Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 70 S2 Curhatan Acid


__ADS_3

Sementara di ruang tamu Acid tampak terdiam setelah menatap kepergian Natasha dan keluarga nya menuju ruang tamu.


" Dek ada yang mau Ayah dan Bunda sampaikan mengenai Khitbah Nana tadi ". Ucapan Ayah membuat Acid menghela nafas pelan.


Remaja itu menghentikan gerakan tubuh nya yang hendak bangkit dari duduk nya setelah sang Ayah menahan tubuh nya untuk bangkit.


" Boleh Bunda bertanya mengenai perasaan Acid setelah mendengar Natasha menerima di Khitbah? ". Acid terdiam dan menundukkan kepala nya dalam dalam.


" Apa Acid nggak layak untuk Kak Nana, sehingga Ayah dan Bunda lebih memilih Ustadz Reza sebagai pendamping Kak Nana ? ". Tanya Acid masih dalam keadaan menundukkan kepala nya dalam dalam.


Ayah dan Bunda mengernyitkan kening mereka masing masing saat merasakan tubuh putra bungsu nya itu terlihat bergetar.


" Apa karena usia Acid dan Kak Nana berbeda jauh sehingga Ayah dan Bunda lebih melepaskan Kak Nana kepada Ustadz Reza di bandingkan Acid? ". Tubuh Acid bergetar menahan tangisan nya.


Sang Bunda memeluk tubuh Acid dengan erat seraya menatap tajam kepada sang suami yang terlihat biasa saja melihat kegundahan sang putra.


" Sekarang Ayah tanya sama Kamu Dek. Apa yang bisa Kamu berikan kepada Nana? ". Acid terdiam tak bisa menjawab ucapan sang Ayah. Tubuh nya semakin mengerat memeluk sang Bunda.


" Usia Ustadz Reza lebih tua setahun di bandingkan Nana, dan Beliau pun sudah lebih dari mampu secara


" Kamu baru berusia 17 tahun dan baru saja naik ke kelas XII, sedangkan Nana saat ini sudah berusia hampir 26 tahun. Dia pun sudah mapan dalam keuangan. Sementara Kamu... ". Ayah tak melanjutkan ucapan nya saat melihat Acid melepaskan pelukan nya kepada Bunda nya.


" Acid punya bengkel, punya 2 toko clothing Yah. InsyaAllah Acid bisa menghidupi Kak Nana ". Jawab Acid dengan lantang.


" Lalu bagaimana dengan orang sekitar yang menilainya?. Bisa saja akan banyak gunjingan kepada Kamu dan menganggap Kamu matre karena memilih wanita yang sudah dewasa dan jauh lebih tua di bandingkan dengan Kamu ". Ucap Ayah.


" Yah, Insya Allah Acid bisa membahagiakan Kak Nana ". Ucap Acid memohon.


" Tolong batalkan Khitbah Kak Nana Yah. Acid mohon Yah ". Pinta Acid seraya mengenggam kedua telapak tangan Ayah nya.


Remaja itu bahkan menurunkan tubuh nya dan duduk bersimpuh di hadapan sang Ayah.


" Tak baik lebih mencintai makhluk selain Allah nak ". Ucap Bunda sambil mengusap lembut punggung Acid.


" Istighfar Sayang. Jalanilah semua nya dengan ikhlas ". Ucap lembut Bunda hingga membuat Acid menangis sambil beristighfar dalam hati.


" Kamu yakin dengan perasaan Kamu terhadap Nana?. Ayah tidak mau jika kelak Kamu akan mempermasalahkan usia juga kesenjangan diantara Kalian berdua jika Kalian bersama ". Acid mengangguk menjawab pertanyaan sang Ayah.


Ayah menghela nafas pelan lalu menepuk punggung Acid dengan cukup keras.

__ADS_1


" Kalau begitu, supaya lebih afdol, Kamu ucapkan kepada yang bersangkutan ". Acid mendongakkan kepala nya menatap heran sang Ayah.


Dengan mengarahkan dagu, Acid melihat Natasha sedang melihat kearah nya yang masih bersimpuh di hadapan sang Ayah.


" Sebentar saja ngobrol nya ". Ucap Bunda lalu beranjak bangkit dari duduk nya di susul Ayah yang mengikuti Bunda.


" Ingat jangan malam malam. Soal nya ini sudah tengah malam ". Acid mengangguk menanggapi ucapan Ayah yang berjalan menggandeng Bunda menuju kamar mereka.


" Jangan lupa setelah itu istrirahat ya Na ". Natasha menganggukkan kepala nya pelan.


" Ehm ". Acid tersentak ketika suara deham lembut membuyarkan lamunan nya.


" Kamu nggak mau ngasih selamat ke Kakak yang udah di Khitbah Dek? ". Pertanyaan Natasha membuat Acid mengepal telapak tangan nya dengan erat menahan amarah.


" Kenapa Kak Nana menerima Khitbah? " Acid balik bertanya.


Mereka berdiri saling berhadapan dengan jarak beberapa meter. Natasha dan Acid sama sama menundukkan kepala nya guna menjaga pandangan mereka dari yang bukan Mahram.


" Apa salah nya di terima. Kamu tau kan Usia Kakak tidak lah muda lagi. Bahkan Eil saja yang usia nya lebih muda dari Kakak sudah mempunyai anak ". Jawab Natasha lemah.


Dari raut wajah yang dilirik Acid sekilas tadi terlihat wajah Natasha tampak terlihat mendung, seulas senyuman namun terlihat pasrah terlihat di wajah cantik nya, hingga membuat Acid pun beristighfar dalam hati karena mengagumi paras cantik Natasha.


" Apa Kakak mencintai nya? ". Natasha mengangguk pelan, terdengar suara helaan nafas pelan Acid.


" Sejak kapan Kakak mencintai nya. Bukan kah Kakak selalu menolak nya? ". Natasha mengangkat kepala nya sedikit saat Acid bertanya dengan nada keras, tanpa memandang Acid.


" Batalkan kalau Kakak tidak mencintai ". Acid memajukan langkah nya beberapa langkah menghampiri Natasha.


" Nggak ada alasan Kakak menolak nya ". Ucap Natasha memundurkan langkah nya guna menghindari Acid.


" Ada ". Acid berucap, dan Natasha terlihat heran dengan pernyataan Acid.


Helaan nafas pelan terdengar dari remaja tersebut.


" Batalkan demi Aku ". Kedua bola mata Natasha membulat dengan sempurna.


Hasrat hati ingin melihat kesungguhan ucap Acid melalui tatapan mata, di urungkan nya karena terbatas hukum Mahram.


Natasha hanya bisa mendengar nada tulus namun tegas dari ucapan Acid.

__ADS_1


" Kenapa harus dibatalkan demi Kamu ? ". Lagi lagi Acid menghela nafas pelan.


" Menikahlah dengan Ku ".


Natasha terkejut dengan ucapan Acid yang tiba tiba mengajak nya menikah.


" Tak perlu melakukan Ta'aruf ataupun Khitbah, tapi menikah lah dengan Ku Kak ".


Natasha menelan saliva nya dengan sedikit tercekat.


Senang bahagia itu sudah pasti, ternyata do'a nya untuk mendapatkan imam yang bisa membimbing nya di kabulkan oleh sang Illahi.


" Aku tau usia jauh lebih muda di bandingkan Kakak, tapi Aku serius ingin menikah dengan Kakak ". Kepala Natasha semakin tertunduk mendengar ucapan Acid.


" Aku tau dan sadar diri Kakak jauh lebih hebat dalam segala hal, tapi InsyaAllah Aku bisa menjadi seorang suami yang baik bagi Kakak dan keturunan kita kelak ". Wajah Natasha terlihat memerah saat mendengar ucapan Acid.


Terdengar gombal, namun nada tulus dan bersungguh sungguh terdengar dari setiap kalimat yang di ucapkan remaja tersebut.


" Apa Kamu yakin dengan ucapan Kamu Dek? ". Tanya Natasha.


Acid berdecak kesal. Dia selalu merasa risih kalau Natasha memanggil nya dengan sebutan Dek.


Ya sejak beberapa bulan yang lalu, semenjak banyak pria yang mengungkapkan niat mereka meminang Natasha kepada Ayah nya, Acid selalu merasa tidak rela dan takut kalau kalau Natasha menerima salah seorang pria yang ingin meminang nya tersebut.


Namun Acid cukup sadar diri. Selain usia nya yang terpaut 9 tahun dengan Natasha, Acid juga minder karena masih menggantungkan hidup nya kepada orang tua nya.


Karena itulah, diam diam tanpa sepengetahuan keluarga nya Dia memulai bisnis clothing dengan modal hasil keuntungan bengkel warisan sang Ayah yang sengaja di kumpulkan nya sejak SMP dahulu.


Dan karena Acid memiliki banyak teman, bisnis clothing yang di jalani nya beberapa bulan itu sekarang sukses bahkan sudah memiliki dua cabang toko offline untuk mendistribusikan di toko online nya yang tersebar di beberapa E-Commers.


" Ck, Aku paling nggak suka kalau Kakak manggil Aku Dek ". Natasha terkikik kecil mendengar protes Acid.


" Sudah malam. Kakak mau istirahat dulu ". Natasha yang hendak beranjak menuju kamar nya yang dulu di tempati Eil.


Karena sejak hamil Eil pindah ke kamar bekas Dhika yang lebih besar di bandingkan kamar Eil.


" Bagaimana jawaban Kakak ". Acid menarik ujung hijab belakang Natasha hingga membuat langkah Natasha terhenti.


" Kakak sudah menerima lamaran yang Ayah sampai kan tadi ". Jawaban Natasha membuat Acid pun melepaskan ujung hijab belajar Natasha.

__ADS_1


" Kakak duluan Cid. Assalamu'alaikum ". Ucap Natasha lalu beranjak pergi meninggalkan Acid yang bahkan terdiam dan menjawab salam Natasha dalam hati.


__ADS_2