
" Bagaimana para saksi Sah ? ".
Pertanyaan itu memaksa Riana mengangkat sedikit kepala nya.
" Sah ".
Helaan nafas yang sejak turun dari mobil sempat tertahan itu akhir nya keluar dengan lega.
Dengan takzim Riana mencium punggung tangan kanan Andrei yang terulur kepada nya.
Beberapa saat kemudian sebuah tiupan halus di ubun ubun kepala Riana dan kecupan di kening dari Andrei membuat tubuh Riana sedikit meremang.
" Alhamdulillah, sekarang sudah Sah ". Ucap Andrei setelah menyelesaikan acara akad nikah dadakan nya dengan Riana.
Riana hanya terdiam, selepas di Sah kan nya hubungan mereka dalam ikatan agama, Andrei tak pernah melepas gengaman tangan nya kepada Riana.
Bahkan ketika Dhika di gendong nya tangan kiri nya masih dengan setia mengenggam erat jemari Riana.
" Kamu udah rencanain ini semua nya Drei? ". Andrei tampak mengulas senyuman di sertai sebuah anggukan menjawab pertanyaan Papa Baratha.
" Dan Kamu nggak bilang sama Riana? ". Andrei menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan Mama Shinta.
" Pantas, dari awal sampai sekarang Riana bengong kaya gitu ". Andrei tersenyum kecil melirik Riana yang tampak masih shock dengan pernikahannya dadakan nya.
__ADS_1
" Maaf ya, dadakan gini akad nya ". Riana mengerjapkan kedua kelopak mata nya kala Andrei selesai mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening nya.
" Ah. Iya. Ini mendadak ". Ucap Riana kikuk.
" Nggak apa apa kan, dadakan gini? ". Riana hanya bisa menggeleng pelan.
" Maaf ". Ucap Andrei dengan nada menyesal.
Seperti nya keputusan yang di ambil nya setelah Pamungkas menampakan diri di hadapan Riana adalah keputusan yang salah.
Dengan secara sepihak tanpa merundingkan nya dengan Riana, Andrei menghubungi Ustadz Riza agar mau menjadi penghulu dadakan untuk menikahkannya dengan Riana.
Andrei menghelan nafas pelan, seperti nya Dia baru menyadari kalau hal yang di lakukan nya adalah salah.
" Apa kita batalkan saja a... u. Sakit Humaira ".
Riana menatap tajam kepada Andrei, hingga membuat Andrei langsung terdiam tak berani protes setelah Riana menghadiahkan nya sebuah pukulan keras di bahu kiri nya.
" Mau ngomong apa? ". Andrei menggelengkan kepala nya menatap ngeri pada sorot mata Riana yang tajam.
" Udah ngajak akad dadakan sekarang mau batalin dadakan juga? ". Ucap Riana kesal namun mencoba berbicara dengan nada wajar takut menganggu Dhika yang tampak nya sudah tertidur di dalam gendongan Andrei.
" Bukan begitu. A'a takut Kamu meny.... ".
__ADS_1
" Iya Neng nyesel, A'a nikahin Neng dadakan tanpa ngasih tau Eneng ". Andrei menundukkan kepala nya dalam dalam.
Riana mencoba menarik nafas nya pelan dan menghembuskan nya dengan perlahan.
" Yang Neng seselin, kenapa nggak ada prasmanan, masa para saksi nggak di suguhin apa apa. Bikin malu aja ". Gerutu Riana, menepuk pelan punggung kiri Suami dadakan nya tersebut.
Andrei menghela nafas lega karena ucapan Istri nya. Apalagi saat Riana melingkarkan kedua tangan nya di lengan kiri Andrei membuat Pria yang tengah menggendong keponakannya itu semakin bahagia.
" Tenang aja, A'a udah pesan nasi padang nya Uda Rizal yang ada di depan ". Riana menepuk pelan lengan Andrei karena lagi lagi suami dadakan nya ini memberikan prasmanan dadakan pula.
" Maaf ya Neng cantik. Habis A'a udah nggak sabar nunggu minggu depan ". Ucap Andrei menggoda Riana.
" Mulai iseng lagi deh ". Riana membalas dengan malas ucapan menggoda Andrei.
" Iseng sama istri tuh ibadah Ya Humaira ". Riana menyembunyikan wajah nya di lengan kiri Andrei karena malu Andrei memanggil nya dengan panggilan kesayangan.
" Dhika nya udah bobo, Bunda nya mau ikutan di bobo in nggak? ". Bisik Andrei sambil tertawa kecil.
" Astaghfirullah, jangan macam macam, ini masih di rumah orang ". Ucap Riana kesal.
" Iya, tapi nanti di rumah mau kan di bobo in Ayah ". Lagi lagi Andrei menggoda Riana dengan kata kata.
" Ish, apaan sih A'a ". Andrei dengan lembut mengusap pucuk kepala Riana dan mengecup nya singkat
__ADS_1
" A'a mau taruh Dhika dulu di kamar nya Fathan ya ". Riana mengangguk pelan, setelah itu Andrei membawa Dhika yang sudah tertidur kedalam kamar Fathan putra ustadz Riza yang merupakan sahabat Andrei ketika masih kuliah dulu.