
" Kaya Kamu yang ngelunjak, main perintah orang yang lagi apel ? ". Tiara membulat kedua bola mata nya saat melihat seorang pria mengenakan seragam polisi dengan di dampingi seorang wanita sebaya Tiara yang tengah menggendong seorang anak laki-laki berusia 2 tahun yang masih menggenakan pakaian Parkit.
" Kamu tuh Ri, kok mau mau nya punya sahabat modelan kaya gini? ". Riana terkekeh geli mendengar protes wanita yang mengenakan baju Parkit.
" Justru sahabat yang gini harus di lestarikan Mbak ". Riana dan wanita itu tertawa sementara Tiara mengerucutkan bibir nya.
" Assalamu'alaikum Mas, apa kabar nya? ". Sapa Andrei kepada Pria yang mengenakan pakaian dinas kepolisian, saat menghampiri pria tersebut.
" Waalaikumsalam. Alhamdulillah baik Drei". Balas sapa Pria tersebut yang bernama Putra
" Oh iya Kak Andrei. Kata nya Si Sumbu urusan Kamu sama Mbagamoon masih belum tuntas? ". Pertanyaan wnita berbaju Parkit yang merupakan istri Putra dan bernama Reina itu kepada Andrei.
" Ck, punya saudara sepupu ipar mulut nya minta di slepet pake sepuluh gepok uang seribuan neh ". Gerutu Tiara yang di hadiahi Putra sentilan di kening nya.
" Astaghfirullahalazim Mas, ini sakit lho. Ya walau pun nggak sesakit ngeliatin mantan yang udah bahagia " Tiara terkekeh geli sambil melihat ke arah Andini yang menatap tajam kepada nya.
" Eh siapa nih? ". Pertanyaan Reina membuat Tiara memberikan kode menunjuk dengan dagu nya.
" Yang ini Ra? ". Tiara mengangguk.
" Mata Kamu ternyata masih sehat Kak ". Sontak ucapan Reina membuat tawa Tiara kembali menggelegar, sementara Riana, Andrei dan juga Putra hanya menggelengkan kepala nya melihat ulah Reina dan Tiara yang akan menjadi satu paket dalam mengerjai seseorang.
" Maaf sampai lupa memperkenalkan diri. Nama Saya Reina, dan ini suami Saya Putra, jangan di tikung ya Mbak, soal nya Mas Putra ini bukan arean balap yang bebas tikungan " Seloroh Riana yang kembali membuat suami nya dan juga Riana dan Andrei menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Sementara Tiara tertawa kecil. Memang istri Saudara Sepupu nya ini paling bisa di andalkan saat menghadapi perempuan model Andini.
" Mohon maaf nih Mbak, bukan mau ikut campur atau menggurui, tapi alangkah baik nya Mbak menghentikan ulah Mbak yang masih terus menerus menganggu suami ... ".
" Kalau nggak tau masalah nya mendingan nggak usah sok tau ". Bentak Andini memotong ucapan Reina.
" Hua... Unda akut " Reina memeluk erat tubuh anak nya yang terkejut mendengar bentakan Andini.
" Wah bener bener nggak beres si Mbak ini. Mas apa ancaman hukuman bagi Si Mbagamoon ini? ". Tanya Reina mendelik kepada Andini.
Andini mengalihkan pandangan kearah Putra, kedua bola mata memandang dengan takjub akan tampilan Putra.
" Jaga mata nya, belum pernah ngerasain mata nya di peletin cabe setan lengkap dengan setan nya ya? ". Ancam Reina mengingat Andini. Andini menatap Reina dengan kesal.
" Nyebelin, kaya nggak pernah liat cowok ganteng, tampan juga mapan aja ". Gerutu Reina yang menyerukkan kepala nya dalam pelukan sang suami.
" Dasar pasangan bucin ". Gerutu Tiara melihat kemesraan dia pasang suami istri yang masing masing menatap penuh damba pasangan mereka.
" Nanti Aku panggilin Dion, biar Kamu nggak ngiri ". Tiara mendelik horor kepada Riana namun di balas Riana dengan tawa kecil.
" Ehm... Ini jadi bahas masalah pasal atau nggak ? ". Debat receh tiga wanita itu pun terhenti di gantikan dengan anggukan kepala mereka serempak.
" Seberapa sering Mbak nya menganggu? ". Tanya Putra.
__ADS_1
" Seminggu bisa tiga kali sampai empat kali, bahkan minggu ini setiap hari, karena Mas Andrei sudah tidak menggubris nya lagi Kak ". Jawab Riana.
" Saya saran kan agar Mbak tidak mengulangi hal tersebut lagi. Kalau Mbak masih terus melakukan nya Pihak Andrei bisa melaporkan Mbak dengan pasal 335 KUHP ". Ucap Andrei.
" Saya rasa Mbak bukanlah wanita yang bodoh yang tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Mbak terutama Orang Tua Mbak kalau Mbak masih juga melakukan hal tidak menyenangkan tersebut ".
" Bukan bermaksud mengancam dengan mengatasnamakan instansi yang Saya naungi saat ini. Saya hanya menyarankan agar Mbak menghentikan hal tidak menyenangkan tersebut, sebelum akhir Pihak Andrei benar melaporkan Mbak kepada Pihak Berwajib atas perbuatan tidak menyenangkan tersebut ". Ucap Putra.
Andini tampak tidak menanggapi ucapan panjang lebar yang Putra sampaikan. Bahkan tanpa permisi wanita itu berjalan begitu saja mengabaikan keberadaan mereka.
" Waalaikumsalam ". Pekik Tiara menyindir Andini yang berlalu begitu saja tanpa pamit dan mengucapkan salam perpisahan.
" Modelan kaya gitu kalau di air kerasin ada yang mau jadiin pajangan nggak ya? ".
Pletak
Tiara meringis kala mendapatkan sentilan di kening nya dari Putra.
Plok
Tiara semakin meringis kala Reina dengan sengaja memukul kencang bahu kiri nya.
" Dasar Saudari nya Si Oneng ". Riana menoyor pelan kening Tiara hingga membuat Tiara mendengus kesal.
__ADS_1