
Dengan alasan tak ingin jauh dari keluarga terutama ingin menikmati proses nya menjadi seorang calon Ayah, membuat Acid akhir nya menerima beasiswa sebuah Universitas bergengsi di kota nya.
Kehamilan yang Natasha jalani pun tak ada masalah. Justru wanita itu tak pernah mengeluh dengan segala masalah kehamilan yang di jalani nya sejak awal hamil hingga kini kandungan sudah berusia 8 bulan.
" Sayang, bekal Aku jangan lupa ". Acid berucap sambil mengenakan almamater kampus nya.
" Sudah ". Acid mengulas senyuman kala wanita berperut buncit yang berisikan dia jagoan kembar nya itu kini tengah merapikan surai Acid yang mulai panjang.
Ya sejak Natasha hamil wanita itu meminta Acid memanjangkan rambut nya hingga bayi kembar nya itu dilahirkan kelak.
Bahkan pria itu rela di hukum karena rambut gondrong nya saat menjalani ospek sebagai mahasiswa baru di kampus bergengsi tersebut.
Namun setelah mengetahui alasan kenapa rambut Acid gondrong, makan pihak kampus pun mengizinkan Acid memanjangkan rambut nya hingga sang istri melahirkan nanti.
" Abang Adek jangan nakal ya, Apha pergi kuliah dulu ". Ucap Acid seraya mencium perut buncit kesayangan nya itu Acid menjongkokkan tubuh nya di hadapan Natasha.
" Iya Apha, Abang sama Adek nggak bakal nakal. Apha juga jangan nakal di sana, jangan tebar pesona sama cikal kepompong ". Ucapan Natasha di balas tawa Acid, dengan gemas pria itu mengecupi seluruh wajah sang istri sesaat setelah berdiri.
" Ama tenang aja, walau pun Apha itu ibarat daun pucuk teh pilihan, jadi banyak banget cikal kepompong yang menghampiri, namun cinta Apha sudah mentok di Ama juga mereka ". Natasha mencubit gemas pinggan kanan Acid membalas gombalan suami berondong nya.
" Sudah sana jalan, nanti malah telat ke kampus nya ". Natasha pun mendorong pelan tubuh Acid keluar dari kamar Mereka.
Apa Natasha ucapkan memang benar adanya. Yang Acid ibarat bagi diri nya pun sangat lah benar. Pesona seorang Radian Andrian Rasyid memang tak pernah bisa di abaikan begitu saja.
Siapa yang tak ingin memiliki pasangan seperti Acid yang InsyaAllah Sholeh, mempunyai bisnis clothing yang sudah dikenal masyarakat, dan jangan lupakan sosok Ayah dan Kakak Ipar nya yang memang terkenal di kota tempat mereka tinggal.
Status menikah dan akan segera menjadi seorang Ayah yang tak pernah di tutupi nya itu tak jua membuat para cikal kepompong itu mundur atau pun membalikkan badan untuk tidak mengejar dan berusaha mendapatkan Acid.
Tak terhitung berapa kali Acid menolak mereka. Namun ibarat pepatah mati satu tumbuh seribu, di tolak mentah mentah satu yang mengejar jadi bertambah banyak dan semakin banyak bahkan ada yang terang terangan berharap bisa menjadi yang kedua, ketiga dan keseterusnya menjadi pendamping Acid.
__ADS_1
"Radian ".
Acid menghela nafas kesal saat mendengar suara lembut nan mendayu di belakangnya.
Pria yang tengah duduk manis di dalam perpustakaan itu tak menanggapi panggilan itu, bahkan pria muda itu semakin mengencangkan volume headset nya guna mengabaikan gadis yang kini justru mendudukkan tubuh nya di bangku yang berada di hadapan Acid.
Gadis berhijab biru itu terlihat menatap Acid penuh damba, hingga membuat Acid pun menjadi risih.
" Mau kemana? ". Acid menggerakkan tubuh nya menghindari sentuhan yang akan gadis itu layangkan di lengan kanan nya.
" Jaga sikap, Saya rasa Anda cukup paham dan sangat mengerti tentang batasan Mahram ". Ucap Acid dingin tanpa menatap lawan bicara nya yang masih menatap nya penuh damba.
" Kenapa?. Bukankah dalam agama Kita, seorang pria boleh berpoligami sampai empat kali? ".
Senyum mengejek Acid terbit, saat sayup mendengar ucapan gadis itu di sela lantunan ayat suci yang tengah Acid dengar dari balik headset nya.
" Jangan samakan Saya dengan para pria di sekitar Anda yang sudah salah menafsirkan arti dan juga pengertian dari berpoligami ". Ujar Acid dingin tanpa menatap lawan bicara nya.
" QS an- Nisa ayat 3. "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu menikahi nya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." ".
" Tak ada hak Saya yang tidak di berikan oleh istri Saya, dan tak ada satu, dua, tiga atau empat bahkan lebih perempuan yang Saya senangi kecuali Istri Saya, Ibu dari anak anak Saya. Jadi tak ada alasan apapun bagi Saya untuk berpoligami dan berlaku dzalim kepada Istri Saya dengan melakukan poligami ". Gadis berhijab itu mengepalkan kedua jemari tangan nya mendengar ucapan Acid sesaat setelah Acid meninggalkan nya.
Beberapa orang yang berada di dalam perpustakaan dan sempat melihat kejadian tersebut pun menatap jengah seraya berbisik kearah gadis yang untuk kesekian kali nya di tolak Acid.
Tubuh Acid nyaris terhuyung kedepan saat tiba tiba sebuah rangkulan mendarat di bahu nya.
" Keren banget Om Gue. Nggak salah kalau Cici Nana memutuskan menikah sama Elo ". Acid menarik paksa tangan yang merangkul bahu nya.
Keponakan istri nya yang satu ini memang sejak SMU dulu selalu membuat Acid harus banyak beristighfar dan bersabar.
__ADS_1
Walaupun sekarang Bastian sedikit lebih sungkan karena status pernikahan Acid dengan Tante nya.
" Gila tuh perempuan, kaya nggak ada laki laki lain aja ngejar ngejar pria beristri mana istri nya lagi hamil lagi ". Celoteh Bastian membuat Acid menghela nafas pelan.
" Cid, beneran Lo nggak ada niat buat bales perasaan tuh perempuan ".
Plak
Bastian mengaduh saat tiba tiba punggung leher nya terasa sakit mendapat pukulan dari belakang. Bahkan Acid yang tengah berjalan beriring dengan Bastian itu sempat terkejut karena serangan yang Bastian dapatkan secara tiba tiba dari belakang.
" Punya nyawa berapa Kamu ". Bentakan dari belakang membuat nyali Bastian yang akan membalikkan badan guna mendamprat orang yang memukul nya itu menjadi ciut.
Sorot mata tajam wanita berperut buncit di balik niqab yang senada dengan gamis yang di kenakan nya itu membuat Bastian menyembunyikan tubuh nya di balik tubuh kejar Acid.
" Dasar keponakan yang bakalan nggak dapat jatah angpao imlek, berani berani nya Kamu nganjurin Om Kamu buat balas perasaan wanita nggak tau malu itu ".
Bastian meringis kala sebuah jiwiran mendarat di cuping telinga kanan nya.
" Sudah bosen dapat angpao Imlek Kamu ". Bentak wanita itu seraya melepaskan jiwiran yang membuat area sekitar telinga Bastian memerah.
" Sayang, sudah. Kasian itu kuping nya Babas sampai merah begitu ". Acid mengusap lembut punggung Natasha yang masih kesal atas ucapan Bastian.
" Awas aja kalau Tante dengar Kamu ngasih saran begitulah ke suami Tante, Tante cabut fasilitas beasiswa Kamu di kampus ini ".
Ancaman Natasha sukses membuat Bastian menelan saliva nya dengan susah, sementara Acid tampak mengulum senyuman nya melihat wajah puas Bastian
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon isin sekalian promo kisah nya Fatih ya
__ADS_1
Ditunggu Like juga Komen nya di kisah Fatih