
Mama Shinta menatap tajam Andini yang mengekori mereka masuk kedalam ruang kerja Andrei.
" Apa kabar Bu Shinta? ". Mama Shinta mengernyitkan kening nya saat Andini menyapa nya setelah dia duduk di sofa ruang kerja Andrei.
Kedua bola mata Mama Shinta menatap jengah Andini yang dengan tidak tahu malu nya ikut duduk di samping Mama Shinta.
" Baik ". Jawab Mama Shinta ketus.
" An tolong ambil kan makanan yang tadi Riana masak. Mama sudah lapar ". Ucap Mama Shinta yang berhasil membuat kedua bola mata Andini membulat.
" Bu Shinta kenal dengan Andrei? ". Mama Shinta berdecak pelan mendengar pertanyaan Andini.
" Andrei itu putra angkat Saya dan juga Suami Saya ". Jawaban Mama Shinta membuat Andini terkejut lalu memandang tak percaya kepada Andrei yang akan keluar dari ruang kerja nya.
" Sayang, duduk di sini ". Panggil Mama Shinta kepada Riana sambil menepuk lembut sisi kanan nya.
__ADS_1
" Sebentar Ma, Riri liat Dhika dulu ". Ucap Riana yang di angguki oleh Mama Shinta, yang lalu segera beranjak menuju kamar kecil yang ada di dalam ruang kerja Andrei.
" Apa Kamu masih mengharapkan Andrei kembali kepada Kamu? ". Andini tergugu mendengar pertanyaan Mama Shinta.
" Jangan pernah mengharapkan kembali apa yang sudah pergi. Terlebih kalau kita mengetahui secara pasti yang sudah pergi dan sudah berbahagia dengan yang baru ". Andini menelan saliva nya dengan kasar mendengar ucapan Mama Shinta.
" Jangan jadi seorang wanita yang tidak punya harga diri yang masih terus menerus mengejar pria yang sudah menolak nya kembali. Apalagi kalau pria itu sudah mempunyai istri ". Raut wajah Andini semakin kecut, saat Riana sudah mendudukkan tubuh nya di samping Mama Shinta.
" Terimalah kenyataan, dan berhentilah menganggu anak anak Saya ". Ucap Mama Shinta menatap tajam Andini.
" Ma, ini yang buat Mama yang mana? ". Andrei masuk ke dalam ruangan nya kembali dengan membawa beberapa tas berisi kotak makan.
" Punya Mama yang pink A'. Kalau A'a yang biru ". Ucap Riana yang di angguki oleh Andrei.
" Maaf Mbak, Saya nggak tau kalau ada Mbak Andini di bengkel, jadi nggak bawa makanan lebihan ". Ucap Riana kepada Andini.
__ADS_1
" Kamu tidak perlu minta maaf Ri. Lagi pula tidak ada yang meminta nya datang kan? ". Ucap Mama Shinta dingin.
" Dan Kamu, mau sampai kapan Kamu masih berada di sini ". Andini terkejut dengan ucapan Mama Shinta yang sudah pasti di tujukan kepada nya.
" Maaf Bu, Saya masih ada hal yang harus di bicarakan dengan Andrei ". Ucap Andini memelas.
" Nggak ada lagi yang harus di bicarakan lagi Nona. Jadi Saya harap Nona tidak menganggu kehidupan Kami lagi ". Ucap Andrei yang mulai membuka satu persatu kotak makan.
" Kamu dengar sendiri kan ucapan Andrei. Jadi tanpa di minta pun seharusnya Kamu sudah sadar. Kecuali kalau Kamu memang niat ingin jadi PELAKOR ". Ucap Mama Shinta menegaskan kalimat terakhir nya dengan nada tinggi.
" Kalau begitu Saya pamit pulang dulu Bu Shinta, Andrei ". Ucap Andini yang hanya di angguki oleh Mama Shinta juga Andrei, sementara Riana hanya mengulum senyuman nya kala Andini tidak menyebutkan nama nya.
" Hati hati di jalan ya Mbak ". Andini memutar malas kedua bola mata nya menjawab ucapan Riana.
" Dasar nggak ada sopan santun, udah kaya Jailangkung aja datang ngak di undang pulang seenak dengkul nya ". Gerutu Mama Shinta sesaat setelah Andini keluar dari ruangan Andrei tanpa mengucapkan salam.
__ADS_1