Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 12 Permohonan Dhika


__ADS_3

" Bunda ". Panggil Dhika kala Riana baru saja tiba di rumah rawat inap nya setelah selesai mengajar di sekolah.


" Ada apa Sayang? ".


Gadis yang tengah merapikan barang untuk di bawa pulang itu segera menghentikan kegiatan nya dan menghampiri Dhika yang sudah rapi mengenakan baju ganti untuk pulang dari Rumah Sakit.


Setelah 3 hari di rawat, akhir nya tadi pagi Dokter mengizinkan Dhika untuk keluar dari Rumah Sakit karena sudah sembuh dari sakit nya.


Saat ini Andrei sedang mengurus izin keluar Dhika dari Rumah Sakit, setelah Riana tiba untuk bergantian dengan nya menjaga Dhika.


" Dhika mau pulang ke rumah Bunda boleh? ". Rengek Dhika.


" Nanti Bunda omongin sama Om Andrei dulu ya ". Dhika mengangguk pelan.


" Assalamu'alaikum ". Senyum Dhika langsung mengembang saat terdengar suara Om kesayangan nya.


" Waalaikumsalam ". Sahut Riana dan Dhika bersamaan.


" Sudah beres Kak? ". Tanya Riana.


Ya, Riana sejak beberapa hari lalu mengganti panggilan Andrei dengan Kakak, atas, permintaan Andrei yang merasa risih dengan panggilan Pak yang selalu Riana ucapkan untuk nya.


" Alhamdulillah, udah selesai Ri. Gimana jagoan Om, udah siap pulang? ". Andrei langsung menggendong tubuh Dhika dan mengayunkan nya ke kanan dan ke kiri beberapa kali.

__ADS_1


" Udah dong Om. Tapi Dhika mau pulang nya kerumah Bunda aja ya Om ". Andrei menghentikan ayunan ketika mendengar permintaan Dhika.


" Dhika udah tanya Bunda belum? ". Tanya Andrei yang kemudian di angguki Dhika.


" Tapi kata Bunda, di suruh izin sama Om dulu ". Jawab Dhika sambil mencembikkan bibir nya.


" Besok kan libur ya Nda. Jadi boleh ya Om Dhika nginep di rumah Bunda. Please ". Rengek Dhika sambil mendusel di ceruk leher Andrei.


" Ngerepotin Kamu nggak Ri? ". Perhatian Andrei teralihkan kepada Riana yang sedang tersenyum seraya menggelengkan kepala nya.


" Insya Allah nggak Kak. Lagi pula kan besok libur ". Ucap Riana.


" Bukan masalah besok libur nya Ri. Sekarang kan malam minggu, takut nya nanti ada datang berkunjung ke rumah Kamu, dan merasa terganggu dengan keberadaan Dhika ". Riana mencembik kepada Andrei.


" Itu omongan nya ngeledek atau menghina ? ". Andrei terkekeh mendengar celoteh Riana dengan berpura pura memasang wajah jutek nya.


Memang sejak beberapa hari ini, hubungan Riana dan Andrei bisa di bilang cukup dekat, walau pun kedekatan mereka hanya di tampilkan saat berada di depan Dhika.


Namun sikap Andrei yang sejak putus dengan Andini mulai terbuka membuat Riana mulai merasa nyaman saat berada di dekat Andrei.


" Kenapa Kak Andrei mau ngapelin Aku gitu? ". Andrei menghentikan tawa kecil nya saat mendengar pertanyaan Riana.


" Jangan kan ngapelin di minta nikahin Kamu sekarang juga hayu wae ". Jawaban spontan Andrei membuat nya menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Dhika hanya menyimak dan memperhatikan kedua orang yang tengah saling melirik satu sama lain.


" Bunda, sakit? ". Pertanyaan Dhika membuat Riana semakin salah tingkah.


" Nggak sayang ". Jawab Riana gugup.


" Kata Om Drei kalau muka kita merah itu tanda nya lagu sakit Bunda ". Andrei mengulum senyum nya mendapati Riana yang kini berpura pura kembali merapikan barang barang Dhika yang akan di bawa pulang.


" Udah rapi, yuk Kita pulang ". Ucap Riana hingga membuat Dhika melonjak kegirang dalam pelukan Andrei.


" Tapi pulang nya ke rumah Bunda ya Om ". Rengek Dhika.


" Gimana kalau Bunda nya yang tinggal di rumah Dhika? ".


Riana reflek memukul punggung belakang Andrei saat pria itu mengajukan pertanyaan yang cenderung mengarah kepada permintaan tidak langsung kepada Riana.


" Emang boleh Nda? ". Riana menatap tajam Andrei yang tengah terkekeh pelan.


" Ya nggak boleh lah. Yang boleh Dhika bisa tinggal di rumah Bunda ". Jawab Riana mengikuti langkah kaki Andrei keluar dari ruang rawat inap Dhika menuju parkiran Rumah Sakit.


" Kamu lupa kalau Aku juga Dhika itu satu paket lengkap. Kalau Dhika boleh tinggal di rumah Kamu ya otomatis Aku juga ikut tinggal lah di rumah Kamu ". Riana yang gemas lagi lagi melayangkan pukulan kecil di bahu kiri Andrei.


" Jangan ngadi ngadi Kak. Aku ngak mau nanti di tuduh Pelakor lagi ". Protes Riana.

__ADS_1


" Kalau jadi Pelakor Halal mau nggak? ".


Bukan nya menjawab pertanyaan Andrei, gadis itu justru mempercepat langkahnya menuju parkiran


__ADS_2