkah Andrei yang semakin hari semakin membuat nya geleng geleng kepala.
Pria itu membuka kembali rantang dan kemudian langsung melahap makanana yang di bawa oleh Riana tersebut setelah terlebih dahulu mengambil sendok.
Riana menghela nafas pelan saat memperhatikan Andrei yang dengan lahap menghabiskan isi di dalam rantang gang di bawa nya.
Tak jarang pria itu bertingkah lebih manja di bandingkan Dhika kala melakukan Video Call selama 2 minggu ini.
" Alhamdulillah... ". Riana terhentak dari lamunan saat mendengar gumaman Andrei.
" Makasih ya Ri udah kirimin makan siang buat Aku ". Ucap Andrei.
__ADS_1
" Jadi makin sayang, makin cinta makin pingin cepet halalin deh ". Goda Andrei yang di hadiahi Riana pelototan mata nya.
" Mulai ngegombal lagi ". Ucap Riana malas dan Andrei tertawa puas karena telah berhasil membuat pipi Riana merah merona.