
" Lho Ustadz Reza nya kemana Yah ? ".
Pertanyaan Acid membuat para orang tua melihat nya dengan heran.
" Bukan nya Kak Nana dan Ustadz Reza akan melakukan Ta'aruf? ". Tanya Acid seolah menjawab rasa heran para orang tua.
" Oh. Kami baru saja selesai membahas masalah Ta'aruf nya Nana. Alhamdulillah Ayah sudah membantu untuk melamar Nana ". Jawab Ayah, namun berhasil membuat wajah Acid semakin tertekuk.
Bunda terlihat mengulum senyuman kala melihat Putra bungsu nya itu terlihat begitu menyedihkan.
Tampak sorot mata nya kecewa saat melihat kearah Natasha yang menundukkan kepala nya.
Terlihat Kedua orang tua Natasha saling berbisik kepada Natasha yang duduk di tengah-tengah kedua orang tua nya.
" Duduk dulu sini Dek, sambil Kita tunggu jawaban dari kedua orang tua Nana tentang lamaran yang tadi Ayah dan Bunda sampaikan kepada kedua orang tua Nana ". Bunda menepuk sofa di bagian tengah yang sedang Ayah dan Bunda duduki.
Kini keluarga Acid dan keluarga Natasha saling berhadapan dengan Acid dan Natasha yang saling duduk berseberangan terhalang meja sofa.
Suasana hening pun terjadi Natasha terlihat meremas jemari nya dengan erat. Sambil mengangguk pelan wanita itu terlihat menjawab bisikan yang Papa nya sampaikan.
" Ehm... ". Suara deham dari Papa Natasha pun itu akhir nya mengakhiri keheningan dua keluarga yang duduk saling berhadapan dan hanya terhalangi oleh meja sofa.
" Kami selalu orang tua Natasha menerima dengan sangat senang lamaran yang Bapak ajukan untuk putri Saya ".
Ucapan Papa Natasha membuat dada Acid tiba tiba terasa sesak. Bahkan secara tidak sadar remaja itu mengeluarkan helaan nafas kecewa.
Bahkan kini dengan tatapan kecewa Dia menatap Natasha yang tiba tiba mengangkat kepala nya dan mengulas senyum kepada Acid sebelum akhir nya menundukkan kembali kepala nya guna memutus saling pandang kepada Acid.
Acid menundukkan kepala nya dalam dalam sesaat setelah Natasha menundukkan kepala nya.
Rasa marah, kecewa dan sakit kini menghinggapi hati nya. Hanya istighfar dalam hati yang Acid gumamkan untuk meredakan semua rasa itu.
Namun nyata nya di lubuk hati yang paling dalam, rasa sakit itu membuat nya semakin sesak untuk hanya menghirup udara untuk bernafas.
__ADS_1
" Alhamdulillah. Saya mengucapkan banyak terima kasih, karena keluarga Bapak dan Ibu menerima lamaran yang kami ajukan untuk Nana. Mohon maaf seharusnya Kami yang mengunjungi Bapak dan Ibu untuk mengutarakan niat baik Kami, tapi justru keluarga Bapak dan Ibu yang justru menemui Kami ". Ucap Ayah dengan sopan yang di angguki oleh Papa dan Mama Natasha.
" Justru Kami lah yang sangat bersyukur, karena keluarga Bapak dan Ibu justru melamar Putri Kami, karena seharus nya Kami lah yang melamar... ". Papa Natasha menghentikan ucapan nya saat Natasha menyentuh lembut punggung tangan Papa nya yang adi angguki pelan sang Papa.
" Kami mohon kesedian Bapak untuk mencarikan wali nikah untuk Putri Kami tersayang ". Pinta Papa Natasha.
" InsyaAllah Kami akan laksanakan permintaan Bapak. Dan Apakah Bapak dan keluarga tidak keberatan jikalau acara Akad nya nanti diadakan di tempat Kami ? ". Tanya Ayah.
" Silahkan Pak, Kami sangat setuju sekali Pak ". Jawaban Papa Natasha di sambut senang oleh Ayah dan Bunda namun tidak dengan Acid yang hati nya semakin terasa sakit.
Acid meremas dengan kencang buku buku jemari nya hingga jemari nya terlihat memerah. Bunda yang melihat kerisauan putra nya itu pun menepuk nepuk lembut punggung tangan Acid.
" Kenapa Dek? ". Bisik Bunda. Acid menggeleng lemah seraya melirik kearah Natasha yang terlihat tersenyum kecil saat bercengkrama sambil berbisik dengan Mama nya.
" Apa Acid sudah boleh ke kamar Bun? ". Bisik Acid bertanya kepada Sang Bunda.
" Sabar ya Nak. Nggak enak dengan keluarga Nana, kalau Kamu ke kamar sementara Mereka belum pulang ". Balas bisik Sang Bunda yang di angguki lemah oleh Acid.
" Maaf, kalau boleh Saya tahu, usia Rasyid saat ini berapa tahun ya Bu? ". Tanya Mama Natasha setelah tadi hanya diam menyimak pembicaraan para Pria.
" Dia memang bongsor mengikuti Ayah nya Bu ". Lanjut ucap Bunda hingga membuat Acid menggaruk kepala nya.
" Kalau di lihat Nana justru tampak lebih pantas di panggil Adek oleh Acid ". Seloroh Ayah yang langsung mengundang tawa para orang tua.
" Nana memang terlihat lebih muda di banding usia nya. Bahkan kalau ke sekolah Andrew selalu di anggap kekasih nya bukan Kakak nya ". Ucap balasan sang Papa yang lagi lagi mengundang tawa para orang tua.
" Jadi kalau Nana sama Acid jalan berdua gitu bisa dianggap seperti Andrew juga dong Pak? ". Pertanyaan Ayah di angguki oleh Papa dan Mama Natasha.
" Wah sudah hampir tengah malam. Bagaimana kalau sekarang kita beristirahat dulu ". Ucap Ayah yang dia angguki oleh Papa dan Mama Natasha.
" Nana, tolong antarkan Papa dan Mama Nana ke kamar tamu untuk beristirahat dulu ". Ucap Bunda.
" Baik Bunda. Ayo Mah, Pa kita ke kamar tamu ". Ucap Natasha menggandeng tangan kedua orang tua nya.
__ADS_1
" Kalau begitu Kami permisi untuk beristirahat dulu Bapak dan Ibu ". Ucap Papa Natasha yang di angguki Ayah dan Bunda.
" Silahkan Bapak dan Ibu. Mohon maaf kalau tempat nya kurang berkenan ". Jawab Bunda sopan.
" Jamuan Bapak dan Ibu sudah lebih dari cukup. Dan Kami sangat bersyukur Bapak dan Ibu berkenan menerima kedatangan Kami, juga menerima kehadiran Putri Kamo di tengah keluarga Bapak dan Ibu ". Balas ucap Mama Natasha.
" Alhamdulillah, kalau berkenan bagi Bapak dan Ibu. Kalau begitu silahkan untuk beristirahat dulu Bapak dan Ibu ". Ucap Bunda.
" Kalau begitu Kami pamit untuk beristirahat dulu ya Bapak dan Ibu. Selamat Malam ". Ucap Papa Nana mewakili sang istri.
" Selamat malam ". Jawab Ayah, Bunda juga Acid bersamaan.
Keluarga Natasha pun beranjak mengikuti Natasha ke arah kamar tamu.
" Kak, Papa pikir Acid sama seperti Andrew yang manja. Ternyata tidak. Di lihat dari sikap dan pembawaannya seperti Acid sama persis seperti Ayah nya ". Ucap Papa Natasha setelah masuk kedalam kamar tamu.
" Semoga umur tidak menjadi penghalang di hubungan kalian kelak ". Lanjut ucap sang Papa yang di Aamiin kan Mama Natasha juga Natasha.
" Mama harap Kakak kelak bisa menjadi lebih baik lagi. Mama berharap keputusan Kamu akan selalu menjadi kebahagiaan Kamu dunia dan akhirat nanti ". Ucap Mama Natasha sambil memeluk erat Putri satu satu nya tersebut.
" Aamiin Mah. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan karunia Nya bagi Kakak dan keluarga Kakak nanti. Do'a kan agar di mudahkan dan di lancarkan sampai hari H nya ya Pah, Mah ". Natasha memeluk dengan erat kedua orang tua nya.
" Aamiin. Kami akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk Kamu dan calon suami Kamu ". Papa Natasha mengusap dengan lembut pucuk kepala sang Putri yang berbalut hijab senada dengan gamis yang di kenakan nya.
Sementara di ruang tamu Acid tampak terdiam setelah menatap kepergian Natasha dan keluarga nya menuju ruang tamu.
" Dek ada yang mau Ayah dan Bunda sampaikan mengenai Khitbah Nana tadi ". Ucapan Ayah membuat Acid menghela nafas pelan.
Remaja itu menghentikan bangun dari duduk nya setelah sang Ayah menahan tubuh nya untuk bangkit.
" Boleh Bunda bertanya mengenai perasaan Acid setelah mendengar Natasha di Khitbah? ". Acid terdiam dan menundukkan kepala nya dalam dalam.
Ayah dan Bunda tampak tersenyum kecil saat melihat tubuh putra nya bergetar.
__ADS_1
" Apa Acid nggak layak untuk Kak Nana, sehingga Ayah dan Bunda lebih memilih Ustadz Reza sebagai pendamping Kak Nana ? ". Tanya Acid masih dalam keadaan menundukkan kepala nya dalam dalam.