
" Assalamu'alaikum ". Sapa Andrei, Riana dan Dhika bersamaan saat memasuki sebuah ruangan VVIP di salah satu restoran ternama di kota mereka.
" Waalaikumsalam ". Sahut jawaban salam dari dalam.
Tampak sepasang pria dan wanita paruh baya tengah duduk bersebrangan dengan santai. k
" Mama Shinta ". Panggil Dhika yang langsung meminta turun dari gendongan Andrei. Tanpa sungkan balita itu berlari dan memeluk wanita paruh baya yang sudah merentangkan kedua tangan nya.
" Eleh eleh cucu nya Oma. Susah banget sih di suruh panggil Oma malah Mama terus ". Protes wanita yang di panggil oleh Dhika Mama Shinta.
" Itu Mama Shinta, yang kayanya bikin Kamu ngambek nolak di panggil Bunda sama Dhika ". Bisik Andrei kepada Riana, sehingga membuat Riana tertunduk malu.
" Masih cemburu sama Mama Shinta? ". Riana mencembikkan bibir nya menanggapi ucapan usil Andrei.
" Siapa juga yang cemburu ". Gumam Riana sambil tertunduk malu.
" Ma, Pa. Kenalin ini Riana, bingung mau ngenalin sebagai apa ya? ". Andrei tampak canggung memperkenalkan Riana kepada sepasang pria dan wanita paruh baya yang tengah menatap Riana dengan tersenyum.
" Ri, Ini Mama Shinta dan Papa Baratha. Mereka adalah Orang tua angkat Aku ". Ucap Andrei.
" Assalamu'alaikum Bapak dan Ibu. Perkenalkan Saya Riana, Wali Kelas Ananda Dhika ". Salam perkenalan Riana.
" Waalaikumsalam ". Sahut Mama Shinta dan Papa Baratha bersamaan.
__ADS_1
Riana menghampiri Mama Shinta dan Papa Baratha dan kemudian mencium punggung tangan kanan Mama Shinta, dan mengatup kedua telapak tangan nya sebagai pengganti mencium punggung tangan kanan Papa Baratha.
" Payah Kamu Drei, masa status nya masih di akui wali kelas nya Dhika sih ". Andrei menggaruki tengkuk nya menanggapi ucapan Papa Baratha.
Sementara Mama Shinta tampak mengulum senyum nya melihat Andrei dan Riana yang tampak malu malu.
" Tapi kata Dhika ini Bunda nya ya ". Ucap Mama Shinta yang di angguki oleh Dhika yang masih setia duduk di pangkuan Mama Shinta.
" Iya Mama. Kalau di sekolah Dhika manggil nya Buri, kalau nggak di sekolah Dhika manggil nya Bunda. Iya kan Bunda ". Ucap Dhika yang di angguki Riana dengan kikuk.
" Ya ampun, sampai lupa ngajak Kalian duduk ". Mama Shinta menepuk pelan kening nya saat menyadari Riana dan Andrei yang masih berdiri.
" Duduk sini Ri ". Panggil Mama Shinta menggeser duduk nya agar Riana bisa duduk di sebelah nya.
" Tidak apa apa Bu ". Ucap Riana sambil melirik Andrei untuk meminta pendapat tentang posisi duduk nanti.
Andrei mengangguk pelan, seolah meminta Riana menuruti keinginan Mama Shinta.
" Panggil Mama saja nggak usah pakai Ibu ". Ucap Mama Shinta saat Riana duduk di samping nya.
" Iya Bu, eh Ma ". Ucap Riana gugup.
Andrei sendiri pun akhir nya duduk di samping Papa Baratha. Bentuk meja yang bulat membuat posisi Riana dan Andrei duduk bersebelahan pun hal nya dengan Papa Baratha dan Mama Shinta.
__ADS_1
" Sudah lama kenal Andrei, Ri? ". Tanya Mama Shinta.
" Kalau kenal hanya sekilas sudah hampir setahun lebih Bu, eh Ma ". Mama Shinta mengulum senyuman nya saat Riana masih tampak canggung memanggil Mama pada nya.
" Kalau sekarang masih kenal sekilas atau sudah dekat? ". Tanya Pak Baratha, seolah tak mau kalah menggoda Andrei dan Riana.
" Cukup masih kenal saja Pak ". Jawab Riana membuat Papa Baratha dan Mama Shinta tertawa kecil mendengar jawaban Riana.
Apalagi saat mereka melihat kearah Andrei yang menampilkan wajah di tekuk nya, seolah ucapan Riana adalah penolakan tentang keberadaan nya selama ini.
" Jadi kita sering jalan bareng, keluar makan bareng itu masih di anggap sebagai kenal doang? ". Protes Andrei membuat Papa Baratha dan Mama Shinta semakin tertawa kecil.
Sementara Riana menjadi bingung sendiri dengan sikap Andrei.
" Ya terus, kalau nggak kenal. Mana mau Aku Kakak ajak keluar buat jalan juga makan bareng ". Jawab Riana.
" Ya masa Kamu nggak paham sih maksud juga tujuan Aku ngajak Kamu keluar buat jalan juga buat makan. Bahkan sekarang Aku juga mengenalkan Kamu sama Papa juga Mama angkat Aku ". Ucap Andrei sedikit kecewa karena seperti nya Riana tidak pernah menganggap istimewa kedekatan mereka.
" Sudah masalah itu Kalian bisa bahas nanti. Sekarang waktu nya kita makan. Kasihan cucu Oma pasti udah lapar. Iya kan ganteng ". Ucap Mama Shinta mencoba meleraikan suasana panas antara Andrei dan Riana.
" Dhika mau makan sama Bunda boleh kan Mama? ". Rengek Dhika.
" No. Dhika makan nya sama Oma ". Tolak Mama Shinta.
__ADS_1
" Ingat Dhika harus panggil Oma Shinta Oma. Bukan Mama Shinta ". Ucap Oma Shinta yang di angguki oleh Dhika.