Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 76 S2 Balada Acid


__ADS_3

Sudah hampir beberapa minggu ini Natasha menolak Acid kalau sudah mandi. Bahkan beberapa kali seharian Natasha melarang Acid untuk mandi dengan sabun bahkan mencuci wajah nya dengan face wash.


Setiap mandi Acid hanya membasuh tubuh nya dengan air, cuci muka nya hanya dengan wudhu. Entah mengapa penciuman Natasha terhadap tubuh nya sangat lah peka.


Yang semakin membuat nya heran, Natasha justru sangat tergila gila dengan bau harum minyak telon milik si Kembar. Bahkan wanita itu bisa sampai membuat si kembar menangis karena Natasha terus menerus menciumi mereka.


" Coba Kamu bawa Nana ke klinik. Bunda curiga jangan jangan Nana saat ini sedang hamil ". Ucapan Bunda saat makan siang membuat Acid dan Natasha saling melemparkan pandangan.


" Kamu udah telat Yang? ". Pertanyaan Acid di jawab Natasha dengan mengedikkan kedua bahu nya.


Entah mengapa mood nya terhadap sejak bangun tidur menurun drastis. Padahal semalam Natasha mengempur Acid habis habisan hingga membuat Acid keheranan.


" Iya juga ya perasaan sudah hampir dua bulan ini Kamu nggak palang merah ". Ucap Acid.


" Kan Kamu tau sendiri jadwal palang merah Aku kadang ngaco Dek ". Bukan hanya Acid yang menatap heran mendengar panggilan Natasha untuk Acid. Semua mata menatap heran kepada Natasha dan juga Acid.


Sorot mata Eil terlihat menatap tajam kepada Acid seolah mengatakan " Apa Kalian bertengkar? ".


Bunda mengulum senyuman melihat Acid dan Natasha. Terlihat Acid menatap Natasha namun Natasha terlihat cuek menikmati makan siang nya.


Selepas melaksanakan Sholat Dzuhur Acid mengajak Natasha untuk pergi ke klinik Pesantren.


Ya Dhika memutuskan untuk membuat sebuah klinik kecil di kawasan pesantren dengan tujuan jikalau ada warga pesantren yang sakit tidak perlu jauh jauh ke Rumah Sakit.


Bahkan klinik itu juga di buka untuk umum bagi warga sekitar pesantren.


Acid menatap penuh haru ke arah layar monitor sementara Natasha terlihat sudah menangis kecil dalam pelukan Acid.


Kedua nya begitu takjub melihat dua buah pergerakan dalam perut Natasha.


Tak ada yang mengetahui jika bibit unggul berondong itu sudah berkembang biak di dalam rahim sang istri selama 14 minggu setelah mereka menikah selama 6 bulan.

__ADS_1


Natasha yang memang jadwal palang merah nya tidak pernah teratur itu selalu menanggapi dengan santai siklus yang harus nya bulanan terkadang datang dua bulan sekali bahkan sebelum menikah Natasha pernah tidak kedatangan palang merah selama 3 bulan.


" MasyaAllah udah 14 minggu ? ". Bunda menatap penuh keheranan selembar hasil USG.


" Kamu nggak ngerasain mual atau gimana gitu Na? ". Tanya Bunda masih tak percaya.


" Alhamdulillah nggak ada Bunda ". Jawab Natasha.


" Bukan nya nggak ada, Bunda tau nggak kalau selama 2 bulan lebih Acid nggak boleh mandi pakai sabun ". Ucap Acid hingga membuat yang lain terkejut.


" Lah terus Kamu mandi gimana? ". Tanya Ayah bingung.


" Pakai batu pualam, sikat gigi pakai siwak ". Jawab Acid hingga mengundang tawa keluarga nya, sementara Natasha terlihat cuek seraya menikmati camilan buatan Bunda mertua nya.


" Tapi kok kalau nyium si kembar Kak Nana betah. Sama Kita juga nggak ada masalah ". Ucap Eil heran.


" Aku nggak suka Dek Acid wangi Kak Eil ". Jawaban Natasha dan panggilan Natasha kepada Acid kembali mengundang gelak tawa keluarga, sementara Acid hanya menampilkan wajah datar nya.


" Alhamdulillah, selama dua bulan ini nggak ada yang protes atau ngeluh badan Aku bau kan? ". Tawa kembali pecah saat Acid selesai berucap.


" Puas puasin deh ketawa nya nanti kalau Aku jadi berangkat, nggak bakal bisa ketawa lagi ". Ucapan Acid membuat tawa terhenti seketika hingga membuat ruang makan pun hening.


Natasha meletakkan sendok makan nya dengan sedikit kencang lalu menatap Acid dengan tajam.


" Memang Kamu mau berangkat kemana? ". Semua mata menatap Acid tajam. Acid menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" Ayah dan Bunda tau kalau Acid mau berangkat kemana? ". Ayah dan Bunda saling melempar pandangan lalu kembali melihat Acid yang terlihat menundukkan kepala nya.


" Kenapa semua nya diam?. Kak Eil tau? ". Semua nya terdiam. Natasha menghela nafas sangat pelan di sela hembusan nafas nya.


" Jadi hanya Aku saja yang nggak tau Kamu mau berangkat kemana? ". Tanya Natasha kepada Acid.

__ADS_1


" Maaf Nana, Nana sudah selesai makan siang nya. Nana pamit ke kamar dulu. Assalamu'alaikum ". Ucap Natasha lalu beranjak meninggalkan ruang makan menuju kamar nya.


" Sayang ". Panggil Acid namun tak di hiraukan Natasha yang terus berjalan menuju kamar.


" Kamu belum bicara dengan Nana? ". Acid menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan Ayah.


" Sudah buat visa tapi belum bicara dengan Nana? ". Kali ini anggukan yang menjawab pertanyaan Bunda yang bernada tinggi.


" Kelewatan banget Kamu Dek. Masalah seperti ini nggak Kamu bicarakan dulu dengan istri Kamu. Kamu nggak mikir gimana perasaan Kak Nana. Jangan jadi seperti A'a dulu Kamu Dek ". Semua nya tersentak kaget mendengar ucapan dan juga nada bicara Eil yang kencang.


Tak biasa nya Umi si kembar itu bersuara keras. Dhika bahkan sempat tersentil mendengar ucapan terakhir istri nya.


" Kamu nggak mikir istri di tinggal gitu. Lima tahun itu lama Dek ". Perbuatan Acid kepada Natasha yang menyembunyikan keberangkatan ke Kairo membuat luka lama nya kembali terbuka.


" Apa Kamu nggak pernah menganggap keberadaan istri Kamu sehingga Kamu memutuskan nya sendiri tanpa meminta pendapat nya? ". Bukan hanya Acid yang merasa ucapan Eil begitu menyesakkan nya.


Dhika yang pernah melakukan hal yang sama itu pun hanya bisa terdiam mendengar ucapan tersembunyi yang tak pernah Eil ungkapan kepada siapa pun, termasuk kepada nya sebagai seorang suami.


" Lihat lah, Kedua anak lelaki Ayah dan Bunda hanya bisa membuat istri mereka menahan sakit atas keputusan yang mereka ambil sepihak. Eil pamit Assalamu'alaikum ". Ucap Eil lalu beranjak dari posisi nya menuju kamar.


Ayah dan Bunda menatap tajam kedua pria yang tengah menundukkan kepala mereka.


" Bunda nggak pernah tau apa yang ada dalam pikiran Kalian berdua. Dulu A'a meninggalkan Teteh saat baru menikah secara diam diam. Dan kini Kamu tanpa persetujuan istri memilih menerima beasiswa itu ". Bunda berucap dengan nada kecewa hingga membuat Dhika dan Acid semakin menundukkan kepala nya.


" Bunda kecewa dengan kalian berdua ". Tanpa salam Bunda pergi meninggalkan ruang makan menuju kamar.


Ayah menatap dalam kepada dua pria yang di tinggalkan pasangan halal mereka ke kamar.


" Seperti nya Teteh masih menyimpan kecewa saat A'a tinggalkan nya dulu. Dan kini Nana pun sama seperti Teteh, kecewa karena Adek tidak membicarakan nya terlebih dahulu dengan Nana ".


" Bukankah Kami sudah meminta kepada Kamu untuk membicarakan nya terlebih dahulu dengan Nana, tapi kenapa Kamu tidak membicarakan nya? ".

__ADS_1


" Jujur Ayah kecewa dengan Kalian ". Kini Ayah pun beranjak pergi meninggalkan kedua pria yang tengah menyesali perbuatan dulu dan sekarang.


__ADS_2