
Acid mengulum senyuman nya saat melihat Natasha yang masih bergelung manja dalam dekapan nya.
Tak perlu lama lama hingga berjam jam atau mungkin berkali kali menunaikan kewajiban nya memberikan nafkah bathin kepada sang istri sampai harus membuat istrinya lemas dan tidak bisa bangun.
Walau pun masih berusia muda dengan tingkat has*** yang pasti nya masih menggebu-gebu penuh semangat tak membuat nya mengempur habis habisan istri nya.
Cukup sekali menerobos palang yang ternyata masih di jaga Natasha hingga usia nya yang ke 26 tahun sudah membuat Acid menjadi pria yang paling beruntung karena menjadi orang pertama yang menikmati madu istri dewasa nya.
Waktu sudah menunjukkan angka 5 kala Acid mulai membangunkan Natasha setelah setengah jam bergelut dengan menikmati syurga dunia selama lebih kurang 15 menit.
Ya cukup 15 menit untuk memulai perkenalkan kedua insan tersebut dengan syurga dunia.
" Bangun sayang, sudah jam lima ". Bisik Acid seraya merapikan rambut Natasha yang berantakan.
" Hem ". Bukan nya membuka mata nya Natasha justru memeluk tubuh polos suami berondong nya itu dengan erat.
" Bangun dulu sayang. Nanti kita lanjut lagi selepas Isya ". Bisikan Acid mendapat pukulan kecil dari Natasha di dada nya.
" Apa mau sekarang? ". Natasha meraih tangan Acid yang mulai bergerilya menjelajah salah satu bukit kembar.
" Kata nya di suruh bangun mandi. Ini tangan nya malah menjelajah ". Ucap Natasha menepuk tangan Acid yang tengah bergerilya.
" Ya udah yuk mandi bareng ". Natasha mengernyitkan kening nya menanggapi ucapan Acid.
" Beneran cuma mandi? ". Acid mengangguk mantap.
" Ok. Tapi gendong ". Rengek Natasha manja.
Acid segera beranjak dari posisi nya dan kemudian membungkus tubuh polos Natasha dengan selimut dan kemudian menggendong nya menuju kamar mandi.
" Astaghfirullahalazim, kenapa nggak di sangkarin dulu Sayang ". Pekik Natasha saat menyadari kalau Acid topless ketika menggendong nya.
" Tanggung sayang, nanti juga di lepas ". Natasha lagi lagi memukul dada Acid dengan pelan membalas ucapan absurd suami berondong nya.
Acid membuka pintu kamar nya bertepatan dengan Dhika dan Ayah yang juga membuka pintu kamar nya.
Ketiga pria beda usia itu saling melempar pandangan menilai penampilan mereka satu sama lain.
Tawa ketiga terdengar bersamaan saat menyadari mereka keluar kamar dengan rambut yang terlihat masih basah dan wajah cerah merona.
Sementara para bidadari syurga mereka yang berada di belakang mereka terlihat saling melempar pandangan bingung.
__ADS_1
" Masya Allah, kirain Ayah aja yang setoran sore sore ". Bunda menepuk kencang bahu kanan Ayah saat menyadari tawa ketiga pria beda usia itu.
" Ternyata mau pagi, siang, sore atau pun malam sama nikmat nya ". Kali ini Dhika yang mendapat hadiah pukulan di bahu kanan nya dari Eil.
" Yang penting nggak terlalu berlebihan. Ingat Allah paling tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan, termasuk... ". Acid menggantung ucapan selanjutnya saat merasakan nyeri di pinggang kiri nya karena hadiah cubitan kecil dari Natasha.
" Sakit sayang ". Rengek Acid membuat dua pasangan dan juga Natasha memutar malas kedua bola mata nya.
" Lebay ". Ucap Bunda, Eil dan juga Natasha bersamaan yang lalu meninggalkan para pria guna melangkahkan kaki mereka menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka.
******
Acid menatap nanar sebuah amplop berisikan persetujuan beasiswa yang di ajukan nya sebelum menikah dengan Natasha.
Hati nya bimbang ingin mengatakan pada istri nya perihal di terima nya Dia di Universitas tempat Dhika menimba ilmu beberapa tahun yang lalu.
Kairo. Ya Acid mendapatkan undangan beasiswa sama seperti Dhika dulu dan dari Universitas yang sama pula.
" Kamu udah bilang ke Nana? ". Acid menggelengkan kepala nya lalu melihat kearah Dhika.
" Lima tahun A' ". Ucap Acid bimbang.
Helaan nafas pelan keluar dari hembusan nafas nya.
" Ada baik nya Kamu rundingkan terlebih dahulu dengan Nana ". Ucapan sang Ayah pun hanya di balas anggukan kepala oleh Acid.
Beasiswa yang Dia impikan sudah di depan mata, hanya tinggal menandatangani surat persetujuan dari Ayah nya maka hanya dalam waktu sebulan Dia bisa langsung berangkat ke Kairo.
Namun kini hati nya gundah, jiwa nya resah gak tega jika harus melihat sang istri sedih karena harus berpisah dengan nya selama lima tahun.
Namun menolak pun sangat tak mungkin di lakukan nya, karena itu adalah cita cita nya sejak Dia masih kecil.
Sementara itu di dalam kamar, sejak pagi entah mengapa tubuh Natasha tidak bisa di ajak bekerja sama. Tubuh nya terasa lemas tak bertenaga, hanya ingin tidur dan tidur. Bahkan wanita itu melewatkan makan siang nya bersama Eil karena sang Bunda ikut bersama sang Ayah dan juga suami nya kesalah satu tempat.
" Assalamu'alaikum ". Salam sapa Acid saat memasuki kamar nya.
" Waalaikumsalam ". Balas sapa Natasha lemas.
" Astaghfirullahalazim Sayang, Kamu kenapa? ". Acid terlihat panik saat melihat Natasha masih mengenakan mukena nya di atas tempat tidur.
" Nggak apa apa Sayang, cuma ngantuk aja ". Ucap Natasha memejamkan kelopak mata nya.
__ADS_1
" Ini sudah mau Maghrib, jangan tidur dulu ya ". Natasha mengangguk pelan namun masih menyandarkan tubuh nya di hardboard pembaringan nya.
" Aku mandi dulu ya ". Hanya anggukan yang Natasha balas menjawab ucapan Acid.
" Sayang ". Panggil Acid pelan saat melihat kedua kelopak mata Natasha tertutup.
" Hem ". Acid mengecup lembut pucuk kepala Natasha, namun Natasha tak jua membuka kelopak mata nya yang terasa mengantuk.
" Sudah mau Maghrib, jangan tidur ya ". Natasha mengangguk pelan sambil menutup mulut nya dengan telapak tangan kanan nya saat menguap.
" Ngantuk banget Sayang ". Ucap Natasha manja seraya merentangkan kedua tangan nya.
Acid pun memasukkan tubuh kedalam pelukan Natasha dan membalas pelukan Natasha dengan erat.
" Kenapa? ". Tanya Acid heran, karena Natasha terus menerus menghirup bau tubuh Acid.
" Kamu wangi. Aku nggak suka ". Jawab Natasha yang tiba tiba mendorong tubuh Acid hingga membuat pelukan mereka terlepas.
Kedua bola mata Acid membulat dengan sempurna menanggapi ucapan Natasha.
" Lho kok, kan bisa nya Kamu paling suka sama wangi nya ". Ucap Acid heran.
" Nggak. Aku nggak suka. Kamu wangi ". Ucap Natasha yang entah mengapa menjadi kesal mencium harum tubuh Acid sehabis mandi.
" Kan Aku baru mandi Sayang, jadi masih bau sabun juga shampoo nya ". Ucap Acid beralasan.
" Tapi Aku nggak suka Kamu wangi ". Ucap Natasha yang kini justru menangis.
" Subhanallah Sayang. Kok malah jadi nangis ". Acid yang panik melihat Natasha menangis itu pun segera menghampiri Natasha, namun Natasha menolak Acid saat Acid akan memeluk nya.
" Stop. Kamu wangi dan Aku nggak suka ". Ucap Natasha semakin membuat Acid kebingungan.
" Sayang Aku baru mandi, jadi masih wangi sabun dan shampoo ". Lagi lagi Acid memberikan alasan nya.
" Tapi Aku nggak suka kalau Kamu wangi. Ganti baju nya dengan baju yang tadi ". Rengek Natasha hingga membuat kedua bola mata Acid membulat sempurna.
########
Jangan lupa singgah di kisah nya Fatih ya...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like juga Komen nya ya