Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 37 Suprise


__ADS_3

" Ayah yakin mau bawa Dhika ke pengadilan? ".


Andrei menghela nafas pelan sambil mengusap lembut punggung bayi yang kini berusia 40 hari dan tengah terlelap tidur dalam gendongan nya.


Sementara Riana tampak mengusap sambil menepuk nepuk pelan bokong Dhika yang tengah tertidur.


" Mau bagaimana lagi Bunda, pihak pengadilan ingin mendengar langsung dari Dhika ingin tinggal dengan kita atau dengan kakek nya ".


Riana menghela nafas kecewa lalu merapatkan tubuh nya kepada Dhika yang tengah tertidur lelap.


" Apa yang bisa di dengar dari ucapan balita Yah. Aneh sudah ada bukti dah surat asuh Dhika masih saja ingin mendengar Dhika mau tinggal dengan siapa ".


Andrei tersenyum kecil lalu mengusap lembut pucuk kepala Riana.


" Justru karena Dhika masih balita, ucapan nya masih jujur dan tulus dari hati ".


" A'a Dhika udah tidur kan Bunda? ". Riana mengangguk pelan lalu mengecup pucuk kepala Dhika dengan lembit sebelum mendudukkan tubuh nya di tempat tidur Dhika yang ber bentuk mobil.


" Dede Eil juga sudah tidur ". Andrei menunjukkan Putri cantik nya kepada Riana.


" Sekarang waktu nya Bunda kelonin Ayah nya ". Bisik Andrei saat Riana memindahkan Eil kedalam gendongan nya.


" Itu mah mau nya Ayah ". Gumam Riana sambil cemberut.


" Udah 40 hari lho Bunda. Bunda juga kan tadi udah sholat Isya ". Riana mencubit pelan pinggang Andrei sambil berjalan keluar dari kamar Dhika.


" Pamungkas nya udah kangen banget sama sarung nya nih Bunda ".

__ADS_1


Andrei terkekeh geli saat melihat Riana yang memutar malas kedua bola mata nya.


Dengan perlahan lahan Riana meletakkan Eiliyah kedalam box bayi yang berada tidak jauh dari pembaringan kedua orang tua nya tersebut.


" Ini ocehan nya pengen di cocol sambel ya mulut nya ".


Grep


Andrei memeluk erat tubuh Riana dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu kanan Riana.


" Memang sarung nya nggak kangen sama Pamungkas ya Bun? ". Wajah Riana merona mendengar bisikan lembut Andrei di telingan nya.


Belum lagi hisapan kecil yang di berikan Andrei tetap di bawah telinga Riana yang merupakan salah satu titik sensitif Riana yang hanya di ketahui oleh Andrei.


" Udah ah, denger rayuan Ayah bikin Bunda kebelet ". Riana menepuk pelan lengan Andrei yang masih melingkar di pinggang nya yang kini sudah ramping kembali.


Andrei mendengus kecewa saat Riana berlari kecil ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka.


Andrei mendudukkan diri nya diujung kasur, sambil melihat HP nya guna membalas chat Akhtar pengacaranya mengenai sidang putusan besok.


Sementara Riana, yang tengah berada di dalam kamar mandi tampak bergidik ngeri melihat penampilan nya sendiri.


Sebuah baju haram yang di hadiahkan Mama Shinta berwarna merah itu kini tengah membalut tubuh mulus nya. Belum lagi bibir nya yang bergincu senada dengan warna baju haram yang tengah di kenakan nya.


" Jangan lupa parfum nya ". Riana kembali bergidik saat mengingat pesan Mama Shinta yang juga menghadiahkan sebuah botol parfum yang kini sudah di kenakan nya di beberapa titik tubuh nya.


" Sekali kali menggoda suami nggak papa Ri, ingat ada pahala yang berlimpah kalau kita menggoda suami ". Gumam Riana memberikan semangat pada diri nya sendiri.

__ADS_1


Ceklek


Riana membuka pintu kamar mandi, dan menghela nafas dengan pelan saat melihat sang suami tampak serius menatap layar gawai nya dengan alis tebal yang mengernyit.


Riana melangkahkan kaki nya pelan pelan kearah Andrei yang masih juga serius dengan gadget nya.


Andrei menghentikan ketikan di layar HP nya saat tercium wangi parfum yang sangat menggoda.


" Suprise ". Ucap Riana pelan namun membuat kedua bola mata Andrei membulat dengan sempurna.


Nafas nya turun naik hingga sulit menelan saliva nya sendiri.


Seulas senyum menghias wajah tampan yang kini mulai tumbuh bulu bulu halus di rahang tegas nya.


Andrei meletakkan HP nya di samping kanan nya. Sungguh pemandangan yang berada di hadapan nya itu lebih indah di bandingkan chat yang mengisi ruang chat nya dengan Akhtar dan beberapa penasihat hukum lain nya mengenai kasus yang akan di sidangkan besok.


Tanpa permisi Riana mendudukan tubuh nya di pangkuan Andrei dan meletakkan kedua tangan di leher sang suami.


" Mana yang kangen ". Andrei melenguh pelan saat Riana dengan sengaja menggerakkan duduk nya di pangkuan Andrei hingga membuat Andrei mengigit pelan cuping telinga kanan Riana.


" Siapa yang ngajarin jadi nakal gini? ". Bisik Andrei dengan suara yang mulai parau menahan bi**** nya.


" Bakal sama suami dapat pahala gede lho ". Dengan lembut Riana memainkan jemari nya di atas dada bidang Andrei dan dengan sengaja merapatkan tubuh nya kepada Andrei hingga membuat Andrei semakin merapatkan tubuh nya dengan tubuh Riana.


Riana membuka perlahan lahan tali baju haram nya hingga membuat Andrei semakin tak kuasa menahan untuk berbuka puasa.


" Wah Bunda nantangin nih ". Bisik Andrei yang langsung menidurkan tubuh Riana di atas kasur, hingga pada akhir nya Pamungkas pun berbuka puasa setelah berpuasa selama 40 hari lama nya.

__ADS_1


__ADS_2